Artikelilmiahs

Menampilkan 10.541-10.560 dari 48.974 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
105413435E1A008110KONTRIBUSI RETRIBUSI PENGGANTIAN BIAYA CETAK KARTU TANDA PENDUDUK DAN AKTA CATATAN SIPIL DALAM MENINGKATKAN ANGGARAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI KAB.BANYUMAsRetribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil merupakan salah satu jenis retribusi yang ada di Kab.Banyumas yang dijadikan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah di Kab.Banyumas. Retribusi biaya penggantian cetak KTP dan Akta Catatan Sipil ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah No. 6 Tahun 2011. Retribusi penggantian biaya cetak KTP dan Akta Catatan Sipil termasuk retribusi jasa umum, meskipun termasuk retribusi jasa umum tetapi retribusi penggantian biaya cetak KTP dan Akta Catatan Sipil memiliki kontribusi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di Kab.Banyumas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan retribusi penggantian biaya cetak KTP dan AKTA dalam meningkatan Anggaran Pendapatan Asli Daerah di Kab.Banyumas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normative, spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis, dan bahan hukum yang digunakan adalah data sekunder. Disajikan dalam uraian yang disusun secara sistematis dan analisis data dilakukan dengan normatif kualitatif.
Hasil penelitian kontribusi retribusi penggantian biaya cetak KTP dan Akta Catatan Sipil dalam meningkatkan PAD di Kab.Banyumas menghasilkan kesimpulan yaitu Pada tahun 2008 kontribusinya sebesar 1,62%, tahun 2009 sebesar 3,56%, tahun 2010 sebesar 1,30% dan tahun 2011 sebesar 3,09%. Besaran konstribusi tersebut apabila diambil rata-rata dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2011 maka prosentase retribusi penggantian biaya cetak KTP dan Akta Catatan Sipil sebesar 2,39%. Berdasarkan konsep konstribusi, maka konstribusi sebesar 2,39% dapat dikategorikan sebagai konstribusi dalam level/tingkatan “cukup memiliki konstribusi/cukup berperan”.
Levies on identity cards and of Civil is one type of levy that is in Kab.Banyumas which serve as a source of local revenue in Kab.Banyumas. Retribution print Identity cards and the replacement cost of Civil defined by Regional Regulation No. 6 Year 2011. Retribution replacement Identity card printing costs and fees of Civil including public services, even though services including general levy levy replacement but the printing costs of Civil Identity card and have a role in improving local revenue in Kab.Banyumas.
This study aimed to determine the role of user fees and the reimbursement of printing Identity cards deed in improving the Revenue Budget in Kab.Banyumas. The research method used in this study is the juridical normative, descriptive analytical research specifications, and legal materials used are secondary data. Served in the description that systematically arranged and conducted data analysis with qualitative normative.
The results of the research contribution levy replacement Identity card printing costs and the increase of Civil PAD in Kab.Banyumas lead to the conclusion that in 2008 its contribution amounted to 1.62%, 3.56% in 2009, the year 2010 was 1.30% and in 2011 amounted to 3.09%. The amount of contribution is an average taken from 2008 to 2011 the percentage of fees and reimbursement of printing Identity cards of Civil at 2.39%. Based on the concept of contribution, the contribution of 2.39% can be categorized as a contribution to the levels / tiers "have enough contribution / quite a role".
105423427C1C008029ANALISIS PENGARUH FAKTOR- FAKTOR EFEKTIVITAS PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN DAERAH KOTA BANJAR, JAWA BARAT
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh efektivitas penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan dan kontribusinya terhadap pendapatan daerah di kota Banjar, Jawa Barat. Pajak Bumi dan Bangunan merupakan pajak pusat yang sebagian besar pendapatannya diberikan kepada pemerintah daerah. Penelitian ini hendak mengukur pengaruh variabel independen yang terdiri dari jumlah wajib pajak, luas lahan, dan luas bangunan, efektivitas penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan, dan kontribusi terhadap pendapatan daerah di kota Banjar. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jumlah wajib pajak, jumlah luas lahan, dan luas bangunan berpengaruh positif terhadap efektivitas penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan, tetapi efektivitas penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan daerah di kota Banjar, dan kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan terhadap pendapatan daerah di kota Banjar termasuk dalam kategori kurang berkontribusi. Upaya pemerintah untuk meningkatkan efektivitas penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan diimplementasikan sebagai sumber dana untuk melaksanakan pembangunan. Dengan sumber dana yang memadai, diharapkan proses pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat. The purpose of this research is to find out the influence of the effectiveness of property tax revenue and the contribution to local income in Banjar City, West Java. Property tax belong to central government which most of the revenues are given to local government. This research is used to estimate the scale of independent variable influence which is divided into the amount of tax obligators, the amount of area width, and the amount of buildings width, to effectiveness property tax revenue and the contribution to local income in Banjar City. The result of this study it can be concluded that the amount of tax obligators, the amount of area width, and the amount of buildings width have the possitive influence to effectiveness property tax revenue, but the effectiveness of property tax revenue not significantly influence to local revenues in the town of Banjar and property tax contribution to local income in Banjar City is included in the category of less contribute. Government efforts to increase effectiveness tax property revenue needs implemented as a source of funding to carry out development. With adequate funding sources, expected process regional development and social welfare will increase.

105433429C1L007036THE COMPARISON ANALYSIS BETWEEN DIRECT METHOD CASH FLOW AND INDIRECT METHOD CASH FLOW TO PREDICT THE FUTURE CASH FLOW AND SHARES RETURN
(Empirical Study On Manufacturing Companies listed in Indonesian Stock Exchange Period of 2008-2010)
ANALISIS PERBANDINGAN ANTARA ARUS KAS METODE LANGSUNG DAN ARUS KAS METODE TIDAK LANGSUNG DALAM MEMPREDIKSI ARUS KAS MASA DEPAN DAN SHARES RETURN
(Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2010)

Oleh :
Bunga Pandiangan, Bambang Agus Pramuka, Triani Arofah
email : unetunet_jesusinside@yahoo.com
Fakultas Ekonomi, Universitas Jenderal Soedirman

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kemampuan informasi metode langsung dan tidak langsung dalam memprediksi arus kas masa depan dan komponen-komponen arus kas dengan shares return. Sampel penelitian ini adalah perusahan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam periode 2008-2010 yang telah mempublikasikan laporan keuangan yang telah diaudit. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode purposive sampling. Ukuran sampel adalah 18 perusahaan. Metode statistik menggunakan uji hipotesis yaitu regresi linear berganda. Penelitian ini mengevaluasi pernyataan IAI dalam PSAK No. 2, bahwa metode langsung menyediakan informasi yang sangat berguna dalam memprediksi arus kas masa depan daripada metode tidak langsung. Penelitian ini menguji arus kas, yaitu arus kas masuk dari aktivitas operasi, arus kas keluar dari aktivitas operasi, arus kas keluar untuk aktivitas operasi, laba bersih, dan akrual. Dan penelitian yang kedua menguji shares return mengenai pengaruh informasi dengan komponen arus kas dari aktivitas operasi metode langsung, aktivitas operasi metode tidak langsung, aktivitas investasi, dan aktivitas keuangan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa format arus kas metode langsung menyediakan informasi yang bermanfaat dalam memprediksi arus kas masa depan daripada metode tidak langsung dan hasil kedua dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebuah komponen arus kas dari aktivitas operasi metode langsung memberi efek pada shares return. Pengaruh yang paling dominan pada shares return adalah aktivitas operasi arus kas metode langsung. Ini karena arus kas dari aktivitas operasi merefleksikan kemampuan operasi perusahaan. Jadi, hasil secara empiris mendukung pernyataan PSAK No. 2, bahwa metode langsung menyediakan informasi yang bermanfaat dalam memprediksi arus kas daripada metode tidak langsung.
THE COMPARISON ANALYSIS BETWEEN DIRECT METHOD CASH FLOW AND INDIRECT METHOD CASH FLOW TO PREDICT THE FUTURE CASH FLOW AND SHARES RETURN
(Empirical Study On Manufacturing Companies listed On Indonesian Stock Exchange
Period of 2008-2010)

