| NIM | H1C010076 |
| Namamhs | DHANNY GAMOLA |
| Judul Artikel | Analisis Perencanaan Jaringan Long Term Evolution (LTE) Wilayah Kota Bekasi Berdasarkan Coverage Dan Capacity Planning |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Perkembangan telekomunikasi akhir-akhir ini menyebabkan kebutuhan manusia akan transfer data dan akses informasi semakin meningkat. Teknologi Long Term Evolution (LTE) lahir sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pemerataan kemajuan teknologi LTE di berbagai daerah termasuk wilayah Bekasi tidak dapat berjalan tanpa adanya perencanaan yang baik mengenai jaringan LTE. Pada penelitian ini dilakukan perencanaan jaringan untuk dapat mencakup seluruh area dan melayani semua kebutuhan pelanggan wilayah Bekasi. Penelitian ini mensimulasikan perencanaan jaringan LTE berdasarkan coverage dan capacity planning. Dalam simulasi ini menggunakan frekuensi 1800 MHz, bandwidth 20 MHz, dan model propagasi COST 231-Hatta. Hasil penelitian coverage planning menunjukkan modulasi QPSK dan coding rate ½ menghasilkan receiver sensitivity sebesar -81,675 dB, MAPL sebesar 145,675, radius sel sejauh 2,14 km, cakupan sel seluas 11,94 km2, dan jumlah eNodeB yang dibutuhkan sebanyak 18 buah eNodeB. Modulasi 64 QAM membutuhkan sensitivitas penerimaan yang lebih tinggi dibandingkan QPSK dan 16 QAM. Semakin tinggi level modulasi dan coding rate, maka semakin tinggi sensitivitas penerimaannya yang berpengaruh pada semakin rendahnya nilai MAPL, dan jumlah eNodeB yang dibutuhkan semakin banyak. Hasil dari capacity planning menunjukkan kebutuhan trafik pada tahun 2014 sebesar 8,69 Mbps dan membutuhkan sebanyak 19 eNodeB. Sehingga perencanaan yang tepat dan efisien untuk wilayah Bekasi adalah perencanaan berdasarkan kapasitas karena dapat melayani seluruh kebutuhan trafik dan mencakup seluruh area Bekasi seluas 210,49 km2. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The developments of Telecommunications in recent years cause to the human need for transfer of data and access to information is increasing. Long Term Evolution (LTE) was born as a solution to meet those needs. The distribution of LTE technological progress of in various areas including Bekasi area can not run without proper planning of an LTE network. In this research, network planning to be able to cover whole area and serve all customer needs of Bekasi area. This research simulates LTE network planning based on the coverage and capacity planning. In this simulation uses the 1800 MHz frequency, 20 MHz bandwidth, and COST 231-Hatta propagation model. The results of the research based on coverage planning showed QPSK modulation and coding rate ½ it has value receiver sensitivity about -81.675 dB, MAPL for 145.675 dB, as far as the cell radius of 2.14 km, covering an area of 11.94 km2, and the number of eNodeB that required as many as 18 pieces. Modulation of 64 QAM requires receiver sensitivity more than QPSK and 16 QAM. When the levels of modulation and coding rate is greater it’s produces a larger value of receiver sensitivity that give the effect a smaller value of MAPL, and the number of eNodeB is increase. The results for capacity planning showed capacity traffic in 2014 amounted to 8.69 Mbps and requires as much as 19 eNodeB. So that proper and efficient planning for the Bekasi area is based capacity planning because it can serve all the needs of traffic and covers the entire area of Bekasi area of 210.49 km2. |
| Kata kunci | LTE, Perencanaan Jaringan, Jumlah eNodeB, Bekasi, 1800 MHz |
| Pembimbing 1 | Hesti Susilawati, S.T., M.T. |
| Pembimbing 2 | Eko Murdyantoro, S.T., M.T. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2014-08-14 13:13:11.797258 |
|---|