Home
Login.
Artikelilmiahs
9555
Update
PRABOWO
NIM
Judul Artikel
Interaksi Pemerintah Daerah, Swasta dan Masyarakat Dalam Pengembangan Industri Kerajinan Rotan di Kabupaten Cirebon
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini membahas tentang Interaksi Pemerintah Daerah, Swasta dan Masyarakat Dalam Pengembangan Industri Kerajinan Rotan di Kabupaten Cirebon. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan serta menjelaskan interaksi pemerintah daerah, swasta dan masyarakat dalam pengembangan industri kerajinan rotan di Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil Penelitian ini mengungkapkan dimana interaksi pemerintah daerah, swasta dan masyarakat dalam pengembangan industri kerajinan rotan di Kabupaten Cirebon mengalami kesulitan akibat diberlakukannya sebuah peraturan berupa SK MenDag (No.12/M-Dag/6/2005 yang memperbolehkan mengekspor bahan mentah rotan ke luar negeri, hal tersebut berdampak terhadap penurunan produksi kerajinan rotan di Kabupaten Cirebon. SK Mendag terlihat jelas adanya suatu kepentingan yang menguntungkan daerah penghasil rotan dan merugikan daerah pengolah bahan mentah rotan seperti di Kabupaten Cirebon. Interaksi pemerintah daerah lebih dibatasi dengan adanya peraturan dari pusat, sehingga upaya pengembangan industri kerajinan rotan di Kabupaten Cirebon mengalami kesulitan dan mengakibatkan para pemilik industri kerajinan rotan menutup usahanya, dan masyarakat yang bekerja sebagai penganyam kerajinan rotan kehilangan pekerjaannya. Interaksi yang dilakukan berupa pelatihan anyam rotan, sosialisasi perizinan usaha industri dan memfasilitasi untuk mendapatkan bahan baku rotan melalui kerjasama antar pemerintah daerah Kabupaten Cirebon dengan daerah seperti Sulawesi dan Kalimantan. Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini adalah pengembangan industri kerajinan rotan di Kabupaten Cirebon masih belum bisa berkembang dengan masih diberlakukannya SK MenDag (No.12/M-Dag/6/2005, sehingga upaya pelatihan yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupten Cirebon dengan bekerjasama dengan swasta untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat dirasa percuma, jika bahan baku yang menjadi inti industri kerajinan rotan masih langka dan lebih banyak diekspor ke luar negeri.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research discuss about the interaction of the regional governments, private companies and the local community in the development of rattan industry in the district of Cirebon. The aim of this research is to understand and described as well as explain the interaction of the regional governments, private companies and the local community in the development of rattan industry in the district of cirebon. This research using qualitative methods by case study approach. The results of this study revealed that the interaction of the local government, the private companies and the local community in the development of rattan industry in Cirebon suffered from the imposition of a rule in the form of Minister Decree (12 / M-Dag / 6/2005) which allows export of rattan raw materials to the outside country, this may impact production decline in Cirebon rattan. Trade Minister Decree clearly visible that there are a beneficial interest rattan producing regions however regional disadvantage of rattan raw material processing such as in Cirebon. Local government more limited interaction with the regulations of the center, so that the industrial development efforts in Cirebon rattan difficulties and resulted in the rattan industry owners to close down, and the people who work as rattan weavers lost their jobs. Interaction is done in the form of woven rattan training, socialization and facilitate business licensing industry to obtain raw materials of rattan through cooperation between local governments Cirebon with areas like Sulawesi and Kalimantan. The result of this research is the development of rattan industry in Cirebon are still unable to develop due to the occuring of a decree trade minister (12 / M-Dag / 6/2005), so that the training efforts undertaken by local governments to cooperate Cirebon with the private companies to provide training to the local community is considered useless, if the raw material is at the core of rattan industry is still scarce and more widely exported abroad.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save