By:
Bunga Pandiangan , Bambang Agus Pramuka , Triani Arofah
e-mail: unetunet_jesusinside@yahoo.com
Faculty of Economics Jenderal Soedirman University

ABSTRACT
The objective of the study was to examine the ability of direct and indirect method information in predicting future cash flow and components of cash flow with shares return. The sample of this study was manufacturing companies listed on the Indonesian Stock Exchange (BEI) within the period of 2008-2010 that had published audited financial statement. The data was collected by using purposive sampling method. The sample size was 18 companies. The statistics method used to test hypothesis was a linear multiple regression. This study evaluated IAI’s statements in PSAK No. 2, that the direct method provided more useful information in predicting future cash flow than indirect method. The study evaluated cash flow that cash inflows from operating activities, cash outflows for operating activities, net income, and accrual. And the second study evaluated shares return about the influence information with component cash flow from operating activities direct method, operating activities indirect method, investing activities, and financing activities.
The results of this study showed that format of cash flow direct method provided useful information in predicting future cash flow than indirect method did and the second result of this study showed that a component cash flow from operating activities direct method gave effect on shares returns. However, the results from operating activities indirect method, investing activities, and financing activities had no effect on shares return. The most dominant influence on shares return was operating activities direct method cash flow. This was because the cash flow operating activities reflected the ability of a company's operation. So, the empirical results supported the PSAK No. 2 statements, that direct method provided useful information in predicting future cash flow than indirect method.


1 Student
2 Advisors I
3 Advisors II
105443432A1M008052Evaluasi Tingkat Keamanan Pangan Pada Makanan Jajanan Di Sekitar Kampus Universitas Muhammadiyah PurwokertoMakanan jajanan berperan untuk memenuhi kebutuhan gizi. Makanan jajanan di sekitar kampus UMP cukup bervariasi. Umumnya konsumen dan pedagang tidak banyak mengetahui tentang keamanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui profil pedagang dan konsumen makanan jajanan di sekitar kampus UMP, 2) mengetahui bahaya yang terdapat pada makanan jajanan di sekitar kampus UMP, 3) mengetahui faktor yang mempengaruhi tingkat keamanan pangan makanan jajanan di sekitar kampus UMP. Penelitian dilakukan secara survei pada 11 orang pedagang yang dihitung berdasarkan metode Slovin dan 20 orang konsumen dengan metode accidental sampling. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode spearman rank correlation. Variabel yang diamati meliputi kondisi pedagang dan konsumen, bahaya fisik, kimiawi, dan mikrobiologis, serta faktor yang mempengaruhi tingkat keamanan pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 9 orang pedagang (81,81%) menjaga keamanan makanan pangan sedangkan 10 orang konsumen (50%) tidak mengetahui tentang keamanan pangan. Bahaya yang terdapat pada makanan jajanan di sekitar kampus UMP antara lain ditemukan rambut dan kerikil pada 3 sampel makanan jajanan (21%), tidak terdeteksinya methanyl yellow pada semua sampel makanan jajanan, semua makanan jajanan yang diujikan positif mengandung mikroba namun tidak semua makanan jajanan positif mengandung E.coli. Berdasarkan uji Spearman rank correlation faktor yang mempengaruhi tingkat keamanan pangan makanan jajanan di sekitar kampus UMP adalah tingkat pengetahuan.


Street foods contribute to fill nutritional needs. Street foodss around UMP’s campus varies enough. In general consumer and vendor not many know about foods safety. This research purpose to 1) know the vendor and consumer street foods’s profile around UMP’s campus, 2) know the hazards found in street foodss around UMP’s campus, 3) know the factors that influence the level of foods safety of street foodss around UMP’s campus. The reaserch was conducted surveys at 11 vendors who calculated based methods Slovin and 20 consumers with accidental sampling method. The sampling technique used proportionate stratified random sampling. Data analysis techniques used in this research was spearman rank correlation method. Observed variables include condition of vendors and consumers, physical, chemical, and microbiological hazards, and the factors that affect foods safety. The results showed that 9 vendors (81,81%) always keep foods safety while 10 consumers (50%) are not aware about the foods safety. The hazard contained in street foods around UMP’s campus were found hair and pebbles on 3 sample street foods (21%), not detected methanyl yellow in all samples street foods, all of street foodss tested positive for microbial but not all of street foods which tested positive contain E.coli. Spearman rank correlation test was based on the factors that influence the level of foods safety hawker foods around UMP’s campus was the level of knowledge.
105453433C1C005059EVALUASI ALTERNATIF PEMBELANJAAN ANTARA KREDIT BANK ATAU LEASING DARI SEGI PENGHEMATAN PAJAK PENGHASILAN (PPH) DAN PENGELUARAN KAS BERSIH PERUSAHAAN DALAM RANGKA PENGADAAN AKTIVA TETAP
(STUDI KASUS PADA PO. BUDI SANTOSO TEGAL)
Skripsi ini merupakan studi kasus pada PO. Budi Santoso Tegal. Perusahaan telah melakukan pembelanjaan aktiva tetap berupa dua unit bus Mitsubishi FE 84 dengan kredit pada bank.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi apakah keputusan yang diambil perusahaan dalam rangka penambahan aktiva tetap melalui kredit bank merupakan alternatif pembelanjaan yang menguntungkan bagi perusahaan jika ditinjau dari segi penghematan pajak penghasilan dan pengeluaran kas bersih perusahaan. Untuk mengetahui besar kecilnya penghematan pajak dan pengeluaran kas bersih pada kredit bank maka dalam analisis penelitian ini akan dibandingkan dengan alternatif leasing. Analisis yang digunakan untuk menilai keputusan pembelanjaan tersebut adalah metode nilai tunai sekarang (Present Value). Berdasarkan perhitungan, diperoleh hasil bahwa alternatif leasing lebih menguntungkan dari segi penghematan pajak penghasilan, yaitu sebesar Rp. 59.694.237,00 dan penghematan pajak menggunakan kredit bank sebesar Rp. 54.979.447,00. Dari segi pengeluaran kas bersih,diperoleh hasil bahwa alternatif leasing lebih kecil pengeluaran kas bersihnya dibanding kredit bank, yaitu sebesar Rp. 401.659.297,00 dan pengeluaran kas bersih menggunakan kredit bank sebesar Rp. 408.308.789,00.This research is a case study at PO. Budi Santoso Tegal. In this case, the company has spent their fixed assets to buy two Mitsubishi FE 84 buses by credit bank.The aim of this research is to evaluate the decision made by the company related to fixed assets addition by bank credit is a beneficial expenditure to the company if it is looked from the income tax retrenchment and the company’s cash expenditure.The research analysis will be compared to the alternate leasing to recognize the amount of the tax economizing and the net cash on the credit. Analysis used to assess the spending decisions are Present Value method.Based on the calculation, it can be seen that the alternate leasing is more benefical if it viewed from the income tax retrenchment, i,e. Rp. 59.694.237,00 as well as from the tax retrenchment on the credit, i,e. Rp. 54.979.447,00. From the net cash expenditure, it can be seen that the leasing alternative is fewer than the net cash expenditure of bank credit, i,e. Rp. 401,659,297.00 and net cash expenditures using bank credit, i,e. Rp. 408,308,789.00.
105463434C1C008122PENGARUH KUALITAS AUDITOR, FINANCIAL LEVERAGE, PROFITABILITAS, DIVIDEND PAYOUT RATIO, DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP MANAJEMEN LABA (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN PROPERTY, REAL ESTATE, DAN BUILDING CONSTRUCTION YANG TERDAFTAR DI BEI)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kaulitas auditor, financial leverage, profitabilitas, dividend payout ratio, dan struktur kepemilikan terhadap manajemen laba. Data penelitian terdiri dari 8 sampel perusahaan property, real estate, dan building constructionyang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2007 hingga 2010, yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan metode regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas auditor, financial leverage, profitabilitas, dividend payout ratio, kepemilikan institusional, dan kepemilikan manajerial berpengaruh secara simultan terhadap manajemen laba. secara parsial, kaulitas auditor, financial leverage, profitabilitas, dan dividend payout ratio mempunyai pengaruh negatif signifikan terhadap manajemen laba. Kepemilikan manajerial mempunyai pengaruh positif terhadap manajemen laba. Namun, kepemilikan institusional tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap manajemen laba.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diimplikasikan bahwa kepemilikan institusional terbukti tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba, namun principal masih dapat mempertimbangkan keberadaan pemilik institusional dalam upaya mengurangi praktik manajemen laba, serta dapat pula dengan memperhatikan kualitas auditor, penggunaan hutang, pembagian dividend, meningkatkan rasio profitabilitas, dan pemberian cash bonus sebagai bentuk kompensaai kepada manajemen yang didasarkan pada tingkat keefektifan penggunaan hutang oleh manajemen.
The objective of this study is to examine the influence of auditor’s quality, financial leverage, profitability, dividend payout ratio, and ownership structure (institutional ownership and managerial ownership) to earnings management. This research consist 8 property, real estate, and building construction companies listed in Indonesia Stock Exchange, selected using purposive sampling method, during the research period 2007 until 2010. Data were analyzed by multiple regression method.
The results of this study show that auditor’s quality, financial leverage, profitability, dividend payout ratio, institutional ownership, and managerial ownership simultaneously affecting earnings management. As partially, auditor’s quality, financial leverage, profitability, and dividend payout ratio have negative significant effect on earnings management. Managerial ownership have positive significant effect on earnings management. Meanwhile, institutional ownership have not significant effect on earnings management.
The research result can be implied that institutional ownership proved no significant effect on earnings management practice, but the principal was able to consider the existence of institutional owner in the effort to reduce earnings management practices, as well as earning management discharge can be done with consider quality of the auditor, the use of debt, dividend distribution, increasing profitability ratios, and awarding cash bonuses to management as a form of compensation that is based on the effectiveness of the use of debt by management.
105473436C1C008062PERSEPSI USER ATAS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH
(Studi Kasus pada Pemerintah Kabupaten Kebumen)
Penelitian ini berjudul “Persepsi User Atas Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Pemerintah Daerah (Studi Kasus pada Pemerintah Kabupaten Kebumen)”. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penganggaran berbasis kinerja, penyajian neraca daerah, aksesibilitas laporan keuangan, dan transparansi anggaran terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah daerah. Pemerintah daerah seharusnya mampu menyajikan laporan keuangan daerah sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan. Dan sudah sewajarnya pengelolaan keuangan daerah dilakukan secara akuntabel kepada masyarakat selaku pemangku kepentingan di daerah tersebut. Karena secara normatif bahwa tujuan dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah adalah untuk memenuhi amanah dari masyarakat.
Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna internal laporan keuangan daerah di Kabupaten Kebumen dengan metode pengumpulan data melalui survei kuesioner. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunan metode sampel jenuh. Metode analisis data yang digunakan dalam pengujian hipotesis pada penelitian ini berupa beberapa uji statistik. Hasil dari pengujian hipotesis di dalarn penelitian ini menunjukkan bahwa penganggaran berbasis kinerja, penyajian neraca daerah, aksesibilitas laporan keuangan dan transparansi anggaran berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah daerah. Selain itu, dengan menggunakan uji elastisitas, Anggaran berbasis kinerja merupakan varibel yang paling berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah daerah. Saran yang bisa diberikan adalah untuk meningkatkan penyajian laporan keuangan secara lengkap serta lebih melonggarkan akses laporan keuangan tersebut kepada publik, sehingga bisa tercipta sebuah akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah yang lebih baik.

