Home
Login.
Artikelilmiahs
50104
Update
RIDZKY INTAN ALJULIYA
NIM
Judul Artikel
ANALISIS PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP TINGKAT KERAWANAN BANJIR DI KALIBENING, KABUPATEN BANJARNEGARA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap tingkat kerawanan banjir di Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian yang digunakan menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan pemanfaatan data spasial dan hidrologi. Data dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (ArcGIS) untuk memetakan tata guna lahan, kemiringan lereng, curah hujan, kerapatan sungai, dan infiltrasi tanah. Perubahan tata guna lahan dianalisis berdasarkan perbandingan tahun 2017 dan 2022. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan lahan pepohonan sebesar 2,59%, penurunan lahan sawah sebesar 0,47%, dan peningkatan lahan terbangun sebesar 3,06%. Tingkat kerawanan banjir pada tahun 2017 didominasi kategori “kurang rawan” (81,1%), sedangkan pada 2022 persentasenya menurun menjadi 77,85% dengan peningkatan kategori “rawan” sebesar 3,28%. Faktor utama yang mempengaruhi kerawanan banjir adalah rendahnya kapasitas infiltrasi tanah serta kemiringan lereng yang relatif landai di area tertentu. Kesimpulan penelitian ini adalah perubahan tata guna lahan di Kecamatan Kalibening dalam periode 2017–2022 tidak signifikan mempengaruhi kerawanan banjir secara keseluruhan, namun peningkatan lahan terbangun berpotensi meningkatkan risiko banjir pada masa mendatang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to analyze the impact of land use changes on flood vulnerability in Kalibening District, Banjarnegara Regency. The research employed a mixed-method approach, combining qualitative and quantitative analysis with the use of spatial and hydrological data. Geographic Information Systems (ArcGIS) were applied to map land use, slope, rainfall, river density, and soil infiltration. Land use change was assessed by comparing data from 2017 and 2022. The results show a decrease in forested land by 2.59%, a decrease in rice fields by 0.47%, and an increase in built-up areas by 3.06%. In 2017, flood vulnerability was predominantly in the "less vulnerable" category (81.1%), but this proportion decreased to 77.85% in 2022, alongside an increase in the "vulnerable" category by 3.28%. The main factors influencing flood vulnerability were the low soil infiltration capacity and relatively gentle slopes in certain areas. The study concludes that land use change in Kalibening District between 2017 and 2022 did not significantly affect overall flood vulnerability. However, the expansion of built-up areas has the potential to increase flood risk in the future.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save