Artikel Ilmiah : F1D009036 a.n. WAHYU SETO AJI
| NIM | F1D009036 |
|---|---|
| Namamhs | WAHYU SETO AJI |
| Judul Artikel | ANALISIS KONSEPTUALISASI POLITIK PESANTREN TENTANG SIYASAH ANTARA PONDOK PESANTREN SALAFI DI KABUPATEN CILACAP DAN PONDOK PESANTREN ASWAJA AN-NAHDLIYAH DI KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Konsep negara dan kekuasaan pada hasil penelitian ini dijabarkan dengan konsep kunci yaitu daulah, negara adalah satu kewilayahan yang menjadi alat untuk pelayan masyarakat, namun tidak terbatas kepada teritorial, ras, suku dan bangsa. Sedangkan pendapat lain memahami bahwa negara merupakan pelayan masyarakat yang terbatas oleh aturan dan hukum yang berlaku. Sedangkan dalam memahami konsep syura kedua pondok pesantren sepakat bahwa syura merupakan aturan baku yang murni berasal dari Islam guna menjalankan pemerintahan. Konsep kunci ke tiga adalah demokrasi, dalam memandang demokrasi kedua pondok pesantren senada bahwa demokrasi adalah sistem yang berasal bukan dari Islam. Namun pondok pesantren memiliki pandangan yang berbeda dalam memahami demokrasi, yaitu menolak demokrasi, kedua menerima dalam kondisi darurat untuk suksesi pemerintahan. Memahami hubungan agama, negara dan kekuasaan kedua pondok memiliki pandangan berbeda, Ponpes Salafi cenderung pada konsep integralisasi hubungan negara dan agama, sedangkan Ponpes Aswaja An Nahdiyah memilih menggunakan agama sebagai kode etik pelaksanaan kehidupan bernegara |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The result shows three concepts of seeing a state, rule, and religion. First, one pesantren thinks that the concept of state and power is clarified by a key concept, daulah, that a state is a district functioning as community service which does not limit to teritory, race, ethnic groups, and country; whereas the other believes that a state is a community service that is limited to rules and law. Second, in understanding the concept of syura, both pesantren agree with the idea that syura is a standard rule from Islam to lead a government. The third concept is democracy and both pesantren see it as a system that is not from Islam. However, they have different opinions in one point. One pesantren does not accept democracy while the other accepts it for the government’s importance. Furthermore, Pesantren Salafi tends to believe that a state integrates with the religion; whereas Pesantren Aswaja An Nahdliyahprefers to apply the religion as a code of ethics in a nation |
| Kata kunci | Siyasah, Daulah, Khilafah, Syura. Demokrasi |
| Pembimbing 1 | Dr. Sofa MArwah,M.Si |
| Pembimbing 2 | Ahmad Sabiq,S.IP, M.A |
| Pembimbing 3 | Bowo Sugiarto, S.IP, M.Si |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 9 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |