Artikel Ilmiah : I1B022091 a.n. KAYLA RIHARDINY BAWANY

Kembali Update Delete

NIMI1B022091
NamamhsKAYLA RIHARDINY BAWANY
Judul ArtikelGambaran Dokumentasi Asuhan Keperawatan Nyeri Akut Pada Pasien Pascabedah di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Pembedahan menimbulkan kerusakan jaringan yang menyebabkan nyeri akut pasca pembedahan sehingga memerlukan asuhan keperawatan yang tepat dan terdokumentasi dengan baik. Akan tetapi, berbagai penelitian menunjukkan bahwa dokumentasi keperawatan, termasuk penilaian nyeri, masih belum lengkap dan belum memenuhi standar. Minimnya penelitian terkait dokumentasi asuhan keperawatan pada nyeri akut pascabedah menunjukkan perlunya kajian lebih lanjut mengenai kelengkapan dokumentasi tersebut.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional untuk menggambarkan kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan pada pasien pascabedah dengan nyeri akut. Penelitian dilakukan di salah satu rumah sakit pada Agustus–Desember 2025. Sampel terdiri dari 315 rekam medis sesuai kriteria inklusi. Penilaian dilakukan pada tahap pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi menggunakan instrumen D-CATCH dan standar pengkajian nyeri PQRST.
Hasil Penelitian: Dokumentasi asuhan keperawatan nyeri akut pada pasien pascabedah berada pada kategori cukup lengkap (67,9%) dan sangat lengkap (26,0%). Pengkajian pada kategori ada tetapi tidak relevan atau tidak lengkap (55,9%), diagnosis pada kategori lengkap, akurat, dan sesuai standar (93,7%), perencanaan pada kategori lengkap, akurat, dan sesuai standar (73,3%), implementasi pada kategori lengkap, akurat, dan sesuai standar (95,2%), dan evaluasi pada kategori lengkap, akurat, dan sesuai standar (79,0%).
Kesimpulan: Kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan nyeri akut pada pasien pascabedah di ruang rawat inap rumah sakit berada pada kategori cukup lengkap (67,9%) dan sangat lengkap (26,0%).
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Surgery causes tissue damage that results in acute postoperative pain, requiring appropriate and well-documented nursing care. However, various studies indicate that nursing documentation, including pain assessment, is often incomplete and does not fully meet established standards. Methodology: This study employed a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach to describe the completeness of nursing care documentation in postoperative patients experiencing acute pain. The study was conducted at on of the hospital from August to December 2025. A total of 315 medical records were included based on the inclusion criteria. Documentation was assessed across the stages of assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation using the D-CATCH instrument and the PQRST pain assessment standard. Results: The documentation of acute pain nursing care in postoperative patients was categorized as fairly complete (67.9%) and very complete (26,0%). The assessment stage was mostly categorized as present but not relevant or incomplete (55.9%). Documentation of nursing diagnoses was categorized as complete, accurate, and in accordance with standards (93.7%), as were planning (73.3%), implementation (95.2%), and evaluation (79.0%). Conclusion: The completeness of acute pain nursing care documentation in postoperative patients in the inpatient wards of hospital was classified as fairly complete (67.9%) and very complete (26,0%).
Keywords: Acute Pain, Completeness, Documentation , Nursing Care
Kata kunciAsuhan Keperawatan, Dokumentasi, Kelengkapan, Nyeri Akut
Pembimbing 1Made Sumarwati, S.Kp., MN
Pembimbing 2Hasby Pri Choiruna, S.Kep., Ns., M.Kep
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri2026-01-12 21:44:04.336966
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.