Artikelilmiahs
Menampilkan 4.541-4.560 dari 48.763 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 4541 | 14371 | G1D012003 | PENGARUH TERAPI VIBRASI 200 HZ SELAMA 10 MENIT TERHADAP FASE INFLAMASI DAN PROLIFERASI PENYEMBUHAN LUKA DIABETIK PADA TIKUS YANG DIINDUKSI ALOKSAN | Latar belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronik yang semakin banyak diderita. Komplikasi yang terjadi pada penderita DM adalah luka diabetikum. Vibrasi, merupakan salah satu terapi yang terbukti efektif dalam penyembuhan luka diabetes khususnya dengan frekuensi rendah. Akan tetapi, vibrasi dengan frekuensi tinggi belum pernah diteliti efektivitasnya untuk penyembuhan luka diabetikum. Tujuan:Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh pemberian terapi vibrasi 200 Hz selama 10 menit terhadap fase inflamasi dan proliferasi penyembuhan luka diabetetikum pada tikus yang diinduksi aloksan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen murni dengan posttest only with control group disgn. Jumlah sampel yang digunakan adalah 10 ekor tikus wistar jantan masing-masing kelompok dengan 5 ekor tikus. Tikus kemudian diinduksi aloksan dan dilukai. Perkembangan luka akan diamati secara makroskopis dan mikroskopis. Hasil: Secara makroskopis warna luka kedua kelompok pada hari ke-0 adalah kemerahan. Pada hari ke-3 kelompok perlakuan terlihat edem sedangkan kelompok kontrol tidak. Selain itu pada kelompok perlakuan juga terlihat kemerahan pada tepi luka hari ke-5 hingga ke-7. Jaringan putih (Slough) juga terlihat pada kedua kelompok mulai hari ke-3pada kelompok perlakuan. Secar mikroskopis, intensitas sel-sel inflamasi kelompok perlakuan lebih banyak, reepitalisasi kelompok perlakuan lebih sedikit dari kelompok kontrol. Kesimpulan: Terapi vibrasi 200 Hz selama 10 menit tidak efektif untuk penyembuhan luka diabetikum. | Background:Diabetes mellitus (DM) is one of chronic diseases which is increasingly suffered by many people. Complication that happens in DM sufferer is diabetic wound. Vibration is one of therapies which is proved effectively in diabetes wound healing especially with low frequency. However, vibration with high frequency is never researched its effectiveness in diabetic wound healing. Purpose: This research has a purpose to know the influence in treating 200 Hz vibration therapy during 10 minutes toward inflammation phase and proliferation of diabetic wound healing in the rat inducted alloxan. Method:This research uses a design of true experiment with posttest only with control group design. The number of sample which is used is 10 male wistar rats and each group has 5 rats. Then, the rats are inducted alloxan and wounded. Wound development will be observed macroscopically and microscopically. Result:Macroscopically, a wound colour of two groups in zero days is reddish. In the third day, treat group is seen edema while control group is not. Besides, in the treat group, it is seen that the rats’wound is reddish in its edge in the fifth until seventh day. Slough is also seen in the treat group beginning in the third day. Microscopically, intensity of inflammation cells of treat group is more; re-epithelialization of the treat group is fewer than the control group. Conclusion: The therapy of 200 Hz vibration during 10 minutes is not effective for diabetic woundhealing. | |
| 4542 | 14343 | F1C011012 | HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA WEBSITE UNSOED DENGAN TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI PERKULIAHAN JURUSAN ILMU KOMUNIKASI | Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh, perkembangan teknologi yang sudah sangat maju, sehingga memudahkan manusia untuk mendapatkan informasi atau melakukan proses komunikasi dengan manusia lain. Salah satu bentuk dari kemajuan teknologi adalah website, melalui website ini pengguna (user) dengan mudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan . Website inilah yang menjadi bagian atau objek dari penelitian ini. Website yang diteliti dalam penelitian ini adalah website UNSOED, website UNSOED ini sering digunakan oleh mahasiswa untuk mendapatkan informasi perkuliahan yang mereka butuhkan. Penelitian ini menggunakan landasan Teori Uses and Gratification sekaligus penelitian ini juga ingin menguji Teori Uses and Gratification dan mencari tahu apakah ada hubungan antara intensitias penggunaan webiste UNSOED dengan tingkat kepuasan mahasiswa setelah menggunakan website UNSOED. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, untuk mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan random sampling, dengan cara menyebarkan kuisioner ke 83 mahasiswa angkatan tahun 2011, 2012, 2013, 2014, 2015 Jurusan Ilmu Komunikasi UNSOED sebagai responden dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah ke 83 responden merasa puas setelah menggunakan website UNSOED dan merasa website UNSOED dapat memenuhi kebutuhan informasi perkulihannya. Adanya hubungan yang cukup berarti atau cukup kuat antara tingkat intensitas penggunaan website UNSOED dengan tingkat kepuasan mahasiswa setelah menggunakan website UNSOED sebagai sarana pemenuh kebutuhan. Hal ini dibuktikan dengan nilai korelasi 0,408, Nilai signifikansi yaitu 0,000 < 0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang positif dan signifikan, Responden merasa bosan dengan tampilan website UNSOED, responden merasa bosan dan menanggap tampilan website UNSOED monoton, sehingga sangat penting bagi website UNSOED untuk membuat inovasi baru atau variasi baru dalam tampilan websitenya sehingga pengguna tidak mudah merasa bosan. Teori Uses and Gratification yang dapat digunakan dalam penelitian kuantitatif karena hipotesis Ha dapat diterima. Selain itu hal ini juga didasari berdasarkan analisi data dari tiap-tipa point pertanyaan yang di ajukan ke responden yang menunjukan bahwa responden dapat dikatakan puas dengan informasi yang disajikan oleh website UNSOED. Hal tersebut juga sesuai dengan kajian dari Teori Uses and Gratification yang memang teori tersebut juga mengkaji kepuasan dari pengguna media setelah atau ketika menggunakan media tertentu unutk berkomunikasi atau mendapatkan infornasi yang dibutuhkan. Kata Kunci: Website UNSOED, Intensitas, Tingkat Kepuasan, Kebutuhan Informasi. | Abstract This research is motivated by, the development of technology which is already highly developed, then making people easier to get information or make communication process with other human beings. One existence of technology advancements is website, through this website, user can easily obtain the information which needed. This website which is being the part or object of this study. Website which studied in this research is UNSOED website, UNSOED website is often used by students to obtain college information that they need. This study uses Theory of Uses and Gratification foundation and this research also want to test Uses and Gratification theory and find out if there is a relation between UNSOED webiste use intensity with student satisfaction level after using UNSOED website. Research method in this study using a quantitative approach, to collect the data, this study used random sampling, by distributing questionnaires to 83 student class of 2011, 2012, 2013, 2014, 2015 Communication Department of UNSOED as respondents in this study. Results of this study was to 83 respondents were satisfied after using the website and find UNSOED website can fulfill the needs information of their college. The existence of a significant relation or strong enough between the level of UNSOED website use intensity with the level of student satisfaction after using UNSOED website as a means of fulfilling the needs. This is evidenced by the correlation value of 0.408, significance value 0.000 < 0.05 which indicates that there is a positive and significant correlation, respondents feel bored with UNSOED website appearence, respondents felt bored and thought UNSOED website appearence is monotonous, so it is important for UNSOED website to create a new innovation or new variations in display website so that users do not easily get bored. Uses and Gratification theory that can be used in quantitative research because the hypothesis Ha acceptable. In addition it also constituted based on data analysis from each questions point which proposed to respondents that showed respondents can be said to be satisfied with the information presented by UNSOED website. It also correspond with the assessment of Uses and Gratification theory that indeed the theory also examines the satisfaction of media user after or when using certain media to communicate or get information which needed. Keywords: UNSOED website, Intensity, Satisfaction Level, Information Needs | |
