Artikel Ilmiah : F1F021064 a.n. TSAABITA MALIKA MAJID
| NIM | F1F021064 |
|---|---|
| Namamhs | TSAABITA MALIKA MAJID |
| Judul Artikel | Analisis Keputusan Keluarnya Amerika Serikat dari JCPOA di Era Donald Trump (2017-2021) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Keputusan Amerika Serikat untuk keluar dari Joint Comprehensive Plan of Action pada tahun 2018 di bawah pemerintahan Donald Trump menandai perubahan besar dalam kebijakan luar negeri AS terhadap Iran. Sebelumnya, AS telah menempuh berbagai jalur diplomasi dengan Iran terkait program nuklir negara tersebut hingga akhirnya tercapai JCPOA, yaitu perjanjian internasional yang bertujuan membatasi program nuklir Iran guna menjaga stabilitas kawasan dan mencegah proliferasi senjata nuklir. Dalam perjanjian tersebut, Iran menyetujui pembongkaran sebagian fasilitas nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi dari Amerika Serikat dan negara-negara lainnya. Namun, transisi kekuasaan ke pemerintahan Trump membawa perubahan kebijakan yang signifikan, termasuk keputusan untuk menarik diri dari perjanjian tersebut. Melalui penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teori decision-making dari Richard C. Snyder, penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan keluarnya AS didorong oleh faktor internal, seperti tekanan dari kelompok kepentingan domestik serta nilai dan pandangan pribadi Trump terhadap Iran. Sementara itu, faktor eksternal seperti aktivitas rudal Iran dan tekanan dari sekutu seperti Israel dan Arab Saudi turut memperkuat keputusan tersebut. Dinamika yang terjadi menunjukkan pentingnya peran faktor domestik dalam pembentukan kebijakan luar negeri Amerika Serikat. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The United States decision to withdraw from the Joint Comprehensive Plan of Action in 2018 under the administration of Donald Trump marked a significant shift in U.S. foreign policy toward Iran. Before that, the U.S. had engaged in various diplomatic efforts with Iran regarding its nuclear program, culminating in the JCPOA, an international agreement aimed at limiting Iran’s nuclear activities to ensure regional stability and prevent nuclear weapons proliferation. Under the agreement, Iran agreed to dismantle parts of its nuclear facilities in exchange for sanctions relief from the United States and other world powers. However, the transition to the Trump administration brought major policy changes, including the decision to unilaterally withdraw from the deal. Using a qualitative approach with a case study method and Richard C. Snyder’s decision-making theory, this research finds that the U.S. withdrawal was primarily driven by internal factors, such as pressure from domestic interest groups and Trump’s personal values and views toward Iran. External factors, including Iran’s missile activities and pressure from allies like Israel and Saudi Arabia, further reinforced the decision. These dynamics highlight the dominant role of domestic factors in shaping U.S. foreign policy. |
| Kata kunci | Amerika Serikat, Nuklir Iran, JCPOA, Donald Trump, Decision-making |
| Pembimbing 1 | Dr. Arif Darmawan, S.IP, M.Si |
| Pembimbing 2 | Arief Bakhtiar Darmawan, S.IP, M.A |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 70 |
| Tgl. Entri | 2025-07-09 10:54:31.034747 |