Home
Login.
Artikelilmiahs
49132
Update
ANISA CECILIA RAHMA
NIM
Judul Artikel
Hubungan Trauma Masa Kecil dengan Kesejahteraan Psikologis Dewasa Awal pada Mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Dewasa awal merupakan masa peralihan dari masa remaja ke dewasa yang memerlukan stabilitas psikologis. Kesejahteraan psikologis dapat dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman di masa lalu, salah satunya adalah trauma masa kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara trauma masa kecil dengan kesejahteraan psikologis dewasa awal pada mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan studi observasional analitik dengan desain cross sectional study. Teknik sampling menggunakan proportionate random sampling pada 2.039 mahasiswa dan diperoleh 335 responden. Instrumen yang digunakan adalah Self- report Ryff’s Scale of Psychological Well-Being (RPWB) dan Childhood Trauma Questonnaire Bernstein. Analisis data menggunakan Uji Korelasi Spearman’s Rank. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan usia responden memiliki nilai median 19 dengan usia minimum 18 dan maksimum 22 tahun, mayoritas berjenis kelamin perempuan (79,4%), 23,6% jurusan keperawatan dan 43,6% angkatan 2024, lebih dari 50% tidak ada atau sedikit trauma pada setiap subskala trauma masa kecil. Diperoleh rata-rata skor kesejahteraan psikologis 79,08 dan standar deviasi 10,54. Hasil uji korelasi Spearman’s Rank menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara trauma masa kecil dengan kesejahteraan psikologis (ρ-value = 0,01). Subskala pengabaian emosional menunjukkan korelasi paling kuat terhadap kesejahteraan psikologis. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara trauma masa kecil dengan kesejahteraan psikologis dewasa awal pada mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan kualitatif, memperluas sampel, melakukan studi longitudinal, mengembangkan intervensi, serta mengeksplorasi variabel lain seperti resiliensi dan dukungan sosial.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Bacground: Emerging adulthood is a transitional period from adolescence to adulthood that requires psychological stability. Psychological well-being can be influenced by past experiences, one of which is childhood trauma. This study aims to examine the relationship between childhood trauma and the psychological well-being of emerging adults among students of the Faculty of Health Sciences at Jenderal Soedirman University. Methodology: This study used a quantitative approach and used an analytic observational study with a cross sectional study design. The sampling technique used proportionate random sampling on 2,039 FIKES Unsoed students and obtained 335 respondents. The instruments used were Ryff's Self-report Scale of Psychological Well-Being (RPWB) and Bernstein's Childhood Trauma Questonnaire. Data analysis using Spearman's Rank Correlation Test. Result: The results of the study showed that the respondents had a median age of 19, with a minimum age of 18 and a maximum of 22 years. The majority were female (79.4%), 23.6% were nursing students, and 43.6% were from the class of 2024. More than 50% had no or only mild trauma on each subscale of childhood trauma. The average score of psychological well-being was 79.08 with a standard deviation of 10.54. The Spearman’s Rank correlation test showed a significant relationship between childhood trauma and psychological well-being (ρ-value = 0.01). The emotional neglect subscale showed the strongest correlation with psychological well-being. Conclusion: There is a significant relationship between childhood trauma and psychological well-being. Future research is recommended to use a qualitative approach, expand the sample, conduct longitudinal studies, develop interventions, and explore other variables such as resilience and social support.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save