Home
Login.
Artikelilmiahs
48977
Update
RAGIL ZAHRA HUSEN
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Edukasi dengan Media Video Animasi terhadap Sikap dan Perilaku Pencegahan Seksual Berisiko pada Remaja
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan untuk melakukan perilaku seksual berisiko. Hal ini dikarenakan minimnya pendidikan kesehatan reproduksi sehingga mendukung remaja untuk mencoba perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi dengan media video animasi terhadap sikap dan perilaku pencegahan seksual berisiko pada remaja. Metodologi: Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment with control group pretest and posttest design. Sampel berjumlah 132 responden dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 66 responden, yang ditentukan melalui teknik stratified random sampling. Kelompok intervensi diberikan edukasi melalui video animasi sebanyak satu kali. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sikap dan perilaku pencegahan seksual berisiko. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon, uji paired t-test, dan uji Mann-Whitney. Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada skor sikap dan perilaku pencegahan seksual berisiko pada kelompok intervensi (p>0,05). Sebaliknya, pada kelompok kontrol terdapat perbedaan signifikan pada skor sikap dan perilaku pencegahan seksual berisiko (p<0,05). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dalam skor posttest sikap p=0,555, tetapi terdapat perbedaan yang signifikan pada skor posttest perilaku pencegahan perilaku seksual berisiko p=0,001. Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh edukasi dengan video animasi terhadap peningkatan sikap dan perilaku seksual berisiko pada remaja
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Adolescents are a vulnerable age group to engage in risky sexual behavior. This is due to the lack of reproductive health education, which encourages adolescents to try such behavior. This study aims to analyze the effect of education using animated video media on attitudes and behaviors toward risky sexual prevention in adolescents. Method: The study design used was a quasi-experiment with a control group pretest and posttest design. The sample consisted of 132 respondents, with 66 respondents in each group, determined using stratified random sampling. The intervention group received education through animated video media once. Data were collected using a questionnaire on attitudes and behaviors toward risky sexual prevention. Data were analyzed univariately and bivariately using the Wilcoxon test, paired t-test, and Mann-Whitney test. Results: The analysis showed no significant difference in attitude and behavior scores of risky sexual preventions in the intervention group (p>0,05). In contrast, the control group showed a significant difference in attitude and behavior scores (p<0,05). The Mann-Whitney test showed no significant difference between the intervention and control groups in the posttest attitude score (p=0,555), but there was a significant difference in the posttest behavior score of risky sexual prevention (p=0,001). Conclusion: Education using animated video media does not have a significant effect on attitudes and behaviors of risky sexual prevention in adolescents.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save