Home
Login.
Artikelilmiahs
51194
Update
AVESSINA PUTRI SEDIANA
NIM
Judul Artikel
Keanekaragamman dan Hubungan Fenetik Pisang (Musa spp.) Di Kecamatan Cikarang Barat, Bekasi
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pisang (Musa spp.) merupakan komoditas penting yang memiliki nilai ekonomi dan budaya bagi masyarakat. Kecamatan Cikarang Barat merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Bekasi yang memiliki potensi keanekaragaman sumber daya genetik pisang, namun informasi mengenai kultivar dan hubungan fenetiknya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman kultivar pisang serta hubungan fenetiknya berdasarkan karakter morfologi. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling di tiga desa, yaitu Desa Telaga Murni, Sukadanau, dan Kalijaya. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Oktober-November 2025. Variabel yang diamati meliputi karakter morfologi batang semu, daun, perbungaan, dan buah. Data morfologi dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan keanekaragaman kultivar, sedangkan analisis hubungan fenetik dilakukan dengan metode UPGMA (Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean) menggunakan perangkat lunak MEGA 11. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan kultivar pisang, yaitu kultivar Nangka, Raja Sereh, Kepok Putih, Kepok Kuning, Susu, Uli, dan Klutuk. Kultivar yang memiliki hubungan fenetik terdekat adalah kultivar Kepok Putih dan Kepok Kuning dengan indeks disimilaritas 0,262. Sedangkan kultivar yang memiliki hubungan fenetik terjauh adalah kultivar Uli dan Klutuk dengan indeks disimilaritas 1,892. Karakter yang membedakan antara Kepok Putih dan Kepok Kuning yaitu pada bentuk ujung braktea. Sedangkan karakter yang membedakan kultivar Uli dan Klutuk yaitu warna batang semu, bentuk daun, bentuk pangkal daun, bentuk jantung pisang, bentuk ujung braktea dan bentuk ujung buah
Abtrak (Bhs. Inggris)
Bananas (Musa spp.) are an important commodity with economic and cultural value for local communities. West Cikarang District is one of the areas in Bekasi Regency that has potential diversity of banana genetic resources; however, information regarding banana cultivars and their phenetic relationships remains limited. This study aimed to determine the diversity of banana cultivars and their phenetic relationships based on morphological characters. The study was conducted using a survey method with purposive sampling techniques in three villages, namely Telaga Murni Village, Sukadanau Village, and Kalijaya Village. Sampling was carried out from October to November 2025. The observed variables included morphological characters of the pseudostem, leaves, inflorescence, and fruits. Morphological data were analyzed descriptively to describe cultivar diversity, while phenetic relationship analysis was performed using the UPGMA (Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean) method with MEGA 11 software. The results showed that there were eight banana cultivars, namely Nangka, Raja Sereh, Kepok Putih, Kepok Kuning, Susu, Uli, and Klutuk. The closest phenetic relationship was observed between Kepok Putih and Kepok Kuning, with a dissimilarity index of 0.262. Meanwhile, the most distant phenetic relationship was found between Uli and Klutuk, with a dissimilarity index of 1.892. The distinguishing character between Kepok Putih and Kepok Kuning was the shape of the bract apex. In contrast, the characters distinguishing Uli and Klutuk included pseudostem color, leaf shape, leaf base shape, banana heart shape, bract apex shape, and fruit apex shape.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save