Home
Login.
Artikelilmiahs
3468
Update
NURUL ASRORI
NIM
Judul Artikel
STUDI KOMPARASI PANJANG LENGKUNG GIGI, OVERJET, DAN TINGGI PALATUM ANTARA PENDERITA THALASSAEMIA BETA MAYOR DENGAN INDIVIDU NORMAL DI KOTA BANJAR
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Thalassaemia beta mayor merupakan kelompok dari anemia hemolitik yang disebabkan oleh gangguan sintesis rantai globin beta yang dalam bentuk parah ditandai dengan kelainan kraniofasial. Tujuan penelitian ini ialah melakukan kajian perbedaan panjang lengkung gigi, overjet, dan tinggi palatum antara penderita thalassaemia beta mayor dengan individu normal. Sampel penelitian ini sebanyak 26 terdiri dari 13 sampel penderita thalassaemia beta mayor dan 13 sampel normal dengan usia dan jenis kelamin yang sama, memiliki usia rata-rata 14,4 ± 2,2 tahun, dan masing-masing kelompok terdiri dari 3 laki-laki dan 10 perempuan. Model studi, jangka sorong, dan penggaris digunakan untuk membantu pengukuran panjang lengkung gigi, overjet, dan tinggi palatum, sedangkan Independent T-test digunakan sebagai metode analisisnya. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan secara bermakna panjang lengkung gigi (nilai p=0,196), overjet (nilai p=0,299), dan tinggi palatum (nilai p=0,073) antara penderita thalassaemia beta mayor dengan individu normal. Artinya, penderita thalassaemia beta mayor memiliki panjang lengkung gigi, overjet, dan tinggi palatum yang relatif normal. Saran dari penelitian ini perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai karakteristik lengkung gigi pada penderita thalassaemia beta mayor yang rutin dan yang tidak rutin melakukan transfusi darah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Beta-Thalassaemia Major is a group of hemolytic anemias caused by problems in synthesis of beta-globin chains in the severe form characterized by craniofacial deformities. The aim of this research is to study a difference of arch length, overjet, and palatal height between beta-thalassaemia major patients with normal individuals. The samples are 26 consisted of 13 beta-thalassaemia major samples and 13 normal samples matched by age and sex, average age is 14.4 ± 2.2 years, and each group consisted of 3 males and 10 females. Dental casts, sliding caliper, and ruler are used to help measurement of arch length, overjet, and palatal height, whereas Independent T-test is used as analysis methods. The results show no significant difference of arch length (p-value=0.196), overjet (p-value=0.299), and palatal height (p-value=0.073) between beta-thalassaemia major patients with normal individuals. The meaning, beta-thalassaemia major patients have a normal relatively of arch length, overjet, and palatal height. The suggestion need to be done further research about characteristics of dental arch in beta-thalassaemia major patients who are routine and not routine in blood transfusion.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save