| NIM | H1G010030 |
| Namamhs | DINA ANGGRAINY SURASAPUTRA |
| Judul Artikel | PENGARUH WAKTU KONTAK LIMBAH CAIR TAHU DENGAN LAHAN BASAH BUATAN SISTEM FWS MENGGUNAKAN Eichhornia crassipes DALAM PERBAIKAN KUALITAS AIR |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Industri tahu merupakan salah satu industri makanan yang sedang berkembang pesat akibat meningkatnya konsumsi masyarakat. Limbah cair tahu memiliki karakteristik bahan organik dan nitrat tinggi yang dapat mempengaruhi perubahan kualitas air dan kehidupan biota akuatik, sehingga perlu pengolahan terlebih dahulu. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam pengolahan limbah adalah waktu kontak. Oleh sebab itu, telah dilakukan penelitian pengaruh waktu kontak limbah cair tahu dengan lahan basah buatan sistem free water surface-flow menggunakan Eichhornia crassipes dalam perbaikan kualitas air. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan waktu kontak optimal dan mengetahui besar penurunan biological oxygen demand (BOD), nitrat dan total suspended solid (TSS) selama waktu percobaan 4, 8, 12, dan 16 hari hingga sesuai baku mutu yang ditetapkan Perda Jateng No. 5/2012. Penelitian ini menggunakan air limbah dengan pengenceran 50% (konsentrasi BOD 1950 mg/L, nitrat 16,894 mg/L, dan TSS 659,54 mg/L), dan media yang tersusun atas kerikil, pasir, dan tanah. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa waktu kontak paling optimal agar kualitas air limbah tahu sesuai baku mutu yaitu 12 hari dengan penurunan BOD, nitrat, TSS berturut-turut sebesar 1946 mg/L (99,77%); 14,7368 mg/L (93,96%); 579,747 mg/L (87,90%). |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Tofu industry is a one of food industry which growing rapidly due to increased consumption. The characteristic of tofu wastewater was high organic matter and nitrate, which influence a water quality and aquatic organism, therefore it need treatment properly. One of important things in wastewater treatment is hydraulic retention time (HRT). Therefore, this study conducted about the effect HRT of tofu wastewater with constructed wetland free water surface (FWS) system using Eichhornia crassipes to improve water quality, aiming to know optimal HRT and biological oxygen demand (BOD), nitrate, and total suspended solid (TSS) removal during 4, 8, 12, 16 days of research to comply the water quality standard (Perda Jateng No. 5/2012). The research use 50% dilution of tofu wastewater (BOD 1950 mg/L, nitrate 16,894 mg/L, and TSS 659,54 mg/L) and using gravel, sand, and soil for the media. The result showed that optimal HRT to comply the water quality standard is 12 days with BOD, nitrate, and TSS removal i.e. 1946 mg/L (99,77%); 14,7368 mg/L (93,96%); 579,747 mg/L (87,90%). |
| Kata kunci | Lahan basah buatan,limbah cair tahu, BOD, nitrat, TSS |
| Pembimbing 1 | Drs. Asrul Sahri Siregar M.Si |
| Pembimbing 2 | Nuning Vita Hidayati, S.Pi., M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2014-11-08 01:45:32.101717 |
|---|