Home
Login.
Artikelilmiahs
11220
Update
JENAR ANGGORO WIBISONO
NIM
Judul Artikel
KONDISI STRUKTUR GEOLOGI LAPISAN BERUMUR MIOSEN - PLIOSEN DAN IMPLIKASINYA PADA KETERDAPATAN PERANGKAP HIDROKARBON DI PERAIRAN TIMUR MISOOL PAPUA BARAT
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perairan Timur Misool merupakan daerah paparan bagian dari mikro kontinen Kepala Burung Papua. Pada daerah ini terdapat Cekungan Berau yang memiliki potensi untuk menghasilkan hidrokarbon, dan menjadi menarik bahwa cekungan ini dikelilingi oleh cekungan yang telah berproduksi (Cekungan Salawati dan Bintuni) dari tatanan tektonik dan stratigrafi Cekungan Berau memiliki kesamaan dengan cekungan-cekungan tersebut. Berdasarkan data seismik 2D yang telah diintergrasi dengan 2 sumur kunci (Agung-1 dan CS-1X) menunjukkan lapisan berumur Miosen pada daerah ini merupakan lapisan Batugamping Formasi Kais yang merupakan reservoir utama dari Cekungan Salawati dan Bintuni. Sedangkan lapisan berumur Pliosen merupakan litologi Serpih dari Formasi Klasafet yang dapat menjadi seal pada daerah ini. Pada Kala Miosen hingga Pliosen pada daerah ini berkembang rezim kompresi yang berarah timur laut – barat daya hasil kolisi antara Busur Banda dengan paparan Misool dan menghasilkan struktur besar berupa antiklinorium yang dikenal dengan Misool–Onin-Kumawa Antiklinorium (MOKA). Sebagai struktur penyerta antiklinorium berkembang struktur sesar naik yang arahnya paralel dengan antiklinorium. Diinterpretasikan bahwa struktur ini menjadi tempat akumulasi hidrokarbon yang bermigrasi dari Cekungan Berau Dari Peta Bawah Pemukaan Lapisan Miosen dan analisis lintasan seismik ditemukan 2 geometri yang berpotensi menjadi perangkap hidrokarbon: 1) Perangkap Struktural berupa antiklin yang terpotong dengan sesar naik dan 2) Perangkap Stratigrafi berupa build up dari Batugamping Formasi Kais.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The East Offshore Misool is shelf area part of The Micro-Continent Bird’s Head Papua. there are The Berau Basin that have a potential for produce a hydrocarbon, and It’s more intersting, that basin surrounded by two basin which is already have producing (Salawati Basin and Bintuni). By tectonic framework and stratigraphy The Berau Basin have similiarity with both basin. Based on 2D seismic data and 2 key well (Agung-1 and CS-1X well) shows Miocene beds in this area is Limestone from Kais Formation which is also become primary reservoir in Salawati Basin and Bintuni. And Pliocene beds in this area is Shale form Klasafet Formation that can be a seal to restrain hydrocarbon migration. In Miocene – Pliocene epoch this area development by northeast – southwest compression cause colliosion Banda arc with Misool shelf and produce mega structure like anticlinorium well known as Misool–Onin-Kumawa Antiklinorium (MOKA). As minor structure for anticlinorium there are a thrust fault which have same trend with the anticlinorium. Interpretated, these structure become acumulation space of hydrocarbon which is migrated from Berau Basin. Based on Subsurface Map of Miocene Beds and analysis of seismic line we founded 2 geometry have a potential to become hydrocarbon traps: 1) Structural Traps formed of anticline cuted by thrust fault and 2) Stratigraphy Traps as carbonate build up of Kais Limestone.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save