Home
Login.
Artikelilmiahs
3437
Update
NASIR GUNAWAN WIBISONO
NIM
Judul Artikel
PEMBUATAN BRIKET ARANG DARI KULIT UBI KAYU MENGGUNAKAN ALAT PENCETAK BRIKET SEMI MEKANIS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kebutuhan energi masyarakat mengalami peningkatan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kebutuhan bahan bakar yang bersumber dari fosil. Salah satu alternatif untuk mengurangi masalah tersebut adalah memanfaatkan kulit ubi kayu yang telah menjadi limbah sebagai briket arang. Briket arang yang dibuat secara tradisional mempunyai beberapa kelemahan, antara lain banyak bahan baku yang terbuang dan ukuran yang dihasilkan tidak seragam. Salah satu upaya untuk mengurangi kelemahan tersebut, yaitu dengan membuat briket arang menggunakan alat pencetak briket semi mekanis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas briket arang dari kulit ubi kayu menggunakan alat pencetak briket semi mekanis, kombinasi yang tepat antara jumlah perekat briket arang dan kuat tekan diberikan pada alat pencetak briket semi mekanis untuk menghasilkan kualitas briket yang baik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor perlakuan yang digunakan adalah kuat tekan dan jumlah perekat. Variabel yang diamati yaitu kekuatan briket arang, kerapatan, kadar air, nilai kalor, kadar abu, volatile matter dan fixed carbon. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F, apabila hasil menunjukkan pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan DMRT dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara kuat tekan dan jumlah perekat memberikan pengaruh nyata terhadap kadar abu, volatile matter, dan fixed carbon. Perlakuan kuat tekan memberikan pengaruh nyata terhadap kerapatan, volatile matter dan fixed carbon. Perlakuan jumlah perekat memberikan pengaruh nyata terhadap kerapatan, kadar air dan kadar abu. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan briket arang 0,46 J – 0,74 J, kerapatan 0,49 g/cm3 – 0,8 g/cm3, kadar air 3,38% - 4,8%, nilai kalor 4083,45 kal/g – 4992,33 kal/g, kadar abu 1,7% - 2,5%, volatile matter 14,9% – 22,7%, fixed carbon 71,1% - 86,3%. Hasil tersebut mendekati standar kualitas sifat fisik-kimia briket arang dari Inggris. Kombinasi perlakuan terbaik yaitu kuat tekan 241,98 kPa dengan perekat 8% yang menghasilkan fixed carbon 86,3%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The human energy needs have increased along with the rapid technology development, especially the need of fuel that derived from fossils. One alternative to reduce these problems isutilizes the cassava barks that have become waste as charcoal briquettes. Charcoal briquettes that made traditionally have some weaknesses, such as many raw materials are wasted and the size of charcoal briquettes produced not similiar. An effort to reduce those weaknesses, namely by making charcoal briquettes using a semi mechanical briquettes shaper. The purpose of this study was knowing the quality of the charcoal briquettes from cassava barks using a semi mechanical briquettes shaper, was knowing good combination between the amount of adhesive materials of charcoal briquettes and the pressure exerted on the semi mechanical briquettes shaper to produce good quality briquettes. This study was used Randomized Block Design (RBD). Treatment factors that used in this study was the pressure and amount of adhesive materials. Observed variables, namely charcoal briquette strength, density, moisture content, calorific value, levels of ash, volatile matter and fixed carbon. The data were analyzed using the F test, if the results show a marked influence, then followed by DMRT at level 5%. The results showed that the combination of pressure and amount of adhesive material gives a marked influence on levels of ash, volatile matter, and fixed carbon. Pressure treatment on the marked influence briquettes printer gives a marked influence on density, volatile matter and fixed carbon. Treatment on amount of adhesive materials gives a marked influence on density, moisture content and levels of ash. The results showed that the power of charcoal briquettes 0.46 J - 0.74 J, the density 0.49 g/cm3 - 0.8 g/cm3, water content 3.38% - 4.8%, calorific value 4083.45 cal / g - 4992.33 cal / g, levels of ash 1.7% - 2.5%, volatile matter 14.9% - 22.7% and fixed carbon 71.1% - 86.3%. The results are approaches to the quality standards of physical-chemical characteristic of charcoal briquettes from English. The combination of the best treatment is 241.98 kPa pressure with adhesive materials 8%, which produces 86.3% fixed carbon.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save