Home
Login.
Artikelilmiahs
7153
Update
GILANG MUSTIKA ARGIE WIDODO
NIM
Judul Artikel
KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PEDAGANG SAYUR PASAR TRADISIONAL (Studi Kasus di Pasar Segamas Kabupaten Purbalingga)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PEDAGANG SAYUR PASAR TRADISIONAL (Studi Kasus di Pasar Segamas Kabupaten Purbalingga)”. Penelitian ini berlatar belakang pada kondisi di negara sedang berkembang, negara berkembang adalah istilah yang umum digunakan untuk menjelaskan suatu negara dengan kesejahteraan material tingkat rendah. Pada umumnya negara sedang berkembang memiliki laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi di setiap tahunnya. Laju pertumbuhan angkatan kerja yang tinggi apabila tidak diimbangi dengan penyediaan lapangan kerja yang memadai dapat menimbulkan pengangguran. Sektor informal memiliki peran yang besar di negara-negara sedang berkembang termasuk Indonesia. Sektor informal adalah sektor yang tidak terorganisasi, tidak teratur, dan kebanyakan legal tetapi tidak terdaftar. Salah satu sektor informal yang terdapat pada kabupaten Purbalingga adalah perdagangan, termasuk juga pedagang sayur yang terdapat pada pasar Segamas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui modal harian, jam kerja, lama usaha, dan jumlah tanggungan keluarga dari pendapatan usaha dagang sayur, untuk mengetahui kesejahteraan pedagang sayur blok C di pasar Segamas Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey. Data diperoleh dari hasil wawancara dan penyebaran kuesioner pedagang sayur blok C di pasar Segamas. Metode yang digunakan dalam penentuan jumlah responden yang diambil adalah simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 72 pedagang sayur dari keseluruhan populasi sebanyak 258 responden dengan menggunakan rumus Slovin. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis tabulasi silang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara pendapatan usaha dagang sayur dengan modal setiap hari pedagang sayur yaitu semakin banyak modal harian yang digunakan pedagang maka pedagang sayur tersebut juga akan menambah jenis barang dagangannya. Hubungan antara jam kerja dengan pendapatan mempunyai korelasi yang positif. Artinya dengan penggunaan jam kerja yang lebih efektif maka pedagang sayur dapat lebih cepat menjual barang dagangannya kepada konsumen. Terdapat hubungan yang positif antara lama usaha pedagang sayur dengan pendapatan usaha dagang sayur. Artinya semakin lama mereka memulai usaha dagang sayurnya, maka besar kemungkinan lebih banyak pelanggan yang akan membeli barang dagangannya daripada mereka yang baru sebentar berprofesi sebagai pedagang sayur. Pendapatan rumah tangga mempunyai hubungan yang positif terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga. Artinya semakin besar pendapatan yang mereka peroleh maka pengeluaran konsumsi yang mereka gunakan akan lebih banyak. Hubungan antara jumlah tanggungan keluarga dengan pengeluaran konsumsi rumah tangga mempunyai hubungan yang positif. Artinya semakin banyak tanggungan keluarga yang mereka miliki maka akan semakin besar juga kebutuhan dalam pengeluaran konsumsi. Kesejahteraan pedagang sayur diukur menggunakan standar nilai KHL Kabupaten Purbalingga sebesar Rp 1.050.488,00 yang sudah terpenuhi oleh sebagian besar responden pedagang sayur dengan pendapatan rata-rata per bulannya sebesar Rp 1.671.684,00. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pedagang sayur blok C yang sudah sejahtera sebanyak 46 responden (63,89 %) dan yang belum sejahtera sebanyak 26 responden (36,11%). Sehingga secara umum pedagang sayur blok C Pasar Segamas Kabupaten Purbalingga sebagian besar sudah sejahtera. Implikasi dari penelitian ini adalah perlu adanya perhatian dari pedagang sayur terhadap modal usahannya, jam kerja agar lebih efektif dan efisien, memiliki usaha lain selain berjualan sayur di pasar serta upaya dalam menghemat pengeluaran guna memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak yang akan terus mengalami peningkatan seiring dengan berkembangnya kehidupan di zaman modern yang akan membawa taraf kehidupan manusia ke arah yang lebih baik. Kata Kunci: Modal, Pendapatan, Jam Kerja, Lama Usaha, Jumlah Tanggungan Keluarga dan Konsumsi Rumah Tangga.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The research is titled " SOCIAL ECONOMIC LIFE VEGETABLE TRADITIONAL MARKET TRADERS ( Case Studies in Market Segamas Purbalingga ) " . The background research on the conditions in developing countries , developing country is a term commonly used to describe a country with a low level of material well-being . In general, developing countries have a population growth rate is quite high in each year . Labor force growth rate is high if it is not matched by the provision of adequate employment can lead to unemployment . The informal sector has a major role in developing countries , including Indonesia . Informal sector is a sector that is not organized , disorganized , and mostly legal but unregistered . One contained in the informal sector is trading Purbalingga district , including vegetable vendors also contained in Segamas market . The purpose of this study to determine the capital daily , hours of work, length of business , and number of dependents of trading revenues vegetable , vegetable vendors to determine the welfare of block C in Purbalingga Segamas market . The research was conducted by survey method. Data obtained from interviews and questionnaires vegetable vendors in the market Segamas C block. The method used in determining the number of respondents drawn is simple random sampling. The sample in this study amounted to 72 vegetable vendors of the overall population of 258 respondents using Slovin formula. Data analysis techniques in this study using cross-tabulation analysis. Results of the study showed that there is a positive relationship between income trading business with the capital every day vegetable vegetable vendors are daily more and more capital is used trader then the vegetable vendors also will increase the types of wares. Relationship between hours worked by income has a positive correlation . It means that with the use of more effective working hours then the vegetable vendors can sell their wares faster to consumers . There is a positive relationship between the old greengrocer business with revenues vegetable trade . It means that the longer they start vegetable trading business , the more likely it is that customers will buy their wares rather than new ones briefly worked as a greengrocer . Household income has a positive relationship to household spending . Ie, the greater the income they earn then they use consumption expenditure will be more . Relationship between the number of family dependents with household consumption expenditure has a positive relationship . Means more dependents they have , the greater the consumption expenditure also needs . Welfare is measured using a standard vegetable vendors KHL Purbalingga value of Rp 1,050,488.00 which was met by the majority of respondents greengrocer with an average income per month is Rp 1,671,684.00. Based on the results of this study concluded that the greengrocer block C which was prosperous as many as 46 respondents (63.89%) and that has not prosper as much as 26 respondents (36.11%). So generally block C Market greengrocer Segamas Purbalingga largely prosperous. The implication of this research is the need for attention from vegetable vendors to capital in his own efforts, working hours in order to more effectively and efficiently, has other business besides selling vegetables in the market and attempt to save money in order to meet the standards of the Living Needs will continue to increase along with the development life in the modern era that will bring people to a standard of living better direction. Keywords: Capital, Income, Hours of Work, Old Business, Family and Dependents Total Household Consumption.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save