Kata kunci: Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Pemerintah Daerah, Anggaran Berbasis Kinerja, Penyajian Neraca Daerah, Aksesibilitas Laporan Keuangan, dan Transparansi Anggaran.
This study entitled “User Perception on Factors that Influenced Local Government Financial Management Accountability (Study case on Kebumen Regency) ”. This research aims to examine whether the presentation of Performance Based Budgeting, Local Gevernment Balance Sheet, Accessibility of Financial Report, and Budget Transparency have influence on enhanching Financial Management Accountability. Local government should be able to provide local financial report according to government accounting standard. In additional, it is naturally that financial report of Local Government management must be accountable for public as stakeholder in that region. It is because normatively the purpose of activities that run by government are to fulfill the mandate from citizen.
The population in this study are internal users of financial statements in Kebumen using survey questionnaires as the method to collect data. Saturated sampling method were used as the research sampling in this study. Analysis methods used in testing the hypothesis in this study were a number of statistical tests. The results of hypothesis testing in this study showed that Performance Based Budgeting, Local Gevernment Balance Sheet, Accessibility of Financial Report and Budget Transparency have a positive impact on financial management accountability. In the other side, by using elasticity test, Performance Based Budgeting was the dominant variable towards financial management accountability. Given advice is that The local government should improve the presentation of financial statements in full and more flexible access into the financial statements for the public, so that it could create a better financial management accountability.

Key words: Performance Based Budgeting, Local Gevernment Balance Sheet, Accessibility of Financial Report, Budget Transparency, Financial Management Accountability.
105483437A1H008012PEMBUATAN BRIKET ARANG DARI KULIT UBI KAYU MENGGUNAKAN ALAT PENCETAK BRIKET SEMI MEKANISKebutuhan energi masyarakat mengalami peningkatan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kebutuhan bahan bakar yang bersumber dari fosil. Salah satu alternatif untuk mengurangi masalah tersebut adalah memanfaatkan kulit ubi kayu yang telah menjadi limbah sebagai briket arang. Briket arang yang dibuat secara tradisional mempunyai beberapa kelemahan, antara lain banyak bahan baku yang terbuang dan ukuran yang dihasilkan tidak seragam. Salah satu upaya untuk mengurangi kelemahan tersebut, yaitu dengan membuat briket arang menggunakan alat pencetak briket semi mekanis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas briket arang dari kulit ubi kayu menggunakan alat pencetak briket semi mekanis, kombinasi yang tepat antara jumlah perekat briket arang dan kuat tekan diberikan pada alat pencetak briket semi mekanis untuk menghasilkan kualitas briket yang baik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor perlakuan yang digunakan adalah kuat tekan dan jumlah perekat. Variabel yang diamati yaitu kekuatan briket arang, kerapatan, kadar air, nilai kalor, kadar abu, volatile matter dan fixed carbon. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F, apabila hasil menunjukkan pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan DMRT dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara kuat tekan dan jumlah perekat memberikan pengaruh nyata terhadap kadar abu, volatile matter, dan fixed carbon. Perlakuan kuat tekan memberikan pengaruh nyata terhadap kerapatan, volatile matter dan fixed carbon. Perlakuan jumlah perekat memberikan pengaruh nyata terhadap kerapatan, kadar air dan kadar abu. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan briket arang 0,46 J – 0,74 J, kerapatan 0,49 g/cm3 – 0,8 g/cm3, kadar air 3,38% - 4,8%, nilai kalor 4083,45 kal/g – 4992,33 kal/g, kadar abu 1,7% - 2,5%, volatile matter 14,9% – 22,7%, fixed carbon 71,1% - 86,3%. Hasil tersebut mendekati standar kualitas sifat fisik-kimia briket arang dari Inggris. Kombinasi perlakuan terbaik yaitu kuat tekan 241,98 kPa dengan perekat 8% yang menghasilkan fixed carbon 86,3%.The human energy needs have increased along with the rapid technology development, especially the need of fuel that derived from fossils. One alternative to reduce these problems isutilizes the cassava barks that have become waste as charcoal briquettes. Charcoal briquettes that made traditionally have some weaknesses, such as many raw materials are wasted and the size of charcoal briquettes produced not similiar. An effort to reduce those weaknesses, namely by making charcoal briquettes using a semi mechanical briquettes shaper. The purpose of this study was knowing the quality of the charcoal briquettes from cassava barks using a semi mechanical briquettes shaper, was knowing good combination between the amount of adhesive materials of charcoal briquettes and the pressure exerted on the semi mechanical briquettes shaper to produce good quality briquettes. This study was used Randomized Block Design (RBD). Treatment factors that used in this study was the pressure and amount of adhesive materials. Observed variables, namely charcoal briquette strength, density, moisture content, calorific value, levels of ash, volatile matter and fixed carbon. The data were analyzed using the F test, if the results show a marked influence, then followed by DMRT at level 5%. The results showed that the combination of pressure and amount of adhesive material gives a marked influence on levels of ash, volatile matter, and fixed carbon. Pressure treatment on the marked influence briquettes printer gives a marked influence on density, volatile matter and fixed carbon. Treatment on amount of adhesive materials gives a marked influence on density, moisture content and levels of ash. The results showed that the power of charcoal briquettes 0.46 J - 0.74 J, the density 0.49 g/cm3 - 0.8 g/cm3, water content 3.38% - 4.8%, calorific value 4083.45 cal / g - 4992.33 cal / g, levels of ash 1.7% - 2.5%, volatile matter 14.9% - 22.7% and fixed carbon 71.1% - 86.3%. The results are approaches to the quality standards of physical-chemical characteristic of charcoal briquettes from English. The combination of the best treatment is 241.98 kPa pressure with adhesive materials 8%, which produces 86.3% fixed carbon.
105493439C1C008088PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN STRUKTUR
MODAL TERHADAP FINANCIAL DISTRESS
(STUDI EMPIRIS PERUSAHAAN MANUFAKTUR BURSA EFEK
INDONESIA)


