Artikel Ilmiah : G1F012028 a.n. IHSANTI DWI RAHAYU

Kembali Update Delete

NIMG1F012028
NamamhsIHSANTI DWI RAHAYU
Judul ArtikelPengaruh Pemberian Kombinasi Ekstrak Sambiloto, Brotowali, Meniran, Dan Kayu Manis Terhadap Histopatologi Tubulus Proksimal Ginjal Tikus Pada Paparan Akut Glukosa
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penggunaan tanaman sambiloto, brotowali, meniran, dan kayu manis secara empiris telah banyak digunakan masyarakat Indonesia sebagai agen hipoglikemi. Pengujian histopatologi terhadap tubulus proksimal ginjal tikus wistar pada paparan akut glukosa diperlukan untuk mengetahui keamanan dari penggunaan kombinasi ekstrak tanaman tersebut apabila dikonsumsi secara bersamaan.
Desain penelitian ini menggunakan 4 kelompok tikus wistar yaitu kelompok tikus normal, kelompok kontrol hiperglikemi dengan dosis glukosa (400 mg/200 gr BB), kelompok kombinasi ekstrak dosis rendah (140 mg/200 gr BB) dan dosis tinggi (380 mg/200 gr BB). Kerusakan akut tubulus proksimal dinilai dengan 2 interobserver berdasarkan nilai skoring 0-3 untuk parameter kerusakan akut berupa degenerasi albumin, adanya vakuola, hilangnya brush border dan piknosis. Semi-quantitative scoring (SQS) juga digunakan untuk melihat derajat kerusakan dengan nilai skor 0-5.
Hasil penelitian menunjukan terdapat adanya perbedaan bermakna pada parameter kerusakan vakuola, degenerasi albumin dan hilangnya brush border dengan nilai p hitung statistik kruskal-wallis dengan p < 0,05 untuk masing-masing parameter kerusakan yaitu 0,000; 0,001; dan 0,