| NIM | A1L008099 |
| Namamhs | STANDY CHRISTIANTO |
| Judul Artikel | INVENTARISASI LAHAN KRITIS DI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS
|
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kekritisan lahan dan mengetahui sebaran serta potensi kritis di Kecamatan Kedungbanteng. Penelitian dilaksanakan menggunakan metoda survei pada bulan Maret 2013 – Mei 2013 menggunakan instrumen pengolahan data Sistem Informasi Geografis (SIG), yaitu pengolahan data spasial digunakan untuk interpertasi citra dan pengolahan data atribut untuk menganalisa tingkat kekritisan lahan. Teknik pengambilan sampel secara Purposive Random Sampling dalam skala peta tinjau mendalam yaitu 1: 75.000. Dalam 100 hektar diambil 1-5 sampel. Penelitian ini mengambil 60 titik sampel. Hasil penelitian menunjukkan Kecamatan Kedungbanteng memiliki sebaran kriteria lahan kritis sebesar 2903 ha (51%,), Agak kritis sebesar 1626 ha (28%,), potensial kritis sebesar 326 ha (6%,), dan tidak kritis sebesar 66 ha (2%). Penyebab utama terjadinya lahan kritis karena topografi berbukit dan minimnya konservasi baik secara kimiawi, vegetatif, maupun mekanik.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study aims to determine the critical level of land and the distribution and potential critical land in the District Kedungbanteng. The experiment had been conducted from March 2013 up to May 2013 using survey method. The data was analyzed using Geographic Information Systems (GIS), spatial data processing is used for image interpretation and processing of attribute data to analyze land critical level. Sampling methods Purposive Random Sampling in depth review the map scale is 1: 75.000. 100 acres in samples taken 1-5. This study took a sample of 60 points. The results showed the distribution criteria District Kedungbanteng has the critical land of 2903 ha (51%,), the semi critical 1626 ha (28%,), the critical potential of 326 ha (6%), and not critical of 66 ha (2% ). Major cause of degraded land due to the hilly topography and lack of conservation measures both chemically, vegetative, or mechanical. |
| Kata kunci | Lahan Kritis, Kedungbanteng |
| Pembimbing 1 | ir. Joko Maryanto. M.Si |
| Pembimbing 2 | Ir. Sisno SJ. M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |
|---|