RINGKASAN

Financial Distress adalah kondisi yang harus dihindari perusahaan karena
merupakan tanda bahaya karena perusahaan bermasalah dalam solvabilitas,
profitabilitas, dan mengalami penurunan dalam kinerja, atau pun bisa
memperlihatkan keberadaaan dari konflik manajemen yang bisa memengaruhi
perusahaan mengalami kebangkrutan. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian
empiris yang menguji perusahaan-perusahaan manudaktur di BEI tahun 2007-
2010.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membuktikan elemen variabel Good
Corporate Governance dan Struktur Modal dapat menjadi penyebab perusahaan
mengalami kesulitan keuangan. Good Corporate Governance dijelaskan dengan
proksi dewan komisaris, dewan komisaris independen, dewan direksi, komite
audit, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan institusional. Struktur modal
dijelaskan dengan proksi rasio hutang terhadap total ekuitas. Hasil penelitian ini
menunjukan bahwa Good Corporate Governance tidak berpengaruh signifikan
terhadap financial distress begitu juga struktur modal tidak berpengaruh terhadap
financial distress. Variabel diuji dengan Uji Regresi Berganda, didapati hanya
jumlah dewan komisaris dan jumlah kepemilikan manajerial yang berpengaruh
signifikan terhadap financial distress dengan nilai signifikansi 0,039 kurang dari
nilai α (0,05).
Implikasi yang perlu dicatat dari hasil penelitian ini adalah
memaksimalkan implementasi Good Corporate Governance dan juga keefektivan
struktur GCG dalam setiap perusahaan berdasarkan kultur perusahaan dan
kebijakannya. Begitu juga untuk struktur modal perusahaan untuk
memaksimalkan penggunaan hutang sehingga kinaerja perusahaan dapat
maksimal dan mencegah perusahaan mengalami financial distress.
SUMMARY


Financial distress is a condition that must be avoided by companies
because it is an alert that the companies condition lack of solvability, lack
progress of profitability, decreasing performance or could show existence of
conflicts that might guides towards bankruptcy. This research is an empirical
study which examines manufacturing companies listed in BEI years 2007-2010.
This research purposes to prove good corporate governance (GCG) and
capital structure might be the cause of the companies experience financial
distress. Good corporate governance is asserted by commissioners board,
independent commissioners board, directors board, audit committees, managerial
ownership, and institutional ownership. Capital structure is asserted by ratio of
total debt to total equity. The results show that good corporate governance does
not affect significantly towards financial distress and neither does capital
structure. Attested in multiple regression, only commissioners board and
managerial ownership that have significant influence to financial distress with
score of significant 0,039 less than α (0,05).
The further implication noticed for maintaining and maximizing the
implementation of good corporate governance and also the effectiveness of GCG
structures in each company based on own corporate cultures and policy. Then
also for capital structure in each company can be used maximally for the sake of
company performance so can prevent occurrence of financial distress.
105503440E1A007337PERAN POLRI DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PERJUDIAN BOLA ONLINE (STUDI DI POLRES BANYUMAS)ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya pencegahan dan penanggulangan tindakpidana judi bola online di Polres Banyumas dan untuk mengetahui hambatan-hambatan yuridis yang dihadapi oleh pihak kepolisian Banyumas untuk menangani pelaku kejahatan dunia maya terkait masalah judi bola online. Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan pendekatan kualitatif dengan spesifikasi deskriptif analisis, dengan sumber data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan 2 hal, Pertama, dalam menjalankan perannya untuk mencegah dan menanggulangi tindak pidana judi bola online Polres Banyumas melakukan 3 (tiga) upaya yaitu upaya pre-emtif khususnya dilakukan oleh Sat Binmas, upaya preventif dilakukan oleh Sat Intelkam dan Sat Sabhara, kemudian upaya represif dilakukan oleh Sat Reskrim. Kedua, mengenai hambatan untuk menangani pelaku kejahatan dunia maya berasal dari pihak kepolisiannya sendiri (internal) maupun dari pihak masyarakatnya (eksternal).


Kata kunci : Peran, Judi Bola Online, Hukum Pidana

ABSTRACT

The purpose of this study is to investigate the prevention and control of crime ball online gambling in Banyumas Police and to know the legal obstacles that faced by the police to handle criminal with cyber crimes related to ball online gambling evidentiary problems.Approximation method used is the juridical sociological qualitative approach with descriptive specification analysis, with sources of the primary data and secondary data. Data analysis was conducted with qualitative methods. These results indicate two things, first, in their role to prevent and combat crime ball online gambling Banyumas Police conduct three (3) attempts namely pre-emptive effort especially by Sat Binmas, preventive effort undertaken by Sat Intelkam and Sat Sabhara, then repressive effort made by the Sat Reskrim. Secondly, the barriers to addressing cyber criminals from the police force itself (internal) or from the community (external).

