| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Partikulat udara dikumpulkan di Sleman Yogyakarta pada bulan Juli 2013 hingga Februari 2014. Pengambilan sampel dilakukan seminggu sekali menggunakan Gent Stacked Filter Unit Sampler dan filter polycarbonate. Jumlah sampel adalah 39 sampel termasuk sampel ketika erupsi Gunung Kelud, 14 Februari 2014. Partikulat yang telah terkumpul pada filter dianalisis dengan metode gravimetri untuk menentukan konsentrasi PM2,5 dan PM10. Selain itu, metode EEL Smoke Stain Reflectometry digunakan untuk menentukan konsentrasi Black Carbon yang terkandung dalam PM2,5. Komposisi unsur yang terkandung diukur menggunakan Energy Dispersive X-Ray Fluorescence Spectrometry (ED-XRF) Epsilon 5. Analisis unsur yang dilakukan meliputi Al, Si, S, K, Ca, Ti, Cr, Mn, Fe, Ni, Cu, Zn dan Pb. Hasil menunjukan bahwa rata-rata konsentrasi untuk PM2,5 dan PM10 sebelum erupsi masing-masing adalah 11,05 μg/m3 and 22,09 μg/m3, sedangkan rata-rata konsentrasi Black Carbon sebesar 2,45 μg/m3. Konsentrasi unsur tertinggi diperoleh oleh unsur Si senilai 437,26 ng/m3 dalam PM2,5-10 dan unsur S sebesar 370,87 ng/m3 dalam PM2,5. Pengambilan sampel yang dilakukan saat terjadi erupsi Gunung Kelud menunjukan konsentrasi PM2,5 dan PM10 masing-masing meningkat menjadi 6,8 kali dan 24,6 kali lebih besar dari konsentrasi rata-rata normal di wilayah tersebut. Konsentrasi unsur-unsur Si, Ti, Al, Fe, Ca, Mn dan K juga meningkat secara signifikan. Unsur Si mempunyai konsentrasi tertinggi, meningkat 144 kali lebih besar dalam PM2,5 dan 123 kali lebih besar dalam PM2,5-10. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan berbasis ilmiah dalam membuat kebijakan terkait baku mutu dan parameter logam berat di udara. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Airborne Particulate Matters were collected in Sleman Yogyakarta from July 2013 to February 2014. The sampling was done once a week using a Gent Stacked Filter Unit Sampler and polycarbonate filters. The total sample are 39 samples including samples when the eruption of Mount Kelud, February 14th 2014. The collected particulate on filters were analyzed using gravimetry method to determine concentration of PM2.5 and PM10. Beside that, EEL Smoke Stain Reflectometry was used to determine Black Carbon concentration on PM2.5. Elementals composition was analyzed using Energy Dispersive X-Ray Fluorescence Spectrometry (ED-XRF) Epsilon 5. The elements include Al, Si, S, K, Ca, Ti, Cr, Mn, Fe, Ni, Cu, Zn and Pb. The results showed that the average concentration PM2.5 and PM10 before eruption are 11.05 μg/m3 and 22.09 μg/m3, whereas the average concentration of Black Carbon on PM2.5 is 2.45 μg/m3. The highest concentrations were Si 437.26 ng/m3 on PM2.5-10 and S 370.87 ng/m3 on PM2.5. The concentrations of PM2.5 and PM10 increase up to 6.8 times and 24.6 times compared with the average normal concentration when the eruption of Mount Kelud occured. The element concentrations Si, Ti, Al, Fe, Ca, Mn and K are also increase significantly. Si is the most highest concentration, increasing 144 times on PM2.5 and 123 times on PM2.5-10. The result can be used as scientific-base to make policy about quality standard and heavy metal parameter on air. |