Home
Login.
Artikelilmiahs
3448
Update
R. WIDHY CAHYO KUSUMO
NIM
Judul Artikel
KARAKTERISTIK TEMPAT PERINDUKAN DAN KEPADATAN LARVA Aedes spp DAERAH PERDESAAN DAN PERKOTAAN KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk merumuskan intervensi terkait dengan pemberantasan vektor DBD maka perlu diketahui informasi tentang karakteristik tempat perindukan dan kepadatan larva di daerah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik tempat perindukan dan kepadatan larva di daerah perdesaan dan perkotaan di Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini yaitu observasional dengan menggunakan metode survei. Penelitian dilakukan pada dua wilayah kerja puskesmas yaitu Puskesmas II Kembaran untuk daerah perdesaan dan Puskesmas II Purwokerto Timur untuk daerah perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di daerah perdesaan diperiksa sebanyak 314 buah tempat perindukan dan yang positif larva sebanyak 7 buah (2,22%), sedangkan di daerah perkotaan diperiksa sebanyak 242 buah tempat perindukan dan yang positif larva sebanyak 14 buah (5,78%). Sebagian besar tempat perindukan yang positif larva baik di daerah perdesaan maupun perkotaan berjenis TPA, berwarna cerah, terletak di dalam rumah dengan suhu air ≤ 30o C serta pH air diantara 6,5-9. Berdasarkan perhitungan kepadatan larva dengan indikator desity figure yang meliputi HI, CI dan BI baik wilayah perdesaan maupun perkotaan masuk kedalam kategori kepadatan sedang dengan nilai density figure untuk daerah perdesaan yaitu 2 (HI=6, CI=2,22 dan BI=7) dan daerah perkotaan yaitu 3 (HI=12,5, CI=5,78 dan BI=14,58) yang artinya kedua daerah memiliki resiko untuk terjadi penularan DBD. Diharapkan masyarakat lebih aktif lagi dan memaksimalkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) baik di rumah maupun lingkungan sekitar.
Abtrak (Bhs. Inggris)
One way that could be done to formulate interventions related to the eradication of DBD vectors was to know the information about the characteristics of breeding place and larva density in the area. The purpose of this study was to describe the characteristics of the breeding place and larva density in rural and urban areas in Banyumas. This type of research was observational study using survey method. The study was conducted in two areas that is in the working area of Kembaran Health Center II representing rural area and the working area of East Purwokerto Health Center II representing urban area. The results showed that in the rural areas, a total of 314 breeding place examined and positive larval were 7 place (2,22%), while in the urban areas as many as 242 breeding place were examined and 14 place were positive larval (5,78%). Most of the breeding place thatt is positive larval both in rural and urban area were TPA-type, brightly colored, located inside the house with ≤ 30o C of water temperature and water pH between 6,5 to 9. Based on the calculation of the larva density using indicator density figures which include HI, CI and BI both in rural and urban areas were in the category of medium density with the density figure value for rural area was 2 (HI = 6, CI = 2,22 and BI = 7) and urban areas was 3 (HI = 12,5, CI = 5,78 and BI = 14.58), which means both areas were at risk for DBD transmission. People were expected to be more active and maximize the mosquito nest eradication program both in the house and in the neighborhood.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save