Keywords: Roles, Ball Online Gambling, Criminal Law



105513441D1E008116PENGARUH LAMA PENYIMPANAN DALAM REFRIGERATOR TERHADAP BERAT JENIS DAN VISKOSITAS SUSU KAMBING PASTEURISASIPengaruh Lama Penyimpanan dalam Refrigerator terhadap Berat Jenis dan Viskositas Susu Kambing Pasteurisasi. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 26 Juli 2012 sampai 05 September 2012 di Laboratorium Produksi Ternak Perah Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman dan Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan yang berbeda dalam refrigerator terhadap berat jenis dan viskositas susu kambing pasteurisasi. Sampel susu yang digunakan diambil dari peternakan kambing perah “PEGUMAS”, Gumelar, Kabupaten Banyumas. Susu sebanyak 36 sampel dengan masing-masing sampel yaitu 500 cc. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yaitu tanpa penyimpanan, lama penyimpanan 2, 4, 6, 8 dan 10 hari sebanyak 3 kali ulangan. Peubah yang diukur adalah berat jenis dan viskositas. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji jarak ganda Duncant. Hasil penelitian menunjukan bahwa rataan berat jenis pada penyimpanan awal, 2, 4, 6, 8 dan 10 hari adalah 1,0260 ± 0,0005 kg.m-3, 1,0342 ± 0,001039 kg.m-3, 1,0348 ± 0,001153 kg.m-3, 1,0357 ± 0,000574 kg.m-3, 1,0360 ± 0,0005 kg.m-3 dan 1,0363 ± 0,000283 kg.m-3. Sedangkan viskositas menunjukan 2,4 ± 0,2 cP, 3,1333 ± 0,1155 cP, 3,2667 ± 0,2309 cP, 3,4 ±0,2 cP, 3,4667 ± 0,2309 cP dan 3,6 ± 0,8718 cP. Analisis variansi menunjukan bahwa berat jenis sangat berbeda nyata (P<0,01) dan viskositas berbeda nyata (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian adalah susu kambing pasteurisasi yang disimpan dalam refrigerator berturut – turut selang waktu 2 hari sampai hari ke-10 terjadi kenaikan berat jenis dan viskositasnya. Susu kambing pasteurisasi ini masih dalam keadaan normal, namun sudah mulai timbul adanya gumpalan yang merupakan indikasi mulai terjadi kerusakan susu.The Influence of Storage Time in Refrigerator on Density and Viscosity of Pasteurized Goat Milk. The study was conducted from July 26, 2012 to September 5, 2012 in the Laboratory of Animal Production, Faculty of Animal Husbandry General Sudirman University, and Agriculture and Technology Laboratory of the Faculty of Agriculture, University of General Sudirman. The research objectives were to determine the effect of different storage time in refrigerator on density and viscosity of pasteurized goat's milk. Samples were taken from the milk of dairy goat "PEGUMAS" farm, Gumelar, Banyumas. The total milk samples were 36 with each sample consisted of 500 cc. This research used Completely Randomized Design (CRD) with 6 treatments namely without storage, storage time of 2, 4, 6, 8 and 10 days, repeated 3 times. The variables measured were the density and viscosity. The data obtained were analyzed using analysis of variance, followed by Duncant Multiple Range Test.The results showed that the average of density of the initial storage, 2, 4, 6, 8 and 10 days were 1.0260 ± 0.0005 kg.m-3, 1.0342 ± 0.001039 kg.m-3, 1.0348 ± 0.001153 kg.m-3,1.0357 ± 0.000574 kg.m-3,1.0360 ± 0.0005 kg.m -3 and 1.0363 ± 0.000283 kg.m-3.While the viscosity showed 2.4 ± 0.2 cP, 3.1333 ± 0.1155 cP, 3.2667 ± 0.2309 cP, 3.4 ± 0.2 cP, 3.4667 ± 0.2309 cP and 3.6 ± 0.8718 cP. The analysis of variance showed that the densities were highly significantly different (P <0.01) and viscosites were significantly different (P <0.05). The conclusion of the study is pasteurized goat milk stored in refrigerator with consecutive interval of 2 days until the 10th day does increase specific density and viscosity. Pasteurized goat milk is still in normal condition, but lumps emerge which is an indication of damaging milk.
105523448G1B008027KARAKTERISTIK TEMPAT PERINDUKAN DAN KEPADATAN LARVA Aedes spp DAERAH PERDESAAN DAN PERKOTAAN KABUPATEN BANYUMASSalah satu cara yang dapat dilakukan untuk merumuskan intervensi terkait dengan pemberantasan vektor DBD maka perlu diketahui informasi tentang karakteristik tempat perindukan dan kepadatan larva di daerah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik tempat perindukan dan kepadatan larva di daerah perdesaan dan perkotaan di Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini yaitu observasional dengan menggunakan metode survei. Penelitian dilakukan pada dua wilayah kerja puskesmas yaitu Puskesmas II Kembaran untuk daerah perdesaan dan Puskesmas II Purwokerto Timur untuk daerah perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di daerah perdesaan diperiksa sebanyak 314 buah tempat perindukan dan yang positif larva sebanyak 7 buah (2,22%), sedangkan di daerah perkotaan diperiksa sebanyak 242 buah tempat perindukan dan yang positif larva sebanyak 14 buah (5,78%). Sebagian besar tempat perindukan yang positif larva baik di daerah perdesaan maupun perkotaan berjenis TPA, berwarna cerah, terletak di dalam rumah dengan suhu air &#8804; 30o C serta pH air diantara 6,5-9. Berdasarkan perhitungan kepadatan larva dengan indikator desity figure yang meliputi HI, CI dan BI baik wilayah perdesaan maupun perkotaan masuk kedalam kategori kepadatan sedang dengan nilai density figure untuk daerah perdesaan yaitu 2 (HI=6, CI=2,22 dan BI=7) dan daerah perkotaan yaitu 3 (HI=12,5, CI=5,78 dan BI=14,58) yang artinya kedua daerah memiliki resiko untuk terjadi penularan DBD. Diharapkan masyarakat lebih aktif lagi dan memaksimalkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) baik di rumah maupun lingkungan sekitar.One way that could be done to formulate interventions related to the eradication of DBD vectors was to know the information about the characteristics of breeding place and larva density in the area. The purpose of this study was to describe the characteristics of the breeding place and larva density in rural and urban areas in Banyumas. This type of research was observational study using survey method. The study was conducted in two areas that is in the working area of Kembaran Health Center II representing rural area and the working area of East Purwokerto Health Center II representing urban area. The results showed that in the rural areas, a total of 314 breeding place examined and positive larval were 7 place (2,22%), while in the urban areas as many as 242 breeding place were examined and 14 place were positive larval (5,78%). Most of the breeding place thatt is positive larval both in rural and urban area were TPA-type, brightly colored, located inside the house with &#8804; 30o C of water temperature and water pH between 6,5 to 9. Based on the calculation of the larva density using indicator density figures which include HI, CI and BI both in rural and urban areas were in the category of medium density with the density figure value for rural area was 2 (HI = 6, CI = 2,22 and BI = 7) and urban areas was 3 (HI = 12,5, CI = 5,78 and BI = 14.58), which means both areas were at risk for DBD transmission. People were expected to be more active and maximize the mosquito nest eradication program both in the house and in the neighborhood.
105533453C1C007055PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, MATA PENCAHARIAN, PENDAPATAN, DAN JUMLAH TANGGUNGAN TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN
(Studi Kasus pada Masyarakat Kelurahan Sidanegara Kecamatan Cilacap Tengah Kabupaten Cilacap)
Pajak bumi dan bangunan (PBB) adalah pajak yang dipungut atas tanah dan bangunan karena adanya keuntungan dan/atau kedudukan sosial ekonomi yang lebih baik bagi orang atau badan yang mempunyai suatu hak atasnya atau memperoleh manfaat dari padanya. Objek Pajak Bumi dan Bangunan adalah Bumi dan/atau Bangunan yang dimiliki, dikuasai, dan/atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau Badan, untuk sektor perkotaan dan perdesaan kecuali kawasan yang digunakan untuk kegiatan seperti perkebunan, perhutanan, dan pertambangan, dan tempat ibadah.
Tujuan dari penelitian ini adalah hendak mengukur pengaruh tingkat pendapatan, pendidikan, mata pencaharian, dan jumlah tanggungan terhadap efektivitas pembayaran pajak bumi dan bangunan. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sidanegara Kecamatan Cilacap Tengah Kabupaten Cilacap.
Berdasarkan hasil pengolahan data dan pembahasan hasil penelitian, secara parsial tidak semua variabel menunjukkan adanya pengaruh positif terhadap efektivitas pembayaran pajak bumi dan bangunan. Variabel yang memiliki pengaruh positif adalah tingkat pendapatan dan mata pencaharian. Sedangkan variabel berpengaruh negatif adalah tingkat pendidikan dan jumlah tanggungan. Ini dilihat dari nilai koefisien tingkat pendidikan sebesar 1,759, mata pencaharian sebesar 5,248, pendapatan sebesar 5,414, dan jumlah tanggungan sebesar 0,166, dan dimana nilai t tabel sebesar 1,985. Namun secara simultan variabel tingkat pendidikan, mata pencaharian, pendapatan, dan jumlah tanggungan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas pembayaran pajak bumi dan bangunan.
Hasil pengolahan data dengan menggunakan uji elastisitas, variabel yang memiliki pengaruh yang paling dominan adalah variabel tingkat pendapatan. Ini dapat dilihat pada uji elastisitas yang menyatakan tingkat pendapatan merupakan variabel yang paling dominan diantara variabel yang lain.
Upaya pemungutan pajak secara kolektif serta pembenahan integrasi data antara pihak Kelurahan dengan bank merupakan hal yang perlu diperhatikan demi meningkatkan penerimaan pajak bumi dan bangunan, sehingga diharapkan proses pembangunan di daerah dapat terlaksana dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan akan meningkat.
Property tax is a tax levied on land and buildings because of the benefits and/or socio-economic position is better for the person or entity has a right to it or benefit from it. Land and Building Tax Object is land and/or buildings which are owned, controlled, and/or used by an individual or agency, for the urban and rural sectors except areas used for activities like farming, forestry and mining, and places of worship.
The purpose of this study is going to measure the effect of the level of income, education, types of livelihood, and the number of the tax dependents of the effectiveness of property tax payments. The research was conducted in the Village of Sidanegara Sub-District of Central Cilacap, Cilacap.
Based on the results of data processing and discussion of research results, partially not all variables showed a positive influence on the effectiveness of property tax payments. Variables that have a positive influence is the level of income and number of dependents. While variable negative influence is the level of education and number of the tax dependents. It is seen from the coefficient levels of 1.759 for level of education, 5.248 for types of livelihood, 5.414 for income, and 0.166 for the number of tax dependents, and where the value of ttable is 1.985. But simultaneously variable level of education, livelihood, income and number of dependents has a significant impact on the effectiveness of property tax payments.
The results of data processing by using elasticity test, the variables that have the most dominant effect is variable income levels. This can be seen in the elasticity tests declare the income level is the most dominant variable among other variables.
Tax collection efforts collectively and revamping the integration of data between the kantor kelurahan Sidanegara with the bank is to be considered in order to increase property tax revenue, which is expected in the development process can be accomplished, and the welfare of society as a whole will increase.
