Home
Login.
Artikelilmiahs
51397
Update
TYAS ANIS HANDAYANI
NIM
Judul Artikel
Determinan Stunting Di Provinsi Nusa Tenggara Timur
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Prevalensi stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih relatif tinggi dan belum menunjukkan penurunan yang merata. Kondisi ini mengindikasikan bahwa permasalahan stunting tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kesehatan, tetapi juga terkait dengan pembangunan manusia, kondisi ekonomi, dan sosial keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita, Indeks Pemberdayaan Gender (IDG), dan Indeks Pembangunan Keluarga (IBANGGA) terhadap prevalensi stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Data yang digunakan merupakan data panel sekunder pada 22 kabupaten/kota selama periode 2021–2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap prevalensi stunting, sedangkan PDRB per kapita berpengaruh positif dan signifikan. IDG dan IBANGGA tidak berpengaruh signifikan terhadap prevalensi stunting. Temuan ini menunjukkan bahwa upaya penurunan stunting di NTT perlu difokuskan pada peningkatan kualitas pembangunan manusia serta kebijakan ekonomi yang mendukung pemenuhan gizi rumah tangga.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Stunting prevalence in East Nusa Tenggara (NTT) remains relatively high and unevenly distributed. This condition indicates that stunting is influenced not only by health factors but also by human development, economic conditions, and family social factors. This study aims to analyze the effects of the Human Development Index (HDI), Gross Regional Domestic Product (GRDP) per capita, Gender Empowerment Index (GEI), and Family Development Index (IBANGGA) on stunting prevalence in East Nusa Tenggara Province. The study uses secondary panel data from 22 regencies/cities during the 2021–2024 period. Panel data regression with the Random Effect Model (REM) is applied as the analytical method. The results show that HDI has a negative and significant effect on stunting prevalence, while GRDP per capita has a positive and significant effect. Meanwhile, GEI and IBANGGA do not have a significant effect on stunting prevalence. These findings indicate that stunting reduction efforts in NTT should focus on improving human development and economic policies that support household nutritional adequacy.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save