| NIM | F1A011077 |
| Namamhs | SRIE MUSTIKA RAHAYU |
| Judul Artikel | Industri Kreatif Film (Studi Tentang Upaya Komunitas Film ‘Lingkar Biru di Purwokerto Dalam Pengembangan Eksistensi) / Creative Industry (A Study About The Effort of 'Lingkar Biru Studios’ Film Community in Purwokerto in The Existence Development)
|
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Skripsi dengan judul Industri Kreatif Film (Studi Tentang Upaya Komunitas Film ‘Lingkar Biru Studios’ di Purwokerto Dalam Pengembangan Eksistensi) ini adalah laporan tentang bagaimana Komunitas Film Lingkar Biru Studios sebagai salah satu industri kreatif di bidang film atau video ini menjaga dan mengembangkan eksistensinya di Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi dan wacana, serta menambah wawasan dan cakrawala pengetahuan kepada masyarakat luas mengenai fenomena dan pola-pola komunitas ekonomi kreatif yang ada dalam masyarakat, khususnya pada subsektor film di Purwokerto. Penelitian ini juga menganalisis upaya yang dilakukan oleh komunitas tersebut dalam mengembangkan eksistensinya. Informan utama dalam penelitian ini adalah Komunitas Film Lingkar Biru Studios, yang merupakan salah satu komunitas film yang dinilai cukup berkembang di Purwokerto. Sedangkan informan pendukung sebagai sasaran validasinya adalah orang-orang yang pernah melakukan kerja sama dengan Komunitas Film Lingkar Biru. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam menentukan informannya. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Metode analisis kualitatif pada penelitian ini berpedoman pada model analisis interaktif. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa upaya yang dilakukan oleh LB dalam mengembangkan eksistensinya adalah menjaga kualitas dengan cara terus belajar dan berkreasi dan mempertahankan kualitas, karena dengan kualitas, orang dapat menilai sesuatu sehingga eksistensi akan hadir sebagai bonus bagi mereka yang terus belajar dan mengasah kreativitas. Selain itu, LB berusaha menghindari konflik antar anggota, memanfaatkan hasil dari proyek untuk membelii alat-alat yang baru, dan yang terpenting adalah memperluas jaringan dengan cara memperbanyak link. Proses interaksi internal yang dimiliki LB dalam proses produksi dan pemasaran sangat cair dan fleksibel, tiap-tiap anggotanya menguasai keterampilan hampir semua bidang yang dibutuhkan dalam produksi sehingga dapat saling meng-handdle satu sama lain. Kendala yang ditemukan selama perjalanan LB lebih pada persoalan teknis dan waktu saja, karena kendala dalam interaksi dapat diatasi secara mudah mengingat satu sama lain telah saling memahami karakter dan kapasitasnya masing-masing. LB berusaha tetap menjaga kualitas dengan mencari sesuatu yang selalu baru dari ide dan gagasan yang ingin mereka wujudkan menjadi sebuah karya. Hal itu yang menjadi poin paling penting dalam upaya mengasah kreativitas LB guna mewujudkan eksistensi sebagai ekonomi kreatif. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The thesis entitled Film Creative Industry (A Study about The Effort of 'Lingkar Biru Studios’ Film Community in Purwokerto In The Existence Development) is a report about the way of The Lingkar Biru Studios Film Community as one of the creative industries maintains and develops its existence in Purwokerto. This research aims to provide information and discourse, and to increase the insight and knowledge to the public about the phenomena and the patterns of creative economies community in society, especially in the sub-sector of film in Purwokerto. This research also analyzes the efforts made by the community in enhancing its existence. The main informants in this study are Lingkar Biru Studios Film Community which is one of the film community considered as a sufficiently developed one in Purwokerto.The supporting informants as the target of validation are people who have cooperated with The Lingkar Biru Studios Film Community. This research is a qualitative research using purposive sampling technique in determining the informants. The techniques in collecting data are in-depth interviews and observation. The qualitative analysis methods in this research used interactive analysis model. From the research results, it can be concluded that the efforts are made by LB in developing its existence is maintaining the quality by keep learning, creating and maintaining the quality. By maintaining the quality, one can assess the existence of something so the existence will come as a bonus for those who continue to learn and sharpen the creativity. Besides, LB also tries to avoid conflict among members, and to utilize project results to purchase new tools, and the most important is widening the network by raising the link. The internal interaction done by LB in the production and marketing process is very friendly and flexible. The members of the community master in almost all required skills in many areas of production so they can rely on each other. The obstacles found during the process of LB found were more on the technical issues and time, because the obstacles on the interaction can be overcome easily since the members have understand the characters and capacities each other. LB tries to keep the quality by always looking for new ideas that they want to create into a masterpiece. This is the most important point in the effort to sharpen the LB creativity in order to raise up the existence as creative economy. |
| Kata kunci | Ekonomi Kreatif, Eksistensi, Kreativitas, Komunitas Film / Creative Economy, Existence, Creativity, Film Community |
| Pembimbing 1 | Dr. Hariyadi |
| Pembimbing 2 | Drs. Dalhar Shodiq, M. Si |
| Pembimbing 3 | Drs. Hendri Restuadhi, M. Si., MA (Soc) |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2015-04-10 03:52:14.590771 |
|---|