| 4543 | 14346 | F1G012014 | Menelusuri Makna "Cinta" Pada Kumpulan Puisi Mata Ketiga Cinta Karya Helvy Tiana Rosa | RINGKASAN Penelitian ini berjudul “Menelusuri Makna “Cinta” Pada Kumpulan Puisi Mata Ketiga Cinta Karya Helvy Tiana Rosa”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna “cinta” pada kumpulan puisi Mata Ketiga Cinta karya Helvy Tiana Rosa dengan pembacaan heuristik dan menafsirkan makna “cinta” pada kumpulan puisi Mata Ketiga Cinta karya Helvy Tiana Rosa dengan pembacaan hermeneutik. Penelitian ini lebih memfokuskan makna cinta yang terdapat di dalamnya. Data dalam penelitian ini adalah buku kumpulan puisi Mata Ketiga Cinta yang akan dianalisis, serta data pendukung sebagai alat untuk menganalisis. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara memilih objek penelitian yaitu buku kumpulan puisi Mata ketiga Cinta karya Helvy Tiana Rosa, membaca berulang-ulang kumpulan puisi Mata Ketiga Cinta, menentukan beberapa puisi yang relevan dengan rumusan masalah, mengklasifikasikan data-data yang didapat sesuai dengan rumusan masalah, dan mengolah data-data berdasarkan teori yang digunakan. Kemudian, teknik analisis data yaitu dengan cara mengumpulkan dan menyajikan data-data yang diperoleh sesuai dengan fokus penelitian, menerjemahkan puisi ke bahasa tingkat pertama menggunakan pembacaan heuristik, menginterpretasikan puisi ke bahasa tingkat kedua menggunakan pembacaan hermeneutik, terakhir adalah menyimpulkan hasil analisis. Hasil penelitian kumpulan puisi Mata Ketiga Cinta karya Helvy Tiana Rosa dengan pembacaan heuristik menghasilkan adanya berbagai makna yang ungramatikal (ketidakgramatikalan), sehingga menimbulkan pemahaman pembaca yang semakin rumit. Pembacaan hermeneutik menghasilkan makna cinta yang berbeda-beda, yang termasuk ke dalam cinta remaja (sesama manusia) yaitu “Cintamu Padaku”, “Kau”, “Mata Ketiga Cinta”, “Duri”, dan “Segenggam Kata”, yang termasuk ke dalam cinta rumah tangga (keluarga) yaitu “Cinta”, yang termasuk ke dalam cinta terhadap Tuhan yaitu “Fi Sabilillah”, yang termasuk cinta kepada negeri yaitu “Salam Negeriku”, “Dan Kuakrabi Bayangmu”, yang termasuk ke dalam cinta terhadap rakyat Palestina yaitu “Puisi Untuk Seorang Ibu Yang Mendobrak Pulazi”. | SUMMARY The title of this research is “Menelusuri Makna “Cinta” Pada Kumpulan Puisi Mata Ketiga Cinta Karya Helvy Tiana Rosa". The aim of this research are to describe the meaning of "love" in a poem anthology of Mata Ketiga Cinta by Helvy Tiana Rosa with heuristic reading and interpreting the meaning of "love" with hermeneutic reading. This study focused on the meaning of love that exist in this poem anthology. The data in this study were a poem anthology of Mata Ketiga Cinta and the supporting data as a tool to analyze. The data collection techniques were selecting the object of the research in poem anthology of Mata Ketiga Cinta by Helvy Tiana Rosa, reading comprehensively the poem anthology of Mata Ketiga Cinta, determining some poems that were relevant to the research questions, classifying the data that were obtained in accordance with the research questions and processing the data based on the theory. Then, the data analysis technique were collecting and presenting the data that were obtained in accordance with the research questions, translating the poems into the first level language by using heuristic reading, interpreting the poems into the second level language by using hermeneutic reading, and concluding the analysis. The results of this research with heuristic reading generated that there were various ungrammatical meaning, so there were causing the complex reader's understanding. In hermeneutic reading, the researcher found the different meaning of love, the love that belong to the teen love (other human) were "Cintamu Padaku”, "Kau", "Mata Ketiga Cinta", "Duri", and "Segenggam Kata", the love that belong to the family love was “Cinta”, the love that belong to God was "Fi Sabilillah", the love that belong to country were "Salam Negeriku", "Dan Kuakrabi Bayangmu", the love that belong to the Palestinian was "Puisi Untuk Seorang Ibu Yang Mendobrak Pulazi". | |
| 4544 | 14352 | D1E012006 | KADAR NDF DAN ADF BERBAGAI BAHAN PAKAN LIMBAH AGROINDUSTRI YANG DIFERMENTASI MENGGUNAKAN ISOLAT BAKTERI SELULOLITIK ASAL ULAT ALBASIA (Paraserianthes falcataria) | Penelitian yang berjudul “Kadar NDF dan ADF Berbagai Bahan Pakan Limbah Agroindustri yang Difermentasi Menggunakan Isolat Bakteri Selulolitik Asal Ulat Albasia (Paraserianthes falcataria)” ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas NDF (Neutral Detergent Fiber) dan ADF (Acid Detergent Fiber) bahan pakan asal limbah agroindustri yang difermentasi dengan isolate bakteri selulolitik asal ulat albasia. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dan dianalisis menggunakan Uji Independent Sample T Test dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah R1: 50 gram kulit kacang tanpa fermentasi; R2: 50 gram kulit kedelai tanpa fermentasi; R3: 50 gram tongkol jagung tanpa fermentasi; R4: 50 gram kulit kacang fermentasi dengan 10% bakteri selulolitik; R5: 50 gram kulit kedelai fermentasi dengan 10% bakteri selulolitik; dan R6: 50 gram Tongkol jagung fermnetasi dengan 10% bakteri selulolitik. Hasil penelitian rataan kadar NDF R1, R2, R3, R4, R5, dan R6 berturut-turut sebesar 69.86%; 67.55%; 41.00%; 61.68%; 64.82%; dan 42.17%. Rataan kadar ADF R1, R2, R3, R4, R5, dan R6 berturut-turut sebesar 58.45%; 47.85%; 36.29%; 51.89%; 45.75%; dan 38.96%. Hasil Analisis Uji Independent Sample T Test menunjukkan bahwa fermentasi bakteri selulolitik isolate asal ulat albasia berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar NDF (Neutral Detergen Fiber) dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar ADF (Acid Detergent Fiber). Dapat disimpulkan bahwa isolate bakteri selulolitik asal ulat albasia dapat digunakan untuk fermentasi berbagai macam limbah agroindustri. | This research, entitled " NDF and ADF Levels of Various Agroindustrial Waste Feedstuff Fermented With Cellulolitic Bacterial Isolates Of Albasia Caterpillar Origin (Paraserianthes falcataria)", aimed to evaluate the quality of the NDF (Neutral Detergent Fiber) and ADF (Acid Detergent Fiber) of agroindustrial waste feedstuff fermented with cellulolitic bacterial isolates originated from albasia caterpillar. The research method used was experimental and analyzed using the T Test Sample Independent Test with 6 treatments and 4 replications. The treatments were R1: 50 grams of peanut shells without fermentation; R2: 50 grams of soy skin without fermentation; R3: 50 grams of corn cobs without fermentation; R4: 50 grams of fermented peanut shells with 10% of cellulolytic bacteria; R5: 50 grams of fermented soy skin with 10% of cellulolytic bacteria; R6: 50 grams of fermented corn cobs 10% cellulolytic bacteria. The result was that the average levels of NDF R1, R2, R3, R4, R5, and R6 were, respectively, 69.86%; 67.55%; 41.00%; 61.68%; 64.82%; and 42.17%. Mean of ADF levels of R1, R2, R3, R4, R5, and R6, was, respectively, 58.45%; 47.85%; 36.29%; 51.89%; 45.75%; and 38.96%. The results of T Test Sample Independent Test Analysis showed that cellulolitic bacterial isolates of albasia caterpillar origin affected very significantly (P <0.01) the levels of NDF (Neutral Detergent Fiber) and significantly (P <0.05) the level of ADF (Acid Detergent Fiber). It can be concluded that cellulolytic bacteria isolates originated from albasia caterpillar can be used for fermentation of various sorts of agro-industry waste. | |
| 4545 | 14348 | F1A011052 | PEMBERDAYAAN KELOMPOK PKK (Studi Tentang Manfaat Program KRPL pada PKK di Desa Dukuhwaluh Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini berjudul “PEMBERDAYAAN KELOMPOK PKK (Studi Tentang Manfaat Program KRPL Pada PKK di Desa Dukuhwaluh Kabupaten Banyumas)”. Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan program pemberdayaan yang dikonsep oleh Kementrian Pertanian berupa pengoptimalan pemanfaatan lahan perkarangan untuk pembudidayaan berbagai macam kebutuhan pangan untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui proses pemberdayaan dilakukan PKK penerima Program KRPL (2) Untuk mengetahui manfaat Program KRPL bagi PKK di Desa Dukuhwaluh (3) Untuk mengetahui bagaimana kendala dalam pelaksanaan Program KRPL oleh PKK di Desa Dukuhwaluh. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kualitatif Deskriptif dengan teknik penentuan informan yaitu teknik Purposive Sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (In-depth Interview), dan observasi Partisipant as Observer, serta dokumentasi. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah anggota PKK penerima Program KRPL di Desa Dukuhwaluh yaitu PKK RT 01/ RW 10, serta sasaran pendukungnya ialah penyuluh pertanian lapangan dari Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Purwokerto dan warga sekitar. Penelitian ini dilakukan di Desa Dukuhwaluh Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas untuk Program KRPL 2014. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan Analisis Interaktif dari Milles dan Huberman, serta menggunakan teknik Triangulasi Sumber untuk uji validitas data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pemberdayaan dilakukan pada PKK penerima Program KRPL di Desa Dukuhwaluh melewati beberapa tahap diantaranya ialah : (1) Tahap Penyadaran, melalui sosialisasi Program KRPL dan peranan perempuan dalam perekonomian (2) Tahap Pengkapasitasan, melalui pengorganisasian dan pelatihan pertanian (3) Tahap Pendayaan, seperti perencanaan kegiatan, pelaksanaan Program KRPL, dan evaluasi. Adapun manfaat Program KRPL bagi PKK ialah : (1) Meningkatkan Pola Pangan Harapan (2) Mengurangi pengeluaran kebutuhan pangan (3) Meningkatkan harmonisasi hubungan antar anggota PKK maupun warga sekitar (4) Meningkatkan pengetahuan anggota PKK (5) Penghijauan lingkungan. Kendala dalam pelaksanaan Program KRPL oleh PKK antara lain ialah : (1) Musim kemarau (2) Hama dan penyakit tanaman (3) Kerja sama anggota PKK yang kurang baik, karena padatnya waktu dan peranan anggota PKK (4) Peran penyuluh pertanian lapangan yang kurang maksimal (5) Dalam menindaklanjuti keberlanjutan Program KRPL, PKK harus lebih berinisiatif dan meningkatkan koordinasi kepada pihak-pihak terkait, sedangkan usaha yang diterapkan nantinya lebih memfokuskan pada usaha budidaya tanaman sayur-mayur. Pelaksanaan Program KRPL oleh PKK di Desa Dukuhwaluh masih sangat perlu mendapatkan perbaikan dan peningkatan kontrol pengawasan dari berbagai elemen terutama dari pihak pemerintah setempat. | This study entitled "EMPOWERMENT OF THE GROUP PKK (Studies Benefits KRPL Program At the PKK in the Village Dukuhwaluh Banyumas Regency)". Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) is an empowerment program drafted by the Ministry of Agriculture in the form of optimizing land use yard for the cultivation of a wide variety of food needs to meet the food needs of the family. The purpose of this research : (1) To determine the recipient of the empowerment process conducted PKK KRPL Program (2) To know the benefits KRPL Program for the PKK in the Village Dukuhwaluh. This study uses Descriptive Qualitative Research Methods with determination technique is technique purposive Sampling informants and data collection techniques using in-depth interviews, and observation Partisipant As Observer, as well as documentation. The main target of this research is the recipient of the PKK members in the Village Dukuhwaluh KRPL Program that PKK RT 01/ RW 10, and the target is supporting agricultural extension field of Counseling Agency and Food Security Purwokerto and nearby residents. This research was conducted in the Village Dukuhwaluh Kembaran Subdistrict, Banyumas Regency for KRPL Program 2014. Methods of data analysis in this study using Interactive Analysis of Milles and Huberman, and using Triangulation Source techniques to test the validity of the data. The results showed that the empowerment process is done at the receiver PKK KRPL Program in the Village Dukuhwaluh pass through several stages : (1) Awareness Stage, through socialization KRPL Program and the role of women in the economy (2) Enabling Stage, through organizing and training farm (3) Stages Inveiglement, such as planning, implementation KRPL program, and evaluation. The benefits Program KRPL to the PKK is : (1) Increasing the dietary pattern hope (2) Reduce expenditure needs for food (3) Improve the harmonization of relations between members of the PKK and residents around (4) Improve the knowledge of members of the PKK (5) Greening environment. Constraints in the implementation of the Program KRPL by PKK among others are: (1) Dry season (2) Pests and plant diseases (3) Working with members of the PKK were not good, because of the tight time and the role of PKK members (4) The role of agricultural extension which not maximal (5) In a follow-up sustainability KRPL Program, PKK should take the initiative and improve coordination of the parties concerned, whereas the effort applied will be focused on the cultivation of vegetables. KRPL Program implementation by the PKK in the Village Dukuhwaluh still need to get the repair and improvement of supervisory control of various elements, especially from local authorities. | |
| 4546 | 14351 | G1F012003 | Pembuatan Nanosuspensi Kombinasi Ekstrak Menggunakan Polimer Alginat dan Crosslinker Kalsium Klorida Secara Gelasi Ionik | Kombinasi ekstrak sambiloto (Andrographis paniculata) dan brotowali (Tinospora crispa) terbukti lebih baik dalam menurunkan kadar gula darah dibandingkan ekstrak tunggalnya. Penambahan ekstrak meniran (Phyllantus niruri) dan kayu manis (Cinnamomum burmannii) dapat memberikan efek antioksidan dan memberikan aroma khas pada kombinasi ekstrak tersebut. Sambiloto memiliki bioavailabilitas rendah, salah satu cara meningkatkan bioavailabilitas adalah membuat sistem nanopartikulat. Tujuan penelitan ini adalah membuat dan menentukan karakteristik nanosuspensi kombinasi ekstrak menggunakan polimer alginat dan crosslinker kalsium klorida secara gelasi ionik. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 70%. Nanosuspensi kombinasi ekstrak dibuat dengan menentukan formula optimum antara variasi kadar natrium alginat dan kalsium klorida. Evaluasi terhadap nanosuspensi meliputi evaluasi organoleptis, pH dan uji volume sedimentasi. Karakterisasi menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) dan Transmission Electron Microscope (TEM). Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Kombinasi ekstrak sambiloto (Andrographis paniculata), brotowali (Tinospora crispa), meniran (Phyllantus niruri), dan kayu manis (Cinnamomum burmannii) dapat dibuat nanosuspensi menggunakan polimer natrium alginat dan crosslinker kalsium klorida secara gelasi ionik dengan konsentrasi 0,006% natrium alginat dan 0,1% kalsium klorida. Karakteristik nanosuspensi yaitu partikel berbentuk sferis dengan rata-rata ukuran 547,3 nm dan nilai zeta potensial +2,85 mV. | The combination of sambiloto (Andrographis paniculata) and brotowali (Tinospora crispa) extract has a better effectiveness compared to the single use of extract. The extract of meniran (Phyllantus niruri) and kayu manis (Cinnamomum burmannii) has an antioxidant effect and specific smell, whereas sambiloto has a low bioavailability. To generate the enhanced bioavailability of sambiloto, a nanosuspension preparation could be a promising method. Therefore, the purpose of this research is to prepare the nanosuspension of combination extract (sambiloto, brotowali, meniran, kayu manis) using the alginate as a polymer and the calcium chloride as a crosslinker with the ionic gelation method. To prepare the nanosuspension, the extract could be obtained by maceration using ethanol of 70%. The nanosuspension of combination extracts was made by determining the optimum formula using the variation levels of sodium alginate and calcium chloride. The organoleptic, pH and volume of sedimentation of nanosuspension were evaluated. The particle size analyzer (PSA) and transmission electron microscope (TEM) were used to characterize the particle size and morphology of the nanosuspension. The data were evaluated using the descriptive analysis. Nanosuspension of combination extract can be made using 0.006% sodium alginate as polymer and 0.1% calcium chloride as crosslinker with the ionic gelation method. The morphology of nanosuspension particle is sphere with the average size of 547.3 nm. The nanosuspension was less stable due to the zeta potensial of +2.85 mV. | |
| 4547 | 14234 | C1C010017 | ANALISIS PENERAPAN PSAK NOMOR 44 AKUNTANSI AKTIVITAS PENGEMBANGAN REAL ESTAT PADA PT. SAPPHIRE SUKSES (Studi Kasus Pada Proyek Perumahan Sapphire Regency Kedungmalang) | Penelitian ini dilaksanakan pada PT. Sapphire Sukses yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang real estat dengan pengembangan real estat sebagai aktivitas utamanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian penerapan akuntansi aktivitas pengembangan real estat pada PT. Sapphire Sukses dengan PSAK No. 44 yang dalam hal ini direpresentasikan dengan laporan keuangan pada proyek perumahan Sapphire Regency Kedungmalang. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1)Komponen laporan keuangan proyek Perumahan Sapphire Regency Kedungmalang tidak sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum, (2)Pengakuan dan pengukuran pendapatan pada proyek perumahan Sapphire Regency Kedungmalang telah memenuhi dan sesuai dengan PSAK No. 44 paragraf 06-12, (3)Dalam pengakuan dan pengukuran biaya pengembangan, biaya aktivitas pengembangan real estat yang dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat tidak sesuai dengan ketentuan pada PSAK No. 44 paragraf 38, (4)Penyajian dan pengungkapan yang dilakukan tidak sesuai khususnya dalam penyajian aktiva didalam neraca dan pengungkapan aktiva real estat didalam catatan atas laporan keuangan. Berdasarkan kesimpulan tersebut dapat diimplikasikan bahwa kebijakan-kebijakan akuntansi yang harus diungkapkan dalam laporan keuangan proyek Perumahan Sapphire Regency Kedungmalang sebaiknnya diungkapkan oleh PT. Sappire Sukses. Sesuai dengan PSAK No. 44 paragraf 38, biaya usaha seharusnya dibedakan antara biaya praperolehan tanah, biaya perolehan tanah, biaya yang secara langsung berhubungan dengan proyek, biaya yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real estat, dan biaya pinjaman. Dalam penyajian neraca, sebaiknya tidak menyajikan aktiva menurut lancar dan tidak lancar. Dalam penjelasan atas laporan keuangan, aktiva real estat sebaiknya dibedakan antara tanah dan bangunan, bangunan yang sedang dikonstruksi, tanah yang sedang dikembangkan, dan tanah yang belum dikembangkan. | This research was conducted at PT. Sapphire Sukses which is a real estate company with primary activity as a real estate developer. The purpose of this study is to determine the suitability of the application of PT. Sapphire Sukses’s financial statements with PSAK No. 44 which is represent by Sapphire Regency Kedungmalang financial statements. The descriptive analytical method was used in this research with qualitative approach. Based on the results of research, the conclusions of this study as follows: (1) Component of Sapphire Regency Kedungmalang financial statements has not in accordance to generally accepted accounting principles, (2) The recognition and measurement of revenue in Sapphire Regency Kedungmalang financial statements has accordance to paragraph 06-12 PSAK No. 44, (3) Within recognition and measurement of development costs, the cost of real estate development activities are capitalized to development projecs real estate has not in accordance to paragraph 38 PSAK No. 44, (4) Presentation and disclosure of Sapphire Regency Kedungmalang financial statements do not fit particularly in the presentation of assets within statements of financial positions and disclosure of real estate assets within notes to financial statements has not in accordance to PSAK No. 44. Based conclusions can be implied that the accounting policies that have to disclosed within Sapphire Regency Kedungmalang financial statements should be disclosed by PT. Sappire Sukses. Accordance to paragraph 38 PSAK No. 44, operating costs should be distinguished between land preacquisition costs, land acquisition costs, costs directly related to the project, costs that are attributable to real estate development activities, and borrowing costs. Within presentation of statements of financial positions, assests shoud not present as current and fixed. Within notes to financial statements, real estate assets should differentiate between land and buildings, buildings under construction, land under development, and land not yet developed. | |