105543454B1J007150Efisiensi Pakan dan Aktivitas Protease Ikan Gurami, Osphronemus gouramy Lac., sebagai Respon terhadap Perbedaan Kualitas PakanPakan yang berkualitas harus mengandung nutrisi yang tepat bagi pertumbuhan ikan, salah satunya adalah protein. Perbedaan kualitas pakan akan berpengaruh terhadap efisiensi pakan dan efektivitas kinerja enzim pencernaanya salah satunya adalah protease. Penelitian pemberian pakan dengan kadar protein yang berbeda ini berkorelasi dengan efisiensi pakan dan aktivitas protease ikan Gurami (Osphronemus gouramy Lac.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi pakan dan aktivitas protease pada pemberian pakan dengan kadar protein berbeda. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan dasar RAL, dengan 3 macam perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah: (1) ikan Gurami yang diberi pakan dengan kadar protein 20.81%, (2) ikan Gurami yang diberi pakan dengan kadar protein 28.15% dan (3) ikan Gurami yang diberi pakan dengan kadar protein 39.40%. Parameter yang diukur adalah efisiensi pakan dan aktivitas digesti protease. Pengambilan data dilakukan setiap dua minggu sekali untuk data efisiensi pakan dan pada akhir perlakuan untuk data aktivitas protease. Hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata efisiensi pakan sebesar 4.262±0.790% – 10.016±0.468% dan aktivitas protease sebesar 21.897±3.908 U/ml/menit – 31.823±2.474 U/ml/menit. Perbedaan kualitas pakan yang dicobakan berpengaruh sangat nyata terhadap efisiensi pakan dan aktivitas protease. Perbedaan kadar protein pakan mempengaruhi nilai efisiensi pakan dan aktivitas proteasenya. Pakan dengan kadar protein 28.15% memberikan hasil yang paling optimal terhadap nilai efisiensi pakan dan aktivitas protease ikan Gurami.High quality feed must contain essential nutrients, including proteins that capable to support fish growth. Difference in feed quality affects feed efficiency and enzymes activities, one of which is protease. This research, the protein enhancement to the fish feed, was related to feed efficiency and protease activities on gouramy (Osphronemus gouramy Lac.). The objective was to examinethe effects of protein enhancement of various concentration on feed efficiency and protease activities. The experiment were design according to completely randomyzes design with three treatments and four replicates. Treatments consisted of fish feed with protein concentration of (1) 20.81%, (2) 28.15%, (3) 39.40%. Data of feed efficiency were collected twice a week, whereas those for protease activities where by the end of the treatments. The results showed that feed efficiency ranged between 4.262±0.790% and 10.016±0.468%, while protease activities were 21.897±3.908 U/mg/minute – 31.823±2.474 U/mg/minute. different quality of the feed created revealed significant difference in feed efficiency and protease activities. Protein concentration influenced the value of feed efficiency and protease activities. Feed containing 28.15% protein was the optimum concentration both for feed efficiency and protease activities of gouramy.
105553456A1L008040PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK SP-36 DI LAHAN PASIR PANTAIPemanfaatan lahan marginal merupakan dampak dari program alih fungsi lahan pertanian. Salah satunya, pemanfaatan lahan pasir pantai yang memiliki unsur hara rendah-sedang (P sedang = 33,600 ppm) yang belum cukup untuk menunjang pertumbuhan dan hasil tanaman. Hal tersebut merupakan dasar untuk dilakukan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis optimum pupuk SP-36 untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah di lahan pasir pantai. Penelitian pemupukan SP-36 pada bawang merah (Alium ascalonicum.L) ini dilakukan di lahan pasir pantai ketawang, Desa Harjobinangun, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada bulan November 2011 sampai Januari 2012. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL), perlakuan terdiri dari tiga ulangan. Percobaan ini terdiri dari tiga dosis pupuk SP-36 (0, 100 dan 200 kg /ha). Seluruh perlakuan dipupuk 150 kg campuran Urea dan ZA/ha (1:1) setiap satu minggu sekali sampai minggu ke 6. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F 5% dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan DMRT dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemupukan SP36/ha tidak memberikan pengaruh terhadap semua variabel pertumbuhan dan hasil. Rerata hasil segar dan kering umbi saat panen (umur 74 hari setelah tanam), secara berurutan adalah 7,10 ton/ha dan 5,98 ton/ha, hal ini memerlukan penelitian lebih lanjut.Utilization of marginal land is the impact of agricultural land conversion program. One of them, land was used sand beach that has a low-nutrient medium (P medium = 33.600 ppm) were not enough to support the growth and yield. It is the basis for this research. This research aimd to determine the optimum dose of SP-36 fertilizer for growth and yield of onion in the land of sand beach. Adding SP-36 fertilization on onion (Alium ascalonicum.L) was carried out at the land of sand beach Ketawang, Harjobinangun Village, Grabag Subdistrict, Purworejo regency, Central Java in November 2011 up to January 2012. Randomized Block Design was used in this research, the treatment consisted of three replicated. The research consisted of three dose fertilizer of SP-36 (0, 100 and 200 kg/ha). All of treatment was fertilizer by 150 kg mixed of Urea and Za/ha (1:1) every a week up to 6 th of week. Data were analyzed using the F test of 5 % and if significantly different it continued by DMRT with an error rate of 5 %. The result showed that adding SP-36/ha there is now gave good effect on all variable growth and yield. Average of fresh yield and dry weigth of tuber when harvest (74 day after plant) as 7.10 and 5.95 t/ha respectively, this requires further research.
105563457A1L008006PENGENDALIAN HAYATI PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN KENTANG IN PLANTAPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian antagonis terhadap pengendalian penyakit layu fusarium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang (in planta). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 11 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi kontrol (tanpa pengendalian); pengendalian dengan fungisida mankozeb 80%, Bacillus sp.-B2, Bacillus sp.-B4, P. fluorescens-P19, P. fluorescens-P20, P. fluorescens-P21, Penicillium sp.-Pn1, Penicillium sp.-Pn2, Gliocladium sp.-G1, dan Gliocladium sp.-G3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian P. fluorescens-P20 berpengaruh baik terhadap penekanan intensitas penyakit layu fusarium pada tanaman kentang in planta yang ditunjukkan oleh penurunan sebesar 44,45%. Pemberian Gliocladium sp.-G3 berpengaruh baik terhadap komponen pertumbuhan dan hasil ditunjukkan pada peningkatan terhadap tinggi tanaman, bobot segar tanaman, bobot segar akar, jumlah daun, dan bobot umbi masing-masing sebesar 7,83, 65,62, 18,22, 212,27, dan 77,47%.The study was conducted to know the effects of antagonists against Fusarium wilt desease on growth and yield of potato crop (in planta). Randomized Block Design (RBD) was used with 11 treatments and 3 replicated. The treatments were an control, fungicide with active element of mankozeb 80%, Bacillus sp.-B2, Bacillus sp.-B4, P. fluorescens-P19, P. fluorescens-P20. P. fluorescens-P21, Penicillium sp.-Pn1, Penicillium sp.-Pn2, Gliocladium sp,-G1, and Gliocladium sp.-G3. Result of the research showed that application of P. fluorescens-P20 gave good effect on supprassion of the disease on potato crops in planta indicated by decreasing the intensity of 44.45%. Application of Gliocladium sp.G3 showed a good result on growth and yield components, indicated by increasing of crop height , fresh weight of root, fresh weight of crops, the number of leaves, tuber weight as 7.83, 65.62, 18.22, 212.27, and 77.47%, respectively.
105573458E1A007182Kebijakan Pembuatan dan Pelayanan E-KTP dalam Sistem Administrasi Kependudukan(
Studi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Banyumas)
Berbagai permasalahan kependudukan di Indonesia harus segera diselesaikan oleh Pemerintah, karena permasalahan kependudukan mempengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti kepadatan penduduk, penyebaran penduduk yang tidak merata, pendataan penduduk yang tidak akurat, identitas ganda, dan berbagai permasalahan lainnya yang berdampak pada kegiatan lainnya, seperti pemilu dan pembangunan.
Permasalahan administrasi kependudukan tersebut, memaksa pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk membangun Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). SIAK merupakan suatu sistem informasi berbasis web yang disusun berdasarkan prosedur-prosedur dan memakai standarisasi khusus yang bertujuan menata sistem administrasi dibidang kependudukan sehingga tercapai tertib administrasi dan juga membantu petugas dijajaran Pemerintah Daerah khususnya Dinas Kependudukan didalam menyelenggarakan layanan kependudukan.
Penyelenggaraan administrasi kependudukan diarahkan untuk pemenuhan hak asasi setiap orang di bidang pelayanan administrasi kependudukan, pemenuhan data statistik kependudukan secara nasional, regional, dan lokal serta dukungan terhadap pembangunan sistem administrasi kependudukan guna meningkatkan pemberian pelayanan publik tanpa diskriminasi.
Inti SIAK adalah pemberlakuan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Secara Nasional atau di kenal dengan sebutan KTP Elektronik/ E-KTP. Pembuatan dan pelayanan E-KTP lebih modern dengan menyesuaikan kepada perkembangan teknologi informasi dalam mengatasi setiap persoalan Kartu Tanda Penduduk konvensional dan memiliki manfaat lebih daripada Kartu Tanda Penduduk konvensional.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan menggunakan konsepsi legis positivis melalui pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analitis. Spesifikasi penelitian bersifat preskriptif yang terdiri dari dua macam yaitu inventarisasi hukum positif dan Penelitian Terhadap Taraf Sinkronisasi Vertikal dan Horizontal. Lokasi penelitian di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas. Jenis bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum dikumpulkan dengan studi kepustakaan dan dokumenter, kemudian disajikan dengan metode display yang di analisis dengan interpretasi sistematis dan gramatikal.
The various population problem in indonesia must be finished by goverment,because the population problem have influenced to another aspects in our nation life. Such as, population density,population distribution which is not spreas all over, inaccurate population data process, double identities, and many others. Furthermore, population problem also impacts in several activities, such as general elections, and development side.
Those population administration problem compulses the goverment taking policy to construct SIAK. SIAK is an information system based web that is arranged based on the procedures, and it uses special standardization. The purposes of SIAK are manages administration system in order to reach a good administration, helps goverment agencies at demodraphy department to require population service.
The implementation of population administration is directed towards fullfilment humant right in population administration service, statistic data population fullfilment, and as a support establihing administration system.it purposes to increase extending public service without discrimination thing.
Those implementation applied in 3 ways. They are : nationally, regionally, and locally. The core of SIAK is NIK validity or we called E-KTP. Making and serving of E-ktp adapted based on modern technology. This way is considered prefer to residence indentification card (KTP) conventional.
Research methodology is juridical normative. This methodology use possitive legis conception by legistation approach and analysis approach. Specification of methodology is perspective. Perspective have two ways. They are : inventarisation possitive law, vertical and horizontal sincronization research. Location of this research is population and civil registrar department at banyumas. Sources of law is taken from primary law and secondary law. Technique of data collection: the researcher uses library books and documenter files. For completing the analysis. The supporting sources are also needed. It includes display method that will be analized by interpretation system and gramatical.

