Home
Login.
Artikelilmiahs
49606
Update
YUPILES WANIMBO
NIM
Judul Artikel
Strategi Diplomasi Indonesia dalam Pembebasan Papua Tahun 1949-1962
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang strategi diplomasi Indonesia dalam membebaskan papua tahun 1949-1962. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian Sejarah (historis). Langkah-langkah yang digunakan antara lain: Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi, dan Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi diplomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam membebaskan papua meliputi beberapa cara, yaitu diplomasi terbuka, dan diplomasi tertutup. Namun upaya diplomasi terbuka yang dilakukan pemerintah Indonesia melalui Sidang Umum Perserikatan BangsaBangsa dan Konferensi Asia Afrika mengalami kegagalan, karena Belanda memang tidak mau menyelesaikan kasus papau. Dengan alasan Belanda ingin memberi kedaulatan sendiri bagi wilayah Papua langsung di bawah kekuasaan Belanda. Sehingga membuat pemerintah Indonesia bertindak tegas untuk mengerahkan kekuatan nasionalnya dengan melakukan konfrontasi dalam merebut papua, yaitu kekuatan militer. Akhirnya, pengerahan kekuatan militer ini berhasil membuat Belanda mau membuka kembali perundingan dengan pemerintah Indonesia dalam rangka penyelesaian sengketa papua. Sehingga diplomasi yang terpadu dengan kekuatan milier ini berhasil memaksa Belanda untuk menyerahkan wilayah papua kepada pemerintah Indonesia melalui persetujuan New York melalui diplomasi tertutup, melalui perantara badan perwakilan PBB yaitu UNTEA (United Nations Temporary Executive Authority).
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aims to describe Indonesia’s diplomatic strategies in liberating Papua during the period of 1949–1962. The research method used is the Historical research method. The steps applied include: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results show that the diplomatic strategies undertaken by the Indonesian government to liberate Papua involved several approaches, namely open diplomacy and closed diplomacy. However, the open diplomacy efforts carried out by the Indonesian government through the United Nations General Assembly and the Asian-African Conference ended in failure, as the Netherlands was unwilling to resolve the Papua issue. The Dutch argued that they intended to grant Papua its own sovereignty directly under Dutch authority. This prompted the Indonesian government to take decisive action by mobilizing its national strength through confrontation to reclaim Papua, namely by using military force. Ultimately, this military mobilization succeeded in compelling the Netherlands to reopen negotiations with the Indonesian government to resolve the Papua dispute. Consequently, diplomacy integrated with military power succeeded in forcing the Netherlands to hand over Papua to the Indonesian government through the New York Agreement, via closed diplomacy, with the mediation of the United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save