| 4548 | 14354 | B1J011061 | KANDUNGAN KLOROFIL A, FIKOERITRIN, DAN AGAR RUMPUT LAUT Gracilaria verrucosa YANG DIBUDIDAYA PADA KEDALAMAN DAN BAGIAN TALUS YANG BERBEDA | Gracilaria verrucosa merupakan rumput laut yang banyak dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. G. verrucosa mengandung agar, klorofil a dan fikoeritrin. Kandungan klorofil, fikoeritrin dan agar banyak digunakan dalam berbagai bidang industri seperti makanan, farmasi, dan kosmetik. Budidaya G. verrucosa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Perbedaan kedalaman merupakan faktor yang berpengaruh karena berkaitan dengan cahaya yang menembus perairan dan diserap oleh rumput laut. Aktivitas metabolik seperti produksi pigmen dan kecepatan fotosintesis dipengaruhi oleh cahaya. Pigmen pada G. verrucosa tersebut berperan penting dalam proses menghasilkan cadangan makanan berupa agar. Agar yang terbentuk akan disimpan pada bagian talus tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat kedalaman dan bagian talus terhadap kandungan klorofil a, fikoeritrin dan agar pada G. verrucosa, serta menentukan tingkat kedalaman dan bagian talus yang mengandung klorofil a, fikoeritrin dan agar tertinggi pada G. verrucosa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola split plot. Main plot yaitu bagian talus yang meliputi bagian ujung dan pangkal. Sub plot yaitu tingkat kedalaman yang meliputi 3 taraf: 5 cm, 45 cm, dan 85 cm. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati adalah variabel bebas dan tergantung. Variabel bebas berupa tingkat kedalaman dan bagian talus, sedangkan variabel tergantung berupa kandungan klorofil a, fikoeritrin, dan agar G. verrucosa. Parameter pendukung yang diamati meliputi salinitas, suhu, kekeruhan, pH, nitrat dan fosfat terlarut pada tambak. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (Anova). Uji BNT dilakukan untuk mengetahui perlakuan yang memberikan pengaruh terbaik jika didapatkan pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan klorofil a, fikoeritrin dan bobot agar G. verrucosa dipengaruhi oleh kedalaman dan bagian talus. Kandungan klorofil a tertinggi terdapat pada ujung talus dan dibudidayakan pada kedalaman 45 cm yaitu sebesar 34,463 mg/g. Kandungan fikoeritrin tertinggi terdapat pada ujung talus yang dibudidayakan pada kedalaman 85 cm yaitu sebesar 0,850 mg/g. Bobot agar tertinggi terdapat pada pangkal talus yang dibudidayakan pada kedalaman 45 cm yaitu sebesar 8,910 %. | Gracilaria verrucosa is a kind of seaweed that was widely cultivated because its high economic value. It contains agar, chlorophyll a and phycoerythrin. Chlorophyll and phycoerythrin are widely used in various industrial fields such as food, pharmaceuticals, and cosmetics. Cultivation of G. verrucosa influenced by various factors. Difference in depth is an influential factor as it relates to the light that penetrates through the water and will be absorbed by the seaweed. Metabolic activity such as the production of pigment is affected by the light. Pigments has important role for G. verrucosa in the process of producing food reserves in the form of agar. Furthermore, agar will be saved in the specified thallus. The aim of this study was to determine the effect of depth and thallus part towards chlorophyll a, phycoerythrin, and agar content in G. verrucosa, and also to determine the level of depth and thallus parts that contain the highest amount of chlorophyll a, phycoerythrin, and agar content in G. verrucosa. This study was done using experimental method with a completely randomized design (CRD) and split plot pattern. Main plot is part of the thallus which includes the tip and base. Sub plot is the depth that includes 3 levels: 5 cm, 45 cm and 85 cm. Each treatment was repeated 3 times. Variables observed were independent and dependent variables. The independent variable are the depth and thallus part, while the dependent variable are the content of chlorophyll a, phycoerythrin, and agar in G. verrucosa. Supporting parameters observed are salinity, temperature, turbidity, and pH. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). LSD test was conducted to determine the best treatment effect if the real effect is obtained. The results showed that chlorophyll a, phycoerythrin and agar content in G. verrucosa were influenced by the depths and thallus parts. The highest content of chlorophyll a found in the tip of thallus that was cultivated at 45 cm depth which is 34.463 mg/g. The highest content of phycoerythrin found in the tip of thallus that was cultivated at 85 cm depth which is 0.850 mg/g. The highest agar content found in the base of thallus that was cultivated at 45 cm depth which is 8,910 %. | |
| 4549 | 14353 | G1F012028 | Pengaruh Pemberian Kombinasi Ekstrak Sambiloto, Brotowali, Meniran, Dan Kayu Manis Terhadap Histopatologi Tubulus Proksimal Ginjal Tikus Pada Paparan Akut Glukosa | Penggunaan tanaman sambiloto, brotowali, meniran, dan kayu manis secara empiris telah banyak digunakan masyarakat Indonesia sebagai agen hipoglikemi. Pengujian histopatologi terhadap tubulus proksimal ginjal tikus wistar pada paparan akut glukosa diperlukan untuk mengetahui keamanan dari penggunaan kombinasi ekstrak tanaman tersebut apabila dikonsumsi secara bersamaan. Desain penelitian ini menggunakan 4 kelompok tikus wistar yaitu kelompok tikus normal, kelompok kontrol hiperglikemi dengan dosis glukosa (400 mg/200 gr BB), kelompok kombinasi ekstrak dosis rendah (140 mg/200 gr BB) dan dosis tinggi (380 mg/200 gr BB). Kerusakan akut tubulus proksimal dinilai dengan 2 interobserver berdasarkan nilai skoring 0-3 untuk parameter kerusakan akut berupa degenerasi albumin, adanya vakuola, hilangnya brush border dan piknosis. Semi-quantitative scoring (SQS) juga digunakan untuk melihat derajat kerusakan dengan nilai skor 0-5. Hasil penelitian menunjukan terdapat adanya perbedaan bermakna pada parameter kerusakan vakuola, degenerasi albumin dan hilangnya brush border dengan nilai p hitung statistik kruskal-wallis dengan p < 0,05 untuk masing-masing parameter kerusakan yaitu 0,000; 0,001; dan 0,002. Hasil tidak berbeda bermakna antarkelompok perlakuan muncul pada parameter piknosis dengan nilai p hitung 0,550. Kerusakan akut yang teramati pada tubulus proksimal berdasarkan skoring SQS menunjukan hasil bahwa kerusakan pada tubulus proksimal termasuk kedalam kategori kerusakan ringan dengan nilai skor SQS 1. | Sambiloto, brotowali, meniran and cinnamon has been widely used empirically by Indonesian society as hipoglicemic agent. Histopathological testing of the proximal tubules in wistar rats on the exposure of acute glucose is needed to determine the safety of plants extract when it consumed simultaneously. There was 4 groups of wistar rats among others group of normal rats, the control group of hyperglycemia, the group of plants extract with low dose and high dose. The acute damage of proximal tubules in wistar rats was assessed by 2 interobserver which use scoring system 0-3 for parameters of acute damage such as albuminosa degeneration, vacuoles, loss of brush border and pyknosis. Semi-quantitative scoring (SQS) is also used for grade of acute damage in proximal tubule with score 0-5. Result of observation showed that there are significant differences on the parameters of the vacuole, albuminosa degeneration and loss of brush border with p values respectively 0,000; 0.001; and 0.002 from calculated statistical of the Kruskal-Wallis test with p <0.05. The result of pyknosis showed that the treatment was not significantly different between groups with p value 0,550. The acute damage of proximal tubules include as mild damage in grade of SQS with score 1. | |
| 4550 | 14355 | F1F009035 | THE ANALYSIS OF TRANSLATION STRATEGIES AND ACCEPTABILITY OF INSTRUCTIONAL TEXT TRANSLATION IN GLADE AIR FRESHENER PRODUCT PACKAGES | Penelitian ini dilakukan untuk memaparkan strategi-strategi penerjemahan dalam menerjemahkan teks instruksi pada kemasan produk pengharum ruangan Glade dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia dan untuk mengetahui bagaimanakah keberterimaan hasil terjemahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif karena datanya dalam bentuk kata tertulis dan peneliti mengklasifikasikan dan mendeskripsikan data. Penelitian ini menggunakan dua jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diambil dari terjemahan teks instruksi Glade yang mengandung strategi penerjemahan dan terjemahan dalam versi bahasa Indonesia. 235 data digunakan sebagai sampel untuk aspek strategi penerjemahan. Data sekunder diambil dari kuesioner yang diberikan oleh penilai untuk mengetahui keberterimaan dari terjemahan. 130 data digunakan sebagai sampel untuk aspek keberterimaan. Analisis strategi menggunakan teori dari Suryawinata. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat sembilan teknik yang digunakan pada penerjemahan teks instruksi dalam kemasan produk Glade. Yang termasuk strategi struktural yaitu addition (15 data or 6.38%); subtraction (62 data or 26.38%); transposition (58 data or 24.68%). Yang termasuk dalam strategi semantic yaitu borrowing (26 data or 11.06%); cultural equivalent (3 data or 1.28%); synonym (26 data or 11.06%); addition (14 data or 5.96%); deletion (7 data or 2.99%); modulation (24 data or 10.21%). Hasil kuesioner yang dibagikan pada tiga penilai untuk mengukur keberterimaan idiom menunjukkan bahwa sebagian besar data berterima berjumlah 112 data atau 86.15%, 18 data atau 13.85% kurang berterima, dan tidak ada data yang termasuk dalam kategori tidak berterima. Jadi, itu berarti penerjemahan teks instruksi dalam kemasan Glade berterima. Simpulannya, sebagian besar data yang termasuk kategori A atau berterima menggunakan strategi subtraction. Artinya, penggunan strategi subtraction pada penerjamahan teks instruksi dalam kemasan produk Glade membuat penerjemaha berterima. | This research is conducted to describe the translation strategies in instructional text translation of Glade air freshener product packages from English into Indonesian and to find out the acceptability of the translation. This research used descriptive qualitative method since the data is in the form of written words and the researcher classified and described the data. This research used two kinds of data that are primary and secondary data. Primary data was taken from instructional text translation on Glade which contain translation strategies and its translation in Indonesia.There were 235 data that were used as strategy’s sample. The secondary data was taken from the questionnaire given for the raters to know the acceptability of the translation. There were 130 data that were used as acceptability’s sample. The analysis of strategy used Suryawinata’s theory. It shows that there are nine strategies applied in translating instructional text translation in Glade. Those belong to structural strategies are addition (15 data or 6.38%); subtraction (62 data or 26.38%); transposition (58 data or 24.68%). Those belong to semantic strategies are borrowing (26 data or 11.06%); cultural equivalent (3 data or 1.28%); synonym (26 data or 11.06%); addition (14 data or 5.96%); deletion (7 data or 2.99%); modulation (24 data or 10.21%). The result of questionnaire distributes to the three raters in measuring acceptability of idiomatic expression translation show that most of the data are acceptable amounted to 112 data or 86.15%, 18 data or 13.85% are less acceptable, and there is no datum that belongs to unacceptable. It means that the translation of instructional text of Glade is acceptable. In conclusion, most of data (112 data or 86.15%) which belong to category A or acceptable use subtraction strategy. It means that the use of subtraction strategy in Glade instructional text translation make the translation acceptable. | |
