Artikel Ilmiah : F1A006017 a.n. GALIH PAMBUDI

Kembali Update Delete

NIMF1A006017
NamamhsGALIH PAMBUDI
Judul ArtikelDETERMINAN PERILAKU TINDAK KEJAHATAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)RINGKASAN
Kejahatan adalah perilaku menyimpang yang melanggar hukum dan merugikan masyarakat secara moril maupun materil. Sanksi hukum yang diterima pelaku tindak kejahatan setelah melakukan tindak kejahatan berupa sanksi kurungan penjara bahkan hukuman mati. Seseorang yang sedang menjalani masa hukuman penjara disebut narapidana, dan pada perkembangannya narapidana berubah nama menjadi warga binaan.
Warga binaan merupakan seseorang yang telah menjalani sanksi hukum atas tindak kejahatan yang dilakukannya pada masa lalu. Kejahatan yang dilakukan pada masa lalu disebabkan oleh beberapa faktor sosial, baik terjadi pada dirinya maupun dalam masyarakat. Hal ini yang mendorong penulis melakukan penelitian tentang determinan perilaku tindak kejahatan melalui seseorang yang pernah melakukan tindak kejahatan, yaitu warga binaan di Lapas Nusakambangan. Tujuannya agar penulis memperoleh deskripsi dan pemahaman tentang faktor- faktor sosial yang mendorong tumbuhnya tindak kejahatan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kulitatif deskriptif dengan tehnik analisis model interaktif. Informan ditentukan melalui simple random sampling. Data yang digunakan berupa data primer yang diperoleh melalui wawancara dalam, observasi dan sekunder. Sedangkan lokasi yang dipilih untuk melakukan penelitian adalah Lapas Permisan Kelas IIA Nusakambangan, karena di Lapas tersebut merupakan tempat untuk membina pelaku tindak kejahatan dengan hukuman berat dan penghuni Lapas Permisan adalah warga binaan dengan kasus kejahatan beragam tidak dikhususkan seperti Lapas Narkoba sehingga peneliti dapat menemukan informan dengan kasus kejahatan yang beragam pula.
Terjadinya tindak kejahatan sebagai akibat dari interaksi yang tidak seimbang antara individu yang satu dengan individu yang lain atau individu yang lain dengan kelompok. Tindak kejahatan biasanya dipicu oleh beberapa faktor yang melatarbelakanginya yaitu faktor sosial, ekonomi, budaya, psikologis, dan kontrol sosial. Berbagai faktor ini sangat berkaitan satu sama lain. Seseorang dapat menjadi aktor atau pelaku tindak kejahatan karena ia memiliki masalah dan mengalami depresi atau tekanan dan frustasi dengan situasi yang mendesak dalam rumah tangga ataupun lingkungan, kemudian ia mencari penyelesaian dengan cara yang menyimpang.
Usaha untuk mengatasi tindak kejahatan yaitu melalui kontrol diri dan kontrol sosial. Karena bagaimanapun juga bila seseorang dihadapkan pada suatu masalah maka ia harus bisa membawa masalah tersebut pada sebuah penyelesaian yang positif. Seseorang harus bisa mandiri, maju, dan berpendidikan agar bisa memotifasi dirinya untuk selalu berkarya dan berfikir positif. Kontrol sosial sangat penting dimana suatu masyarakat dengan kontrol sosial yang kuat maka tumbuh kembangnya kejahatan akan berkurang karena kontrol sosial secara tidak langsung menciptakan perilaku positif dengan pengendalian diri yang terbentuk di dalam masyarakat dengan kontrol sosial yang tinggi.
Abtrak (Bhs. Inggris)SUMMARY

Crime is deviation and detrimental to the public in moral and material. Sanction of law received by offenders is, the detention period even the capital punishment. Person at the moment undergoing punishment called prisoners and on development prisoners changed its name to warga binaan.
Warga binaan is person which has been undergoing law sanctions for crimes carried in the past. the crimes committed in the past be caused by a few social factors, that happened to him and in society encourages the writer doing to research on the determinants of criminal behavior through a person has committed the crime, that is wargabinaan lapas Nusakambangan. the author aims to obtain a description, and comprehension about social factors, which encourage the growth of crime
This research uses descriptive qualitative research method with interactive models analysis techniques. informant specified by simple random sampling. Data used in the form, the primary data obtained through interviews observation, and documentation, the selected locations to doing research in Lapas Permisan Kelas II A Nusakambangan because in the prison a place to fostering criminals with severe penalties and the Lapas Permisan dwellers are prisoners with various of crimes, not specifically like a lapas narkoba, so that researchers were able to find the informant with a various criminal cases.
Instances of abuse in crime, is as a result of the imbalance between individual interaction with each other or individual with group crime is usually triggered by some of background factors that is social factors, economics, education, psychology and social control. Many of these factors are related to each other. one can be an actor or criminals because he has a problem and experiencing depression or stress and frustrated from urgent situation in the household and their environment.and then he was seeking to resolve the problem to deviant act
An attempt to overcome crimes is by self-control, however, because when a person confront a problem, he should be able to raise the matter to a positive resolution. Someone must be independent, advanced, and educated to motivate himself to be always strive and think positive for basic to lead normal lives without any deviation happened then lead to the crimes
Kata kunciDETERMINAN PERILAKU TINDAK KEJAHATAN
Pembimbing 1Dr. MASRUKIN M.Si
Pembimbing 2DRA. ENDANG DWI S M.Si
Pembimbing 3Drs. RAWUH EDY P M.Si
Tahun2013
Jumlah Halaman108
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.