Home
Login.
Artikelilmiahs
10142
Update
ERKI SAKSONO
NIM
Judul Artikel
RELASI AKTOR DALAM RESOLUSI PEMBEBASAN TANAH PEMUKIMAN PENDUDUK UNTUK PROYEK PEMBANGUNAN RUAS TOL BATANG - SEMARANG DI KABUPATEN BATANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “ Relasi Aktor dalam Resolusi Pembebasan Tanah Pemukiman Penduduk untuk Proyek Pembangunan Ruas Tol Batang-Semarang di Kabupaten Batang”. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendiskripsikan tentang relasi aktor yang terjadi pada saat pembebasan tanah pemukiman penduduk antara panitia pembebasan tanah atau pemerintah dengan masyarakat di Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini mendiskripsikan relasi aktor dalam resolusi pembebasan tanah pemukiman penduduk untuk proyek pembangunan ruas Tol Batang-Semarang di Kabupaten Batang. Adapun aktor yang dimaksud dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tanah serta rumahnya terkena proyek pembebasan tersebut, panitia pembebasan tanah (aktor struktural). Selain mereka, ada juga aktor non struktural yaitu sekretaris desa, tokoh masyarakat, dan kepala dusun. Namun demikian, dalam proses pembebasan tanah, aktor yang mempunyai peran di dalamnya yaitu panitia tingkat desa, baik struktural maupun non struktural. Keterlibatan aktor yang terjadi pada saat itu tidak seimbang. Adanya keinginan masing-masing aktor yang berbenturan mengakibatkan konsensus atau tawar-menawar terjadi pada saat proses pembebasan. Dalam proses pembebasan, terdapat faktor-faktor pendorong dan penghambat. Pola relasi yang terjadi antara aktor baik pemerintah ataupun masyarakat yaitu relasi kerja sama antara atasan dan bawahan dalam hal pembebasan tanah. Selain itu antara aktor yang terlibat kurang koordinasi satu sama lain. Dengan demikian, proses kesepekatan yang terjadi pada saat itu tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat. Hal ini juga disebabkan adanya kelemahan yang terdapat dalam peraturan presiden yang digunakan sebagai dasar ketentuan pembebasan pada saat itu.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study was entitled "Relationship of Actors in the Resolution of Settlement Land Acquisition for The Construction of Batang-Semarang Toll Road in Batang ". This study aimed to understand and describe actors’ relationship in the settlement land acquisition between the committee of land acquisition or government and the community in Tegalsari Village, District Kandeman, Batang. The research used descriptive qualitative method with case study approach. Data was obtained from observation, dept interviews, and documentation studies. The result shows that actors’ relationship in settlement land acquisition resolution for the construction of Batang-Semarang Toll Road in Batang. The actor in this research was the community that their land and homes affected by the acquisition projects and land acquisition committee (structural actors). Besides that, there are also non-structural actors namely the village secretary, socialite, and village chief. However, in the process of land acquisition, structural actors who have roles on the process of land acquisition, namely village level committees, both structural and non-structural. The involvement of actors at that time was unbalanced. The desire of each actor that collided resulting in a consensus occurs during the acquisition process. In the process of land acquisition, there are driving and inhibiting factor. The pattern of relationships between actors, both government and the public are relationship of cooperation between superiors and subordinates in terms of land acquisition. In addition, there was lack of coordination among the actors. Thus, the agreement processes that occur were not as expected by the public. It is also due to weaknesses in the presidential regulation that was used as a basis for acquisition provision at that time.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save