| 4551 | 14356 | F1B010086 | Manajemen Pengelolaan Sampah (Studi Tentang Pengelolaan Sampah Yang Berwawasan Lingkungan Di Daerah Perkotaan Kabupaten Garut) | MANAJEMEN PENGELOLAAN SAMPAH (Studi Tentang Pengelolaan Sampah Yang Berwawasan Lingkungan di Daerah Perkotaan Kabupaten Garut) THE MANAGEMENT OF WASTE MANAGEMENT (Study on Environmentally Called Waste Management in Urban Areas Garut) Ryan Hakim Ariansyah, Bambang Tri Harsanto, dan Muslih Faozanudin Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman Jl. H. R. Boenyamin 708, Purwokerto 53122 ABSTRAK Judul penelitian ini adalah “Manajemen Pengelolaan Sampah (Studi tentang pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan di daerah perkotaan Kabupaten Garut)”. Penelitian ini bermaksud untuk memberikan informasi secara mendalam tentang peran Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan dalam me- manage pengelolaan sampah di Kabupaten Garut. Hal yang melatar belakangi peneliti untuk mengangkat permasalahan ini adalah karena saat ini, sampah merupakan suatu permasalahan yang sangat krusial dan mendesak untuk ditangani. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah manajemen yang tepat dalam pengelolaan sampah agar dalam proses pengelolaan sampah tersebut tidak menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan dan sesuai dengan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu peneliti menggambarkan mengenai suatu fenomena, sehingga data yang dihasilkan berupa data deskriptif, ucapan, tulisan dan perilaku dari sasaran itu sendiri. Jenis data yang diguanakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan untuk teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan peneliti adalah analisis interaktif Miles, Huberman dan Saldana. Kemudian untuk validitas data menggunakan teknik triangulasi data. Berdasarkan fungsi manajemen perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian yang diungkapkan oleh G. R. Terry, hasil penelitian menunjukkan bahwa a) Dalam perencanaan anggaran, perencanaan program pengelolaan sampah, dan perencanaan bidang sarana dan prasarana di Kabupaten Garut sudah merujuk pada pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan, hal ini ditunjukkan dengan kelengkapan sarana dan prasarana yang cukup juga mengikutsertakan masyarakat dalam pengelolaan sampah yang diterapkan oleh DLHKP, b) Dalam pengorganisasian, DLHKP sudah melakukan koordinasi dengan pihak lain baik dengan pihak dinas yang lain maupun dengan pihak swasta untuk meningkatkan pelayanan persampahan di Kabupaten Garut, c) Dalam pelaksaan, pengelolaan persampahan di Kabupaten Garut sudah mulai mengikutsertakan masyarakat, teknologi pengelolaan sampah dalam proses daur ulang sudah pernah dijalankan tetapi tidak berlanjut, sedangkan dalam pemrosesan akhir sudah merujuk pada pengelolaan sampah berwawasan lingkungan, d) Dalam pengendalian, DLHKP menerapkan sistem pengawasan berlapis untuk para petugas persampahan, yaitu dengan pengawas di lapangan dan pengawas di kantor DLHKP, masyarakat juga diharapkan berperan aktif dalam mengawasi petugas di lapangan sehingga apabila ada keluhan atau saran dapat langsung disampaikan kepada pihak DLHKP Garut. Kata Kunci: Manajemen, Sampah, Pengelolaan sampah yang berwawasan Lingkungan | ABSTRACT The title of this research is "The Management of Waste Management (Study on environmentally called waste management in urban areas Garut)". This study intends to provide in-depth information about the role of the Environment Agency, in its Hygiene and manage waste management in Garut City. The background for researchers to address this issue is because at this time, trash is very crucial and urgent problem that is to be addressed. Therefore, it takes a proper management of waste management in the process of waste management that does not cause adverse effects on the environment and in accordance with mandated in Law No. 18 of 2008 on Waste Management. This study uses descriptive qualitative method, the researchers described the phenomenon, so that the data generated in the form of descriptive data, speech, writing and behavior of the target itself. The type of data used primary data and secondary data. The sampling technique used purposive sampling, while data collecting technique uses interview, observation and documentation. Analysis of the data used by researchers is interactive analysis Miles, Huberman and Saldana. Then to the validity of the data using data triangulation technique. Based on the management functions of planning, organizing, actuating, and controlling expressed by GR Terry, the results showed that a) In budget planning, program planning waste management, and planning of infrastructure and facilities in Garut has been referred to the waste management of environmentally called, this is shown by the completeness of infrastructure and facilities are enough also to include the community in waste management applied by DLHKP, b) In organizing, DLHKP already coordinating with other parties both at the office the other as well as with the private sector to improve solid waste services in Garut c) In the exercise, the management of solid waste in Garut has begun involving the community, waste management technologies in the recycling process has been carried out but did not continue, while in the final processing has been referred to the waste management environmental, d) In the control, DLHKP implement the system layered surveillance for workers of waste, by inspectors in the field and in the office supervisor DLHKP, people are expected to play an active role in supervising officers in the field so that if there are complaints or suggestions can be directly submitted to the DLHKP Garut. Keywords: Management, Waste, Environmentally called waste management | |
| 4552 | 14358 | F1F009047 | AN ANALYSIS OF TRANSLATION STRATEGIES AND THE ACCEPTABILITY OF ENGLISH SONG LYRICS BY MAHER ZAIN’S “FOR THE REST OF MY LIFE, “GUIDE ME ALL THE WAY”, “INSHA ALLAH” AND “I LOVE YOU SO” | Yuliana Farida, Asri. 2016. ANALISIS STRATEGI PENERJEMAHAN DAN KEBERTERIMAAN DALAM LIRIK LAGU BAHASA INGGRIS DARI MAHER ZAIN; SEPANJANG HIDUP, TUNTUNKU PADAMU, INSHA ALLAH, DAN KU MILIKMU. DARI MAHER ZAIN.Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya,Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Tahun Ajaran 2015/2016. Dibimbing oleh R. Pujo Handoyo,S.S.,M.Hum. dan Indriyati Hadiningrum, S.S.,M.Pd Seorang penerjemah yang baik akan bisa menemukan makna yang paling tepat dari bahasa sumber ke bahasa sasaran. Itu sebebnya penerjemah membutuhkan strategi untuk mencapai makna yang sama sehingga pembaca di bahasa sasaran akan mendapatkan ide yang sama seperti pembaca dalam bahasa sumber. Dalam situasi ini, peneliti berfokus pada strategi penerjemahan yang ada dalam lirik lagu bahasa inggris dari Maher Zain dengan menggunakan teori dari Peter Newmark dan Suryawinata dan Hariyanto. Peneliti juga menganalisis keberterimaan terjemahan menggunakan penilaian kualitas terjemahan oleh Nababan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu jenis-jenis dari strategi penerjemahan dan keberterimaan terjemahan pada lirik lagu bahasa inggris dari Maher Zain. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Peneliti mengambil beberapa sample dari lirik lagu bahasa inggris dari Maher Zain pada 2 album dari Maher Zain. Data dianalisis dengan menggunakan teori Peter Newmark dan Suryawinata dan Hariyanto, dan menggunakan penilaian kualitas terjemahan oleh Nababan. Dalam penelitian ini, peneliti mengklasifikasikan strategi yang ada dalam objek data tersebut. Di dalam menganalisis kualitas penerjemahan, peneliti memberikan kuesioner kepada para penilai dan hasilnya berdasarkan nilai yang telah diberikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada lima strategi penerjemahan yaitu 8 data (7,8%) adalah transference, 12 data (11,8%) adalah deleting, 13 data (12,7%) adalah synonym, 68 data (66,7%) adalah modulation, dan I data (!