Home
Login.
Artikelilmiahs
51474
Update
ASTERIN ZAHRO KHARISMANAIA RESALATI
NIM
Judul Artikel
PERLINDUNGAN HAK CIPTA ATAS KARYA HASIL PENGGUNAAN GENERATIVE ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PERSPEKTIF HUKUM DI INDONESIA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Hak cipta termasuk dalam cabang HKI yang melindungi ciptaan manusia di bidang seni, sastra, dan ilmu pengetahuan. Perkembangan GenAI memberikan dampak yang signifikan dalam bidang hak cipta sekaligus rentan terhadap potensi pelanggaran hukum. Munculnya kasus tren ghiblifikasi dan kasus Noxa dengan Perusahaan Garena Free Fire memberikan kompleksitas terkait kepemilikan serta urgensi pengaturan terhadap perlindungan hukum hak cipta atas karya berbasis GenAI. Metode penelitian yang digunakan yaitu yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Sumber data yang digunakan berupa data sekunder dengan studi kepustakaan, serta metode penyajian data berupa teks naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan hak cipta atas karya yang dihasilkan menggunakan GenAI belum terdapat pengaturannya dalam UU Hak Cipta. Suatu karya yang dihasilkan menggunakan GenAI harus mencakup prompt yang kompleks, proses editing, dan modifikasi, sehingga terdapat kontribusi manusia dalam proses kreatifnya, serta memiliki sifat khas dan pribadi dari pencipta. Pembaharuan ketentuan mengenai AI saat ini menjadi urgensi untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum yang lebih mengikat kepada pelaku industri kreatif. Pembentukan RUU Hak Cipta dapat menjadi langkah yang tepat untuk memperkuat aturan terkait transparansi data, etika penggunaan, serta tanggung jawab hukum hak cipta atas karya berbasis GenAI.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Copyright constitutes a branch of Intellectual Property Rights (IPR) designed to safeguard human creations within the realms of art, literature, and science. While the advancement of Generative AI (GenAI) has made significant contributions across various sectors, including copyright, it simultaneously presents vulnerabilities regarding potential legal infringements. The emergence of the ghiblification trend and the Noxa case involving Garena Free Fire has raised complex issues regarding ownership and the urgent need for regulations to protect the copyright of GenAI-based works. This study utilizes a normative juridical methodology, employing statutory, conceptual, and case-based approaches. The data sources used are secondary data, literature review, and the data presentation method is descriptive text. The findings reveal that copyright ownership for works generated via GenAI is not currently addressed within the Copyright Law. To qualify for protection, a GenAI-generated work must involve complex prompting, editing process, and correction thereby establishing a human contribution to the creative process and reflecting the creator’s personal distinctiveness. Addressing the impact of technological advances on copyright is surely an exigency for updating and strengthening the legal framework. The establishment of a new Copyright Bill would be an appropriate step towards strengthening regulations on data transparency, ethical use, and legal responsibility for copyrighted works based on GenAI.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save