Artikel Ilmiah : H1D008050 a.n. WAHYU SETIAJI
| NIM | H1D008050 |
|---|---|
| Namamhs | WAHYU SETIAJI |
| Judul Artikel | ANALISIS IMBANGAN SEDIMEN AKIBAT PENAMBANGAN PASIR DI SUNGAI LOGAWA ( STUDI KASUS : DESA PANGEBATAN KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS ) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kegiatan penambangan pasir liar di Sungai Logawa sangat menghawatirkan, dimana salah satunya terdapat di Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Penambangan pasir yang tidak terkendali dapat menyebabkan degradasi dasar sungai dan dapat mengganggu kinerja bangunan air di sekitarnya. Analisis mengenai imbangan sedimen dasar perlu dilakukan di lokasi penambangan pasir di Desa Pangebatan untuk mengetahui terjadinya angkutan sedimen. Sedimen yang dianalisis adalah sedimen Bed Load dan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumus Meyer Peter Muller. Ukuran butiran yang digunakan dalam analisis adalah D50 dan D90. Data butir sedimen dan data penampang saluran didapat dari hasil pengukuran di lokasi penambangan, sedangkan banyaknya sedimen yang ditambang didapat dari hasil wawancara dengan penambang. Berdasarkan hasil penelitian sedimen yang ditambang sebesar 16189,4 ton / tahun. Berdasarkan analisis imbangan sedimen dengan menggunakan metode MPM, di daerah hulu terjadi angkutan sedimen sebesar 7777 ton/ tahun, di daerah tengah mendekati hulu terjadi angkutan sedimen sebesar 7425 ton / tahun, di daerah tengah mendekati hilir terjadi angkutan sedimen sebesar 4660 ton / tahun, di daerah hilir terjadi angkutan sedimen sebesar 2174 ton / tahun. Secara keseluruhan di lokasi penelitian terjadi degradasi dasar saluran sebesar 10586,4 ton / tahun. Hasil analisis tersebut menunjukan bahwa sebelum adanya aktivitas penambangan pasir, di lokasi penelitian tersebut terjadi agradasi dasar saluran, dan setelah adanya penambangan terjadi degradasi saluran |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The activities of illegal sand mining in Logawa’s River is very worrying, one of the illegal sand mining is in Pangebatan, Karanglewas, Banyumas’ district. The uncotrollled sand mining can effected degradations of the riverbed and interfere the water structure around the illegal sand mining. The analysis of sediment balance on location of sand mining is needed to determine the sediment transport. The Bed Load was analyzed by using of Meyer Peter Muller formula. The grain size used in the analysis are the D50 and D90. The sedimentation data and cross – section data is obtained from measurements of the mine site, in the other hand the sand mining was obtained from interviews with the miners. Based on the research, the sand mining was 16189,4 tons / year. Based on the sediment balance analysis by MPM , in the upstream has 7777 tons / year of sediment transport, in the middle approaching upstream occurred 7425 tons / year of sediment transport, in the middle approaching downstream occurred 4660 tons / year of sediment transport, in the downstream occurred 2174 tons / year of sediment transport. Overall degradation occurred at basic channel was 10586,4 tons / year. The results of the analysis showed that prior to the sand mining activities, there has been agradation of the channel base in the area, and after the sand mining there has been degradation. |
| Kata kunci | Penambangan Pasir, Imbangan Sedimen, Metode Meyer Peter Muller |
| Pembimbing 1 | Sanidhya Nika Purnomo S.T., M.T |
| Pembimbing 2 | Dr. Eng Purwanto Bekti Santoso |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2014-11-22 14:55:42.24161 |