%) adalah transposition. Artinya, modulation adalah strategi yang paling dominan digunakan di lirik lagu bahsa inggris dari Maher Zain. Kualitas penerjemahan dalam lirik lagu bahasa inggris dari Maher Zain dapat dilihat dari prosentase yang diperoleh, 78,4% berterima, 21,6% kurang berterima, dan 0% tidak berterima. Jadi, strategi penerjemahan yang digunakan penerjemah menjadikan terjemahan dapat berterima. Strategi-strategi yang digunakan oleh penerjemah menjadikan terjemahan teks berterima oleh para pembaca | Yuliana Farida, Asri. 2016. AN ANALYSIS OF TRANSLATION STRATEGIES AND ACCEPTABILITY OF ENGLISH SONG LYRICS BY MAHER ZAIN’S “FOR THE REST OF MY LIFE”, “GUIDE ME ALL THE WAY”, “INSHA ALLAH”, AND “I LOVE YOU SO”. Thesis, EnglishStudy Program, English Department. Faculty of Humanities. Jenderal Soedirman University Purwokerto. Academic Year 2015/2016. Supervised by R. Pujo Handoyo, S.S., M. Hum, and Indriyati Hadiningrum, S.S, M.Pd A good translator will be able to find the most appropriate meaning of the source language to the target language. Therefore, a translator needs strategies in order to achieve same meaning so that the target language will get the same idea as that of the source language. In this study, the researcher focused on the translation strategies found in English song lyrics by Maher Zain based on Peter Newmark and Suryawinata and Hariynato’s theories. The researcher also analyzed the acceptability of translation using translation quality assessment proposed by Nababan. This study aims to find out the kinds of translation strategies and the acceptabilityof the translation in song lyrics by Maher Zain.This study used a qualitative research method. Researcher took some samples from the English song lyric in 2 albums of Maher Zain. The data were analyzed by using the theory of Newmark and Suryawinata and Hariyanto’s theory and translation quality assessment by Nababan. In this research, the researcher classified the data based on the translation strategies. In the analysis of the acceptability, the researcher gave questionnaires to the raters and the results are based on the scores that have been given. The results show that there are five translation strategies. They are 8 data (7,8%) of transference, 12 data (11,8%) of deleting, 13 data (12,7%) of synonym, 68 data (66,7%) of modulation, and 1 datum (1%) of transposition. It means modulation is the most dominant strategies used in English song lyrics by Maher Zain. The quality of the translation in English song lyrics by Maher Zain can be seen from the percentage of scores obtained; 78,4% acceptable, 21,6% less acceptable, and 0% not acceptable. The strategies that the translator used in translation make the translation become acceptable. The translation strategies that the translator uses in translation make the translation acceptable to the target reader. | |
| 4553 | 14357 | B1J011058 | PERTUMBUHAN DUA MACAM BIBIT TANAMAN KENTANG KULTIVAR GRANOLA DALAM SISTEM AEROPONIK DENGAN KEPADATAN TANAM BERBEDA | Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) Mempelajari pengaruh interaksi antara bahan tanam dan kepadatan tanam terhadap pertumbuhan kentang kultivar granola pada sistem aeroponik (2) Menentukan jenis bahan tanam dan tingkat kepadatan tanam yang paling baik untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman kentang kultivar granola pada sistem aeroponik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola perlakuan faktorial. Faktor pertama adalah bahan tanam (B) tanaman kentang kultivar granola dengan 2 jenis yaitu B1: Knol G1, B2: Plantlet G1. Faktor kedua adalah Kepadatan tanam (P) yang dengan 3 taraf perlakuan yaitu (P1): Kepadatan tanam 100 tanaman/m2, (P2): Kepadatan tanam 75 tanaman/m2, (P3): Kepadatan tanam 50 tanaman/m2. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan tanaman kentang kultivar granola. Parameter yang diukur adalah laju pertumbuhan tinggi relatif (Relative Growth Rate/RGR) I, RGR II, RGR III, berat basah, berat kering, rasio berat kering dan berat basah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), dilanjutkan dengan uji BNT dengan tingkat kepercayaan 95% dan 99%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pertumbuhan kentang kultivar granola dalam sistem aeroponik ditentukan oleh faktor bahan tanaman yang digunakan. Interaksi antara bahan tanam dan kepadatan tanam berpengaruh sangat nyata terhadap rasio berat basah dan berat kering tanaman. Knol G1 kentang kultivar granola merupakan bahan tanaman yang paling baik untuk ditumbuhkan dalam sistem aeroponik. | This research has been carried out with a view to: (1) study the influence of the interaction between plant materials and plant density on the growth of granola cultivars of potato on aeroponics system; (2) determine the best type of plant material and plant density to promote the growth of granola cultivars of potato on aeroponics system. This research has been carried out experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) on a factorial treatment pattern. The first factor was plant material (B) i.e. B1: Knol, B2: plantlet. The second factor was the plant density (P) which included: P1: 100 plants /m2; P2: 75 plants /m2; P3: 50 plants /m2. Each treatment combination was repeated 5 times. The variables observed were the plant growth with the parameters measured included: plant height, fresh and dry weights, as well as the dry and fresh weight ratio. The data obtained were analyzed using an analysis of variance (ANOVA), followed by LSD test on 95% and 99% level of confidence. The research results showed that in general the growth of granola cultivar of potato on aeroponics system was determined by the type of plant material used. The interaction between plant materials and plant density determined the dry and fresh weight ratio. The knol was found to be the best type of plant material for aeroponics system of granola cultivars of potato. | |
| 4554 | 14127 | C1C011023 | PENGARUH BEBAN KERJA AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN UKURAN KAP SEBAGAI VARIABEL MODERASI | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beban kerja auditor terhadap kualitas audit, untuk mengetahui pengaruh ukuran KAP terhadap kualitas audit dan untuk mengetahui pengaruh ukuran KAP terhadap interaksi antara beban kerja auditor dan kualitas audit. Kualitas Audit dikur dengna menggunakan proksi akrual diskresioner, beban kerja auditor diukur dengan perbandingan jumlah pendapatan KAP dengan jumlah partner KAP pada tahun tertentu, dan ukuran KAP diukur berdasarkan luas cakupan yang meliputi internasional, nasional dan lokal. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur pada Bursa Efek Indonesia selama tahun 2013-2014. Jumlah sampel yang diambil berdasarkan perhitungan teknik simpel random sampling serta uji outlier adalah sebanyak 114 sampel. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SPSS 17.0 for Windows menunjukkan bahwa: (1) Beban kerja auditor berpengaruh negatif terhadap kualitas audit, (2) Ukuran KAP berpegnaruh negatif terhadap kualitas audit, dan (3) Ukuran KAP memperlemah hubungan antara bebean kerja auditor dengan kualitas audit. | This research aims to know the influences of auditor workload and auditor size toward audit quality. this study also to examine auditor size as moderation variable which decrease the influence of audit workload toward audit quality. audit quality is measured by disscretionery accrual. audit workload is measured by comparison between auditor revenue to auditor partner. auditor size is measured by level based on scope like international, national and local auditor. The population of this study are the manufacturing companies that listed in Indonesia Stock Exchange (BEI) in 2013-2014. the total number of sample are 114 companies which obtained by purpossive sampling method and outlier test. The result of this study used SPSS 17.0 for windows indicates that: (1) audit workload has negative influence to audit quality, (2) auditor size has not positive influence to audit quality, and (3) audit size weaken the relation between audit workload to audit quality. | |
| 4555 | 14360 | G1B011058 | PENGARUH PENERAPAN SIKAP KERJA ERGONOMI TERHADAP PENURUNAN KELELAHAN KERJA PEKERJA TENUN BUKAN MESIN ATBM DI DESA PEDURUNGAN KABUPATEN PEMALANG | Industri Tekstil merupakan salah satu industri sektor informal yang kini perkembangannya cukup pesat di Indonesia, salah satunya industri tenun tradisional sedang meningkat pesat, akan tetapi tidak diiringi dengan penerapan ergonomi yang baik di tempat kerja hal ini dapat menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan salah satunya kelelahan kerja. Setyawati (2010) menyebutkan hasil survei di negara USA, 24% seluruh orang dewasa yang datang ke poliklinik mengalami kelelahan kerja kronis. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui pengaruh penerapan sikap kerja ergonomi terhadap penurunan kelelahan kerja pekerja tenun bukan mesin (ATBM) di Desa Pedurungan Kabupaten Pemalang. metode penilitian ini menggunakan quasy experiment dengan one group pretest posttest design. Sampel penelitian 33 pekerja tenun dengan pengambilan sempel menggunakan teknik Purposive, menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi. Anlisis uji data menggunakan uji paired t test. Hasil penelitian hari pertama p value 0,005 (< 0,05), dan penelitian hari kedua p value 0,005 (< 0,05), dan penelitian hari ketiga p value 0,005 (< 0,05) sehingga ada hubungan tingkat kelelahan kerja sebelum dan sesudah penerapan sikap kerja ergonomi. Saran dalam penelitian ini adalah menerapkan sikap kerja ergonomi pada saat proses menenun sarung ATBM. | Textil industry is one of the informal industries that have fast developing in Indonesia. One of them is traditional textile industry that is developing faster now. But, it is not accompanied by applying good ergonomy in the workplace. It can generate kind of healts’ problems, one of them is the fatigue for the worker. Setyawati (2010) said that based on the result of survey in USA, there are 24% of people coming to polyclinic were caused by the fatigue of the working. The purpose of this research is to know the influence of applying ergonomy attitude on decreasing the fatigue of sarong weaving worker non-machine (ATBM) at Pedurungan Village, Distric Pemalang. The methodology of this research uses quasy experiment with one group pretest posttest design. There are 33 samples of sarong weaving worker with purposive technique as the technique of taking. The research uses inclusions and exclusion criterias. The analysis of data uses paires t test. The first result of measurements is p value 0,000 (<0,05), the second result of measurements is p value 0,000 (< 0,05), and the third result of measurements is p value 0,000 (<0,05). So, there is a correlation of weariness for sarong worker both of before and after on applying ergonomy attitude. The suggestion from this research is the worker has to apply ergonomy attitude in the weaving of ATBM sarong. Key words : Postur Of Work, fatigue Work Reference : 45 ( 1996 – 2014 ) | |