105583461E1A006171PENYELENGGARAAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN BERDASARKAN UNDANG UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN
(Studi di Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara)
Pada saat ini pemerintah banyak mendapat sorotan publik terutama dalam hal pelayanan. Masyarakat menuntut pelayanan yang efektif dalam berbagai hal. Aparat kecamatan sebagai birokrat di tingkat Kecamatan dituntut untuk mampu melaksanakan fungsi utamanya yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik, cekatan, efektif dan efisien. Salah satu wujud pelayanan administrasi publik di wilayah Kecamatan adalah pelayanan administrasi kependudukan yang diatur dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan penyelenggaraan pelayanan administrasi kependudukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan di Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan analisis. Metode analisis yang digunakan adalah normatif kualitatif, metode interpretasi yang digunakan adalah metode interpretasi bahasa atau gramatikal dan metode interpretasi sistematis atau interpretasi dogmatis.
Berdasarkan hasil penelitian, penyelenggaraan Administrasi kependudukan di Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara didasarkan pada Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2006 kemudian dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2007 yang mengatur secara teknis penyelenggaraan administrasi secara nasional. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2007, maka Kabupaten Banjarnegara membentuk Peraturan Daerah Kabupaten Banjarnegara Nomor 1 Tahun 2009. Berdasarkan PERMENDAGRI No. 4 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelayanan Adminstrasi Terpadu Kecamatan, Bupati mendelegasikan sebagian kewenangannya kepada camat kemudian camat secara teknis melakukan sinkronisasi perencanaan dengan Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) dan instansi vertikal di bidang penyelenggaraan pemerintahan. Berdasarkan Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2009, instansi pelaksana pada wilayah kecamatan adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melalui SKPD. Beberapa hambatan normatif terhadap penyelenggaraan administrasi kependudukan berdasarkan Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 di Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara adalah mengenai instansi pelaksana, pelayanan administrasi kependudukan, dan waktu penerbitan dokumen Pendaftaran Kependudukan.

