Home
Login.
Artikelilmiahs
10162
Update
WISNU SEPTIAN
NIM
Judul Artikel
DAYA SERAP KARBONDIOKSIDA (CO2) HUTAN KOTA DI PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Hutan kota adalah komunitas vegetasi yang tumbuh pada suatu lahan di wilayah perkotaan atau sekitarnya yang memungkinkan sebagai habitat kehidupan bagi tumbuhan. Hutan kota memiliki berbagai manfaat antara lain sebagai penurunan suhu, peredam kebisingan, dan menjaga kondisi lingkungan. Seiring dengan pentingnya fungsi hutan kota tersebut perlu diadakan penelitian tentang daya serap karbondioksida hutan kota di Purwokerto.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya serap karbondioksida di hutan kota Purwokerto dan mengetahui jenis pohon penyusun hutan kota di Purwokerto yang memiliki daya serap paling tinggi terhadap karbondioksida. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel menggunakan kuadrat. Luas kuadrat yang digunakan adalah 100 m². Parameter yang diamati adalah luas daun, jumlah daun per pohon, massa karbohidrat, dan persentase karbondioksida dalam massa karbohidrat. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Nilai massa karbohidrat daun menggambarkan jumlah karbondioksida yang diserap oleh daun. Daya serap karbondioksida per pohon dipengaruhi oleh luas daun dan jumlah daun per pohon. Daya serap karbondioksida hutan kota Berkoh dan Karanglewas masing-masing adalah 174,89 ton.ha-¹.tahun-¹ dan 136,18 ton.ha-¹.tahun-¹. Jenis tumbuhan yang paling tinggi dalam menyerap karbondioksida adalah mahoni dan glodogan yakni masing-masing sebesar 117,62 g.pohon-1.jam-1 dan 232,26 g.pohon-1.jam-1. Guna meningkatkan peranan hutan kota, maka perlu dilakukan penanaman jenis tumbuhan yang mempunyai nilai daya serap tinggi terhadap CO2, sehingga hutan kota Berkoh dan Karanglewas menghasilkan daya serap CO2 yang tinggi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
City forest is a vegetation community which grows on a land in cities or surrounding areas which is also useful as life habitat for plants. City forest have various benefits, such as reducing temperature, noise dampener, and keeping environment condition. The importance of city forest’s function necessitates study about carbondioxyde absorbing potential of Purwokerto city forest. The purpose of this study was to find out Purwokerto city forest’s carbondioxyde absorbing potential and tree species composing Purwokerto city forest that had the highest carbondioxyde absorbing potential. Method used was survey method with square sampling technique. Square area used was 100 m2. Parameters observed were leaf area, total leaves per tree, carbohydrate mass, and carbondioxyde percentage in carbohydrate mass. Data analysis used was descriptive. Leaf carbohydrate mass value described total carbondioxyde absorbed by leaf. Carbondioxyde absorbing potential per tree was affected by leaf area and total leaves per tree. Carbondioxyde absorbing potential of Berkoh and Karanglewas city forest were 174,89 ton/ha-1/year-1 and 136,18 ton/ha-1/year-1, respectively. The plant species with highest carbondioxyde absorb value were mahogani and glodogan with values of 117,62 g/tree-1/hour-1 and 232,26 g/tree-1/hour-1, respectively. To further promote city forest’s roles, planting of plant species with high value of CO2 absorbing potential is necessary, so that Berkoh and Karanglewas city forest yield a high CO2 absorbing potential.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save