| 4556 | 14105 | E1A112041 | LEGAL STANDING YAYASAN RIAU MADANI DALAM GUGATAN SENGKETA KEHUTANAN (Suatu Studi Putusan Pengadilan Negeri Bangkinang Nomor: 17/Pdt.G/2011/PN.BKN.) | Pergaulan antar manusia tidak lepas dari adanya permasalahan, sebaiknya upaya untuk menyelesaikan masalah dan mempertahankan hak tersebut haruslah dilakukan menurut ketentuan hukum yaitu dengan gugatan agar tidak terjadi main hakim sendiri (eigenrichting). Seperti halnya Yayasan Riau Madani sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat dalam bidang Kehutanan dengan menggunakan gugatan Legal Standing mewakili masyarakat di kawasan hutan menggugat PT.Central Lubuk Sawit, dkk, dikarenakan Tergugat I telah merubah fungsi dan peruntukan Kawasan Hutan Produksi Terbatas menjadi areal perkebunan kelapa sawit. Penggugat meminta hakim untuk menyatakan bahwa Para Tergugat melakukan Perbuatan Melawan Hukum. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui apakah Penggugat mempunyai legal standing serta mengetahui pertimbangan hakim dan akibat hukum terhadap ditolaknya gugatan Penggugat dalam perkara Nomor: 17/Pdt.G/2011/PN.BKN. Penelitian ini merupakan tipe penelitian Yuridis Normatif yang bersifat deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari bahan pustaka. Data yang terkumpul akan dianalisa menggunakan metode analisis normatif kualitatif. Hasil Penelitian Putusan Nomor: 17/Pdt.G/2011/PN.BKN. mengenai legal standing Penggugat dan pertimbangan hukum hakim serta akibat hukum ditolaknya gugatan Penggugat adalah Yayasan Riau Madani mempunyai legal standing sebagai Penggugat karena telah memenuhi syarat Pasal 73 ayat (2) Undang-undang Kehutanan dan pertimbangan hukum hakim menolak gugatan Penggugat, karena Penggugat tidak berhasil membuktikan Para Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum. Hendaknya Penggugat memastikan dengan benar bahwa obyek sengketa mempunyai relevansi, agar Penggugat mempunyai dasar hukum yang kuat untuk menggugat. Kata Kunci : Legal Standing, Yayasan, Gugatan Sengketa Kehutanan. | Intercommunication between humans can not be separated from the problems, should an effort to resolve the issue and defend those rights must becarried out according to the provisions of the law, namely with the lawsuit so it wouldn’t happen vigilante (eigenrichting). Like the foundation of Riau Madani as non-governmental organizations in forestry sector by using legal standing lawsuit represent the community in forest area sues PT.Central Lubuk Sawit, et al, because first defendant has changed the functions and the allocation of limited production forest area being the area of palm oil plantations. Plaintiffs asked a judge to declare that the defendants did torts. This research aims to find out whether the plaintiffs has a legal standing as well as to find out the consideration of judge and effect laws against the rejection a lawsuit the plaintiff in case of number: 17/Pdt.G/2011/PN.BKN. This research is a type of normative juridical research which is descriptive. The data used is secondary data which obtained from the literature.The data that collected will be analyzed using method of analysis normative qualitative. Results Decision Number : 17 / Pdt.G / 2011 / PN.BKN . the legal standing of the plaintiffs and the legal considerations of judges and legal consequences of the rejection of the claim is Yayasan Riau Madani has a legal standing as a plaintiff because it has met the requirements of Article 73 paragraph ( 2 ) of the forestry act and legal considerations judge dismissed the Plaintiff's claim , because the plaintiff had not proved the defendants conduct in torts. Plaintiff should ensure correctly that the object of the dispute has relevance, that the plaintiff has a strong legal basis for suing. Keywords: Legal Standing, Foundation, Forestry Dispute Lawsuit. | |
| 4557 | 14347 | F1F010009 | AN ANALYSIS OF NON-OBSERVANCE OF THE MAXIMS OF COOPERATIVE PRINCIPLE IN ''THE KARATE KID'' MOVIE | ABSTRAK Hadi, Sofyan. 2016. AN ANALYSIS OF NON-OBSERVANCE OF THE MAXIMS OF COOPERATIVE PRINCIPLE IN THE KARATE KID MOVIE. Skripsi, Program Studi Sastra Inggris, Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Pembimbing: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum. dan Erna Wardani, S.Pd., M.Hum., Penguji: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M. Hum. Kata Kunci: Pelanggaran, Prinsip Kerja sama, Komunikasi Saling pengertian antara pembicara dan pendengar adalah suatu keharusan untuk menciptakan komunikasi yang sukses. Untuk menciptakan kondisi sedemikian rupa, pembicara harus memberikan pendengar dengan ucapan atau informasi yang relevan, memadai, benar, dan jelas, dan semua hal tersebut diatur oleh prinsip kerja sama. Prinsip kerja sama bukanlah suatu peraturan yang keras, jadi pembicara terkadang tidak mematuhinya. Jika pembicara tidak mematuhi prinsip kerja sama, bagaimana pendengar dapat memahami maksud dari pembicara? Oleh sebab itu, penelitian mengenai fenomena pelanggaran prinsip kerja sama sangat dibutuhkan untuk mengetahui informasi yang lebih mendalam mengenai fenomena ini di dalam komunikasi, seperti apa saja jenis-jenisnya, apa faktor penyebabnya, dan bagaimana pendengar memahami pelanggaran prinsip kerja sama tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti berfokus pada analisis pelanggaran prinsip kerja sama, seperti jenis pelanggaran-pelanggarannya, faktor penyebabnya, dan bagaimana pendengar memahaminya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik purposive sampling. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan data yang relevan dengan tujuan dari penelitian ini. Peneliti menganalisis pelanggaran prinsip kerja sama yang dihasilkan oleh pemeran utama dalam film ini untuk kemudian diklasifikasikan, apakah termasuk dalam jenis flouting, violating, infringing atau opting out. Kemudian, peneliti melakukan analisis terhadap faktor penyebabnya, dan bagaimana pendengar memahami pelanggaran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan ada delapan jenis pelanggaran prinsip kerja sama yang ditemukan, dan pelanggaran tersebut terbagi menjadi tiga jenis utama pelanggaran prinsip kerja sama, yaitu flouting, violating, dan infringing. Berdasarkan hasil analisis, terdapat 18 ujaran yang tergolong kedalam kategori flouting, 13 ujaran dalam kategori violating, dan 2 ujaran dalam infringing. Flouting and violating adalah tipe pelanggaran prinsip kerja sama yang paling dominan. Pembicara dalam film Karate Kid menghasilkan flouting prinsip kerja sama ketika pembicara membebani pendengar, pembicara mempunyai kekuatan yang lebih rendah dibandingkan dengan pendengar, dan adanya jarak sosial antara pembicara dan pendengar. Pembicara menghasilkan flouting agar pendengar mencari makna tersirat dari ujarannya. Hal ini disebabkan karena pembicara ingin mengurangi beban pendengar, menghormati pendengar, tidak ingin menyinggung pendengar, dan tidak ingin mendapatkan hukuman dari pendengar. Sedangkan, pembicara menghasilkan violating ketika pembicara mempunyai kekuatan yang lebih rendah dibandingkan pendengar. Pembicara menghasilkan violating agar pendengar mendapat informasi yang salah atau tidak mendapatkan informasi sama sekali. Hal ini dikarenakan pemebicara takut mendapatkan hukuman dari pendengar atau mendapatkan pandangan negatif dari pendengar. Selain itu, untuk memahami pelanggaran prinsip kerja sama para pendengar/lawan bicara bisa mengandalkan konteks, ujaran, dan pengetahuan yang dimiliki oleh pendengar. | ABSTRACT Hadi, Sofyan. 2016. AN ANALYSIS OF NON- OBSERVANCE OF THE MAXIMS OF COOPERATIVE PRINCIPLE IN THE KARATE KID MOVIE. Thesis, English Study Program, English Department, Faculty of Humanities Jenderal Soedirman University Purwokerto. Supervisors: R. Pujo Handoyo, S.S., M. Hum. and Erna Wardani, S.Pd., M.Hum., Examiner: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M. Hum. Key Words: Non-Observance, Cooperative Principle, Communication Mutual understanding between speaker and the hearer (interlocutor) is a must for creating a successful communication.To create mutual understanding, the speaker should provide the hearer with relevant, adequate, true, and clear utterance or information, and that is ruled by the cooperative principle. The cooperative principle is not a strict law, so sometimes speaker does not observe it. Then, if the speaker does not observe the cooperative principle, how does the hearer understand the speaker’s intention? Therefore, to do research about the phenomenon of non-observance of the cooperative principle is needed to provide deeper information about this phenomenon in the communication. In this research, the researcher focused on the analysis of non-observance of the cooperative principle, such the types, the causal factors, and how does interlocutor understand it. This research used qualitative research method, while the sampling technique used is purposive sampling, which is aimed at obtaining relevant data with the purpose of the research. The researcher analyzed the non-observance of the cooperative principle are delivered by the main character in this movie for being classified whether they are flouting, violating, infringing, or opting out. Then, the researcher analyzed the causal factors of the non-observance of the cooperative principle, and how the hearer understands it. The result of this research showed that there are eight types of non-observance of the cooperative principle found, and they belong to three major groups of the non-observance of the cooperative principle i.e. flouting, violating, and infringing. Based on the analysis, there are 18 data under flouting category, 13 data under violating category, while the rest 2 data under infringing. Flouting and violating the cooperative principle were dominant types of non-observance of the cooperative principle. The speaker in the Karate Kid movie produced flouting the cooperative principle when the speaker imposed on the hearer, the speaker had lower power than the hearer, and there was social distance between the speaker and the hearer. The speaker produced flouting the cooperative principle so that the hearer looked for the implied meaning. It was because the speaker wanted to decrease the size of imposition, to respect the hearer, did not want to irritate the hearer and did want to get punishment from the hearer.While, speaker in the Karate Kid movie produced violating the cooperative principle when the speaker had lower power than the hearer. The speaker produced violating the cooperative principle so that the hearer got wrong information or did not got the information at all. It was because the speaker was afraid to get punishment from the hearer and to get bad perspective from the hearer. In addition, to understand non-observance of the cooperative principle the interlocutor could rely on the context, utterance, and the knowledge that owned by the hearer. | |