At the moment the government often received the attention of public especially in the matter of service. The Indonesian community demanded the effective service in various matters. Subdistrict’s official as bureaucrat at subdistrict level demanded to be able to run the main function that is give good, adroit, effective, and effisien services to peoples. One of the public administration service at subdistrict area is demography administration service that arranged in Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan. This research aims to know the problems of exertion demography administration service based to Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan at Mandiraja Subdistict in the Banjarnegara Regency.
This research use yuridis normative method with law and analytic approach. Analytical method that used is normative qualitative, interpretation method that used is grammatical method and systematic interpretation method or dogmatic interpretation.
Based on the research results, the exertion of demography administration at Mandiraja Subdistrict in the Banjarnegara Regency based on Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2006 then Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2007 is out that rules technically exertion of administration nationally. Based on Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2007, so Banjarnegara regency made Peraturan Daerah Kabupaten Banjarnegara Nomor 1 Tahun 2009. Based on PERMENDAGRI No. 4 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelayanan Adminstrasi Terpadu Kecamatan, the regent delegate a part of his authority for head of subdistrict then technically head of subdistrict doing plan synchronization with Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) and vertical instance at scope of administration exertion. Based on Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2009, practitioner instance at subdistrict area is Demography Official and Civil Registration through SKPD. Some of normative obstraction toward exertion of demography administration based on Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 at Mandiraja Subdistrict in the Banjarnegara Regency are about practitioner instance, demography administration service, and publication time of demography registration document.
105593462C1C006057PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP SENJANGAN ANGGARAN DENGAN KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN DAN ASIMETRI INFORMASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Survei pada Individu Pemegang Jabatan di PDAM Kabupaten Tasikmalaya)The aims of research are first to find out and to analyze the effect of budgetary participation on budgetary slack, to find out and to analyze the role of environmental
uncertainty in moderating the relationship between budgetary participation and budgetary
slack and to find out and to analyze the role of information asymmetry in moderating the
relationship between budgetary participation and budgetary slack at PDAM in Tasikmalaya
Regency. The research was conducted at the office of PDAM in Tasikmalaya Regency.
Number of respondents in the research is 43 employees. Which is the sampling technique
used in this research is probability sampling (selected sample). The method of research is
survey with technique data analysis is moderated regression analysis. To test the first, second and third hypothesis of this research is used moderated regression analysis. The analysis result show that computed-t of variable X_Y is smaller than the value of -t-table, computed-t of variable X-Z1_Y is greater than the value of -t-table and computed-t of variable X-Z2_Y is greater than the value of t-table, therefore the first hypothesis can be accepted, the second hypothesis is rejected and the third hypothesis is accepted. Based on the result of data analysis, it can be concluded that budgetary participation has significant effect on budgetary slack, environmental uncertainty does not moderates the relationship between budgetary participation and budgetary slack and information asymmetry moderates the relationship between budgetary participation and budgetary slack at PDAM in Tasikmalaya Regency
105603480A1L008094POTENSI PUPUK HAYATI MIKORIZA BERBASIS Bacillus subtilis B46 DALAM PENEKANAN PENYAKIT PUSTUL BAKTERI, PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAIPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pupuk hayati mikoriza berbasis B. subtilis B46 terhadap penekanan penyakit pustul bakteri, peningkatan pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian dilakukan di lahan Ultisol Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, selama bulan Mei sampai September 2011. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang dicoba yaitu POK1 (kontrol (Penggunaan pupuk organik pabrikan 1000 kg/ha dan dosis anjuran pupuk kimia sintetik)), MB1K1 (Pupuk hayati mikoriza- B. subtilis B46 dosis 2 kuintal/ha dengan dosis pupuk kimia sintetis 100%), MB1K2 (Pupuk hayati mikoriza- B. subtilis B46 dosis 2 kuintal/ha dengan dosis pupuk kimia sintetis 75%), MB1K3 (Pupuk hayati mikoriza- B. subtilis B46 dosis 2 kuintal/ha dengan dosis pupuk kimia sintetis 50%), MB2K1 (Pupuk hayati mikoriza- B. subtilis B46 dosis 3 kuintal/ha dengan dosis pupuk kimia sintetis 100%), MB2K2 (Pupuk hayati mikoriza- B. subtilis B46 dosis 3 kuintal/ha dengan dosis pupuk kimia sintetis 75%), MB2K3 (Pupuk hayati mikoriza- B. subtilis B46 dosis 3 kuintal/ha dengan dosis pupuk sintetis 50%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk hayati mikoriza-B. subtilis B46 dengan dosis dosis 3 Kw/Ha yang dikombinasi dosis anjuran pupuk kimia sintetis 50% dapat menekan perkembangan penyakit pustul bakteri yaitu 54,75 % ( turun menjadi 8,25 %) disusul oleh perlakuan pupuk hayati mikoriza-B. subtilis B46 3 Kw/Ha dengan dosis anjuran pupuk kimia sintetis 100% yaitu 58 %. Perlakuan pupuk mikoriza berbasis B. subtilis B46 yang diberikan belum berpengaruh pada pertumbuhan dan produksi kedelai. Panjang akar terpanjang dicapai pada kontrol (11,88 cm), disusul oleh perlakuan dosis pupuk hayati mikoriza dan B. subtilis B46 sebesar 3 Kw/Ha yang dikombinasi dosis anjuran pupuk kimia sintetis 100 % yaitu mencapai 9,52 cm (23,94 % lebih rendah dari kontrol).Research was aimed to knowing the potention of mycorrhizal biofertilizer B. subtilis B46 for descresing symtoms of patogen, optimalitation growth and yield soybean. The research was carried out in the field with Ultisol soil type in the Village Kaliori, District Kalibagor, Banyumas from May to September 2011. The research using Randomized Completed Block Design (RAK), with seven treatments and four replications. The treatment is POK1 (control (industry of organic fertilizer 1000 kg / ha and recommended doses of chemical fertilizers sintetik 100%)), MB1K1 (doses of mycorrhizal biofertilizer and B. subtilis B46 at 2 Kw / Ha recommended doses combined 100% synthetic chemical fertilizers), MB1K2 (doses of mycorrhizal biofertilizer and B. subtilis B46 at 2 Kw / Ha recommended doses combined 75% synthetic chemical fertilizers), MB1K3 (doses of mycorrhizal biofertilizer and B. subtilis B46 at 2 Kw / Ha recommended doses combined 50% synthetic chemical fertilizers), MB2K1 (doses of mycorrhizal biofertilizer and B. subtilis B46 at 3 Kw / Ha recommended doses combined 100% synthetic chemical fertilizers),
MB2K2 (doses of mycorrhizal biofertilizer and B. subtilis B46 at 3 Kw / Ha recommended doses combined 75% synthetic chemical fertilizers), MB2K3 (doses of mycorrhizal biofertilizer and B. subtilis B46 at 3 Kw / Ha recommended doses combined 50% synthetic chemical fertilizers). The Results showed that the treatment of mycorrhizal biofertilizer, B. subtilis B46 3 Kw / Ha combined with 50% of synthetic chemical fertilizers descresing symtoms of patogen, that is 54.75%, followed by treatment-mycorrhizal biofertilizer B. subtilis B46 3 Kw / ha with 100% of synthetic chemical fertilizers that is 58 %. The treatment of mycorrhizal biofertilizer, B. subtilis B46 given not affect the growth and production of soybean. The longest root length achieved in the control (11.88 cm), followed by treatment doses of mycorrhizal biofertilizer and B. subtilis B46 at 3 Kw / Ha recommended doses combined 100% synthetic chemical fertilizers, reaching 9.52 cm (23.94% lower than the control).