Home
Login.
Artikelilmiahs
51204
Update
ALVIANIKA FAOZAN
NIM
Judul Artikel
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIMPANGAN ANTARWILAYAH DI PROVINSI JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ketidakmerataan pembangunan di Indonesia merupakan salah satu permasalahan struktural yang sering terjadi pada setiap wilayahnya. Ketidakmerataan pembangunan antarwilayah dapat menyebabkan terjadinya ketimpangan antarwilayah. Saat ini, ketimpangan antarwilayah di Indonesia masih tergolong relatif tinggi terutama pada beberapa provinsi, tak terkecuali Provinsi Jawa Tengah. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aglomerasi, kesenjangan rasio kemandirian daerah, kesenjangan dana alokasi umum, kesenjangan indeks pembangunan manusia, dan kesenjangan angkatan kerja terhadap ketimpangan antarwilayah di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan dan Badan Pusat Statistik. Model yang digunakan adalah model analisis regresi linear berganda dengan jenis data runtut waktu (time series) dan rentang data yang digunakan adalah data pada tahun 2005–2023. Teknik pengolahan data pada penelitian ini menggunakan bantuan alat analisis software Eviews 12. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan kesenjangan angkatan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap ketimpangan antarwilayah di Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan aglomerasi, kesenjangan rasio kemandirian daerah, kesenjangan dana alokasi umum, dan kesenjangan indeks pembangunan manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan antarwilayah di Provinsi Jawa Tengah. Implikasi pada penelitian ini yaitu kebijakan yang dapat dipertimbangkan oleh pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengurangi ketimpangan antarwilayah adalah dengan meningkatkan kualitas tenaga kerja. Selain itu, diperlukan juga pertumbuhan perekonomian antardaerah yang inklusif, pemberdayaan ekonomi lokal, penciptaan transfer dana fiskal yang terstruktur, dan peningkatan kualitas hidup.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Inequality development in Indonesia is one of the structural problems that often occurs in various regions. Disparities between areas can lead to significant inequality. Currently, regional inequality in Indonesia remains relatively high, particularly in several provinces, including Central Java. Therefore, the objective of this study is to analyze the effects of agglomeration, the regional independence ratio gap, the general allocation fund gap, the human development index gap, and the labor force gap on regional inequality in Central Java Province. This study utilizes secondary data from the Directorate General of Fiscal Balance and the Central Statistics Agency. The analytical model employed is a multiple linear regression analysis with time series data, covering the period from 2005 to 2023. Data processing is performed using EViews 12 software. The results indicate that the labor force gap has a significant positive impact on regional inequality in Central Java Province. In contrast, agglomeration, the regional independence ratio gap, the general allocation fund gap, and the human development index gap do not have a significant effect on inter-regional inequality in the province. The implications of this study suggest that the Central Java Provincial Government should consider policies aimed at reducing inter-regional inequality by improving workforce quality. Additionally, fostering inclusive inter-regional economic growth, empowering local economies, creating structured fiscal fund transfers, and enhancing the overall quality of life are also essential.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save