| 4558 | 14359 | G1B007035 | STUDI DESKRIPTIF PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PADA PENDERITA SCABIES (SANTRI PUTRA) DI PONDOK PESANTREN AL-AMIN KELURAHAN PABUWARAN KECAMATAN PURWOKERTO UTARA | Penyakit scabies banyak terjadi di Pondok Pesantren yang disebabkan oleh pengetahuan dan perilaku yang buruk dari santriwan di Pondok Pesantren tersebut. Pengetahuan yang dimaksud merupakan mengenai mengenai penyakit scabies dan untuk perilaku meliputi perilaku bergantian pakaian, perilaku penggunaan alas tidur dan perilaku pemakain handuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang pengetahuan, sikap dan perilaku pada penderita scabies (santri putra) di Pondok Pesantren Al-Amin Kelurahan Pabuwaran Kecamatan Purwokerto Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh santri yang terkena penyakit scabies dengan jumlah sampel sebanyak 36 responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa santriwan yang memiliki pengetahuan baik berjumlah 17 (47,2%) dan pengetahuan buruk berjumlah 19 (52,8%), Sikap baik berjumlah 20 (55,6%) dan sikap buruk berjumlah 16 (44,4%), perilaku baik berjumlah 12 (33,3%) dan perilaku buruk 24 (66,7%). Saran dalam penelitian ini diharapkan pemilik pondok dapat bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk melakukan penyuluhan kesehatan mengenai penyakit scabies. | Scabies disease prevalent in Islamic Boarding School caused by poor knowledge and behavior of the male students at boarding school. The knowledge in question is about the behavior of the disease scabies and for alternately covering behavior clothing, bedding usage behavior and usage behavior towels. The purpose of this study was to determine the picture of the knowledge, attitudes and behavior in patients with scabies (male students) in Islamic Boarding School Al-Amin Pabuwaran Village District of North Purwokerto. This research is a quantitative research using analytical survey method with cross sectional approach. Sampling in research is all students are exposed to scabies disease with a total sample of 36 respondents. The result showed that male students who has good knowledge amounted to 17 (47.2%) and poor knowledge of the 19 (52.8%), good attitude amounted to 20 (55.6%) and a bad attitude amounted to 16 (44.4%) , good behavior amounted to 12 (33.3%) and bad behavior 24 (66.7%). Suggestions in this study is expected to cottage owners can cooperate with health institution to conduct health education regarding the scabies disease. | |
| 4559 | 14017 | E1A111050 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN DEPOT AIR MINUM GALON ISI ULANG OBERRON FRESH DI BANJARNEGARA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN | Maraknya pengusaha depot air minum isi ulang memungkinan para pengusaha hanya berfokus kepada uang saja tanpa memperhatikan produk yang di produksi atau yang dijualnya, banyak berita yang menyebutkan di media cetak maupun elektronik yang menyebutkan bahwa banyak air dari beberapa depot air minum isi ulang yang dijual adalah tidak layak untuk dikonsumsi, banyak yang mengandung bakteri dan memiliki pH rendah. Oknum Pelaku usaha depot air minum biasanya menggunakan bahan - bahan media filter yang kurang baik dan kurang berkualitas, juga tidak memperhatikan jangka waktu pemakaian dari media filter tersebut, misalnya dari segi pemakaian carbon filter,serta tidak bekerjanya media filter tersebut, sehingga banyak terjadi air minum dari depot air minum isi ulang berbakteri, terasa hambar atau pahit, sebab bahan yang digunakan pada mesin filter galon isi ulang tersebut biasanya memakai bahan yang murah sehingga kualitasnya akan kurang baik, dan juga kurangnya perawatan pada mesin Ultra Violet yang digunakan sebagai pembunuh kuman.Oleh karena itu penulis ingin melakukan penelitian yang menitikberatkan pada pemberian perlindungan hukum terhadap konsumen depot air minum galon isi ulang oberron fresh di Banjarnegara. Metode penelitian dilakukan secara pendekatan yuridis normatif, yaitu penelitian terhadap peraturan perundang–undangan khususnya UUPK, dan Peraturan menteri terkait serta didukung dengan wawancara dengan pemilik usaha depot air minum Oberron Fresh di Banjarnegara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa depot air minum Oberron Fresh telah memberikan perlindungan hukum terhadap konsumen / pelanggan air minum, yaitu hak untuk mendapatkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa dalam hal air yang diterima pelanggan tidak sesuai perjanjian dengan melaksanakan kewajibannya yaitu memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan, menerima setiap kritik ,keluhan dan laporan pelanggan mengenai air yang dijual. | The rise of entrepreneurs depot refill drinking water allows entrepreneurs focus only on money without regard to the production of products or sells, many news mentions in print and electronic media that says that a lot of water from some depot refill drinking water sold is not suitable for consumption, many of which contain bacteria and has a low pH. Unscrupulous business agent depots drinking water typically use materials - materials filter media that is less good and less qualified, nor notice period of usage of filter media, for example in terms of the use of carbon filters, and no operation of the filter media, so much going on drinking water of drinking water refill depot bactery, taste bland or bitter, because the materials used in engine filter refill gallon usually wore inexpensive materials so that the quality will be poor, and also the lack of maintenance on the machine Ultra Violet used as killer. The authors therefore wanted to do research that is focused on providing legal protection to consumers depots refill drinking water gallon oberron fresh in Banjarnegara. The research method is a normative juridical approach, namely the study of legislation in particular UUPK, and regulations related ministers and supported by interviews with business owners Oberron Fresh drinking water depot in Banjarnegara. The results showed that the water depots Oberon Fresh has been providing legal protection for the consumer / customer drinking water, namely the right to get comfort, security and safety in consumption of goods and / or services in terms of water received by the customer is not in agreement with its duty is to give good service to customers, accept any criticism, complaints and customer reports regarding water sold. Keywords: Legal Protection, Consumer, Gallon Drinking Water Depot Refill. | |
| 4560 | 13869 | H1L008003 | RANCANG BANGUN APLIKASI KRIPTOGRAFI SHORT MESSAGE SERVICE DENGAN METODE VIGENERE BERBASIS ANDROID MOBILE | Jumlah pengguna smartphone berbasis Android terus meningkat. Hal ini ditunjukan dengan bertambahnya jumlah penjualan smartphone Android pada pasar global.Perkembangan teknologi Android yang cukup pesat pada smartphone, tidak berjalan seiring dengan peningkatan keamanan maupun privasi komunikasi melalui ponsel. Untuk itu pembuatan aplikasi kriptografi SMS pada sistem operasi Android mutlak dibutuhkan, terutama bagi mereka yang ingin melakukan komunikasi dengan tingkat kerahasiaan tinggi tanpa perlu mengeluarkan biaya lebih. Aplikasi ini dirancang untuk bisa meng-enkripsi masukan berupa text kemudian ditransmisikan melalui jaringan telepon seluler berupa SMS yang yang telah diubah menjadi Chipertext dengan menggunakan metode Viegenere. Penerima pesan kemudian dapat melakukan proses decrypt menggunakan kata kunci yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak. Dengan demikian kemungkinan terjadinya penyadapan isi pesan dari SMS dapat dihilangkan. | Android smartphone users continues to increase. This fact can be seen by the growing number of Android smartphones that sold in the global market. development of Android smartphones technology is quite rapid, but it does not coincide with increased of security and privacy in communication over the smartphone, so build and develop SMS cryptographic applications on the Android operating system is absolutely necessary, especially for those people who want to communicate with high security level without the need to pay more.This application is designed to encrypt text input and then transmitted over the mobile phone network as regulary SMS that which has been converted into Chipertext using Viegenere.Message recipient can continues decrypt process using keywords that have been agreed upon by both parties. Thus the possibility tapping the contents of messages can be eliminated. |