Home
Login.
Artikelilmiahs
3781
Update
MUHAMMAD SAFRI ALHAJI
NIM
Judul Artikel
Pemaknaan Tradisi Ruwahan bagi masyarakat Desa Wareng Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana masyarakat Desa Wareng Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo memaknai tradisi Ruwahan menjelang bulan Ramadhan. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, metode pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling, metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terjadi perubahan-perubahan dalam pelaksanaan tradisi Ruwahan diantaranya waktu untuk melaksanakan Ruwahan yang dahulu tanggal 1 Ruwah sekarang menjadi tanggal 15 Ruwah. Menu yang disajikan yang dahulunya adalah makanan tradisional seperti weku, sengkulun dan lemper sekarang menjadi makanan ringan seperti bakwan, roti dan agar-agar. Bingkisan untuk para tamu undangan acara Ruwahan yang dahulu berupa berkat atau besek yang berisi makanan seperti nasi, mie, telur dan sayur-sayuran yang sudah dimasak sekarang diganti dengan mi instan. Masyarakat desa Wareng mempunyai pemaknaan yang beragam tentang tradisi Ruwahan. Makna tradisi Ruwahan bagi Masyarakat Desa Wareng diantaranya adalah membersihkan lahir dan batin untuk menghadapi bulan Ramadhan, mengirim doa kepada leluhur, pengabdian kepada orang tua, bersedekah dan bersosialisasi serta kerja sama.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The purpose of this study was to determine how the village of Wareng District Butuh Purworejo Ruwahan interpret tradition before the month of Ramadan. This research method using qualitative descriptive methods, sampling methods using purposive sampling techniques, data collection methods used in-depth interviews, observation and documentation. The results of this study indicate that there are any changes in the implementation of the tradition Ruwahan Ruwahan them time to carry out the first date 1 Ruwah now be on 15 Ruwah. The menu is presented which used traditional food like weku, sengkulun and lemper now become like bakwan snacks, bread and jelly. Gifts for the guests of the event that used to be a blessing Ruwahan or baskets containing food such as rice, noodles, eggs and vegetables are cooked now replaced with instant noodles. Wareng Villagers have diverse meanings of tradition Ruwahan. Meaning Ruwahan tradition for Wareng Villagers are clearing them are physically and mentally to face the month of Ramadan, send a prayer to the ancestors, devotion to parents, as well as charity and social cooperation.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save