Artikel Ilmiah : E1A019146 a.n. FAZA RAYHAN ADIFA

Kembali Update Delete

NIME1A019146
NamamhsFAZA RAYHAN ADIFA
Judul ArtikelPERBUATAN MELAWAN HUKUM AKIBAT PENJUALAN TANAH SECARA
SEPIHAK PADA HARTA BERSAMA
(Tinjauan Yuridis Putusan pengadilan Negeri Nomor 127/Pdt.G/2023/PN.Kln.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)ABSTRAK
Manusia sebagai subjek hukum memiliki hak dan kewajiban yang berpotensi
menimbulkan hubungan hukum akibat perbedaan kepentingan. Pelanggaran terhadap hak
orang lain yang menimbulkan kerugian dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan melawan
hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUH Perdata. Penulis tertarik melakukan
penelitian yang bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum Hakim dalam
mengkualifisir kriteria perbuatan melawan hukum dalam penjualan tanah secara sepihak
pada harta bersama serta pertimbangannya dalam mengabulkan gugatan ganti kerugian
karena perbuatan melawan hukum pada Putusan Pengadilan Negeri Klaten Nomor
127/Pdt.G/2023/PN.Kln.
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan
perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Spesifikasi penelitian
preskriptif analitis, sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder dan
tersier yang dilakukan dengan studi kepustakaan. Data disajikan dalam bentuk teks naratif
kemudian dianalisis secara normatif kualitatif.
Penelitian ini mengkaji pertimbangan hukum dalam Putusan Pengadilan Negeri Klaten
Nomor 127/Pdt.G/2023/PN.Kln terkait penjualan tanah sepihak pada harta bersama yang
dilakukan Para Tergugat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun hakim
mengabulkan gugatan dan menyatakan perbuatan Para Tergugat sebagai perbuatan
melawan hukum, pertimbangan yang diberikan tidak secara tegas menguraikan kriterium
perbuatan melawan hukum yang terpenuhi. Berdasarkan analisis penulis, tindakan Para
Tergugat memenuhi unsur melanggar hak subjektif orang lain dan bertentangan dengan
kewajiban hukum, karena melanggar ketentuan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974
tentang Perkawinan dan Pasal 1320 KUHPerdata tentang syarat sahnya perjanjian yaitu
suatu sebab yang halal. Selain itu, pengabulan tuntutan ganti kerugian oleh hakim juga tidak
disertai analisis mendalam mengenai empat syarat pada Pasal 1365 KUHPerdata, padahal
tindakan Para Tergugat dan Turut Tergugat secara substansial memenuhi keseluruhan unsur
tersebut, termasuk adanya kesalahan, kerugian, dan hubungan kausal. Namun, Majelis
Hakim hanya menggunakan alasan bahwa PPJB yang sah, AJB yang cacat hukum dan SHM
yang tidak memiliki kekuatan hukum. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian
menyarankan agar Majelis Hakim PN Klaten dalam Putusan Nomor: 127/Pdt.G/2023/PN.
Kln diharapkan lebih komprehensif dalam menguraikan kriteria Perbuatan Melawan
Hukum (PMH) dengan menyelaraskan doktrin ilmu hukum serta pemenuhan syarat-syarat
kumulatif ganti kerugian sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUH Perdata.
Abtrak (Bhs. Inggris)UNLAWFUL ACT DUE TO UNILATERAL SALE OF LAND IN JOINT
PROPERTY (A Juridical Review of Klaten District Court Decision Number
127/Pdt.G/2023/PN.Kln.)
By:
Faza Rayhan Adifa
E1A019146
ABSTRACT
Humans, as legal subjects, possess rights and obligations that potentially give rise to
legal relationships due to differing interests. A violation of another person’s rights that
causes harm can be classified as an unlawful act as regulated in Article 1365 of the
Indonesian Civil Code (KUH Perdata). This research aims to analyze the judges’ legal
considerations in qualifying the criteria of an unlawful act in the unilateral sale of land
that constitutes joint property, as well as the basis for granting compensation claims for
such unlawful acts as decided in Klaten District Court Decision Number
127/Pdt.G/2023/PN.Kln.
This study is a normative juridical research employing statutory, conceptual, and case
approaches. The research specification is prescriptive-analytical, with data derived from
primary, secondary, and tertiary legal materials obtained through library research. The
data are presented in narrative form and analyzed qualitatively in a normative manner.
This research examines the legal considerations in the Klaten District Court Decision
Number 127/Pdt.G/2023/PN.Kln regarding the unilateral sale of joint property by the
Defendants, revealing that while the court declared the actions as an unlawful act
(Perbuatan Melawan Hukum), the judgment lacked an explicit breakdown of the specific
legal criteria satisfied. The author’s analysis indicates that the Defendants’ conduct
violated the subjective rights of others and breached legal obligations under Law Number
1 of 1974 concerning Marriage and Article 1320 of the Civil Code regarding a lawful
cause, yet the court granted damages without a profound analysis of the four cumulative
elements—fault, damage, and causality—prescribed in Article 1365 of the Civil Code.
Instead, the Panel of Judges relied primarily on the formal status of the legal documents,
such as the validity of the Sale and Purchase Binding Agreement (PPJB) and the legal flaws
in the Sale and Purchase Deed (AJB) and Freehold Title (SHM); therefore, this study
recommends that the Klaten District Court provide more comprehensive reasoning in
future rulings by aligning legal doctrines with the cumulative requirements for damages
under Article 1365 of the Civil Code.
Kata kunciPerbuatan melawan hukum, ganti rugi, penjualan tanah sepihak
Pembimbing 1Prof. Dr. Sulisyandari, S.H., M.Hum
Pembimbing 2Nur Wakhid, S.H., M.H
Pembimbing 3Prof. Tri Lisiani Prihatinah, S.H.,M.A.,Ph.D
Tahun2026
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2026-02-08 21:10:12.42382
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.