Home
Login.
Artikelilmiahs
50092
Update
BARATA DELI IBRAHIM
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KEBERHASILAN GERAKAN SOSIAL MASYARAKAT SIPIL NAIROBI DALAM MEMPENGARUHI PENARIKAN FINANCE BILL 2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini menganalisis faktor-faktor keberhasilan gerakan sosial masyarakat sipil di Nairobi dalam memaksa pemerintah Kenya menarik kembali Finance Bill 2024 yang kontroversial. Gerakan ini, yang sebagian besar dimotori oleh Generasi Z, berhasil mencapai tujuannya di tengah maraknya kegagalan gerakan serupa di kawasan Afrika. Pertanyaan penelitian utama yang diajukan adalah: Mengapa protes masyarakat sipil Nairobi berhasil membatalkan keputusan pemerintah terkait Finance Bill 2024?. Dengan menggunakan metode kualitatif berpendekatan studi kasus, penelitian ini menganalisis data sekunder melalui integrasi dua kerangka teori utama: Teori Connective Action dan Political Opportunity Structure (POS). Temuan utama menunjukkan bahwa keberhasilan gerakan tidak bersumber dari satu faktor tunggal, melainkan dari sinergi antara kekuatan mobilisasi internal dan peluang politik eksternal. Secara internal, melalui kerangka Connective Action, gerakan ini beroperasi sebagai crowd-enabled network yang terdesentralisasi, memanfaatkan personal action frames untuk menerjemahkan isu kebijakan menjadi penderitaan kolektif dan menggunakan ekosistem media digital secara strategis untuk amplifikasi serta koordinasi. Secara eksternal, melalui kerangka POS, gerakan ini berhasil mengeksploitasi struktur kesempatan politik yang menguntungkan, meliputi (1) perpecahan di kalangan elite politik, (2) dukungan vital dari aliansi institusional seperti komunitas hukum dan medis, dan (3) backfire effect dari represi negara yang justru memperkuat solidaritas dan menarik kecaman internasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interaksi dinamis antara aktivisme digital yang cair dan kerentanan struktural pemerintah menciptakan tekanan yang memaksa tercapainya policy outcome berupa penarikan RUU tersebut. Studi kasus ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang dinamika gerakan sosial kontemporer di era digital, menawarkan model analisis untuk keberhasilan aksi kolektif, dan menegaskan meningkatnya peran aktor non-negara dalam mempengaruhi kebijakan negara di panggung global.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research analyzes the success factors of the civil society social movement in Nairobi in compelling the Kenyan government to withdraw the controversial Finance Bill 2024. This movement, largely driven by Generation Z, successfully achieved its goal amidst the frequent failure of similar movements in the African region. The main research question posed is: Why did the Nairobi civil society protest succeed in canceling the government's decision regarding the Finance Bill 2024? Using a qualitative method with a case study approach, this research analyzes secondary data through the integration of two main theoretical frameworks: Connective Action Theory and Political Opportunity Structure (POS). The main finding indicates that the movement's success was not derived from a single factor, but from a synergy between internal mobilization strengths and external political opportunities. Internally, through the framework of Connective Action, the movement operated as a decentralized crowd-enabled network , utilizing personal action frames to translate policy issues into collective grievances and strategically using the digital media ecosystem for amplification and coordination. Externally, through the POS framework, the movement successfully exploited a favorable political opportunity structure, which included (1) divisions among the political elite, (2) vital support from institutional allies such as the legal and medical communities, and (3) a strong backfire effect from state repression, which paradoxically strengthened solidarity and attracted international condemnation. This research concludes that the dynamic interaction between fluid digital activism and the government's structural vulnerabilities created untenable pressure, forcing the achievement of a policy outcome in the form of the bill's withdrawal. This case study contributes to the understanding of contemporary social movement dynamics in the digital age, offers an analytical model for the success of collective action in the African region, and affirms the growing role of non-state actors in influencing state policy on the global stage.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save