Home
Login.
Artikelilmiahs
8376
Update
A. RAHMAN HIDAYAT
NIM
Judul Artikel
PERTUMBUHAN Sargassum duplicatum MENGGUNAKAN MODIFIKASI SISTEM JARING DENGAN BOBOT AWAL BERBEDA DI PERAIRAN TELUK PENYU CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Rumput laut S. duplicatum merupakan salah satu komoditas hasil perikanan penghasil alginat. Permintaan bahan baku rumput laut ini di pasar dunia semakin meningkat, namun pemenuhan untuk memasok permintaan masih sangat kurang, Oleh karena itu memerlukan penanganan yang serius terhadap S. duplicatum melalui budidaya yang intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan Sargassum duplicatum, sehingga dapat diketahui sistem jaring dan bobot awal yang dapat menghasilkan produksi S. duplicatum paling tinggi di Perairan teluk penyu Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan percobaan Rancangan Acak kelompok (RAK) pola split plot dengan 3 kali ulangan. Adapun perlakuan-perlakuan yang dicobakan sebagai mainplot adalah tubuler rakit (A1), waring rakit (A2) dan sistem jaring rakit (A3), sedangkan subplotnya adalah bobot awal, yaitu 50 g (B1), 100 g (B2) dan 150 g (B3). Parameter yang diamati adalah pertumbuhan dan produksi rumput laut, sedangkan parameter pendukung yang diukur antara lain salinitas, suhu, derajat keasaman (pH), nitrat, fosfat serta kecerahan air. Data pertumbuhan dan produksi basah S. duplicatum dianalisis menggunakan analisys of variance (ANOVA), dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan sistem jaring tubuler dengan bobot awal 150 g (A1B3) menghasilkan pertumbuhan S. duplicatum tertinggi sebesar 67.87 g.hari-1 dan produksi basah tertinggi sebesar 4389,3 g.m-2.
Abtrak (Bhs. Inggris)
S. duplicatum seaweed is one of the fishery commodities producing alginat. The demand for seaweed raw materials in the world market is getting more and more in the less of demand fulfillment. Serious handling is needed to S. duplicatum through intensive cultivation. This study was aimed to determine the growth of S. duplicatum to know tissue system and initial weight producing the highest S. duplicatum in Teluk Penyu Cilacap. This research used experimental method with Randomized Block Design (RBD) by split plot design and 3 repetition. The main plot treatments were raft tubular (A1), raft waring (A2) and raft tissue system (A3), while the sub plot treatments were initial weight : 50 g (B1), 100 g (B2) and 150 g (B3). Parameters observed were growing and seaweed production. Parameters measured contains of salinity, temperature, degree of acidity (pH), nitrate, fosfate and water clarity. The data of growth of S. duplicatum and the brutto was analyzed by analysis of variance (ANOVA) then continued by Least Significant Different (LSD). The results showed that the highest growth of S. duplicatum is 67.87 g per day-1 using tubular tissue system by initial weight is 150 g (A1B3) and the highest brutto is 4389,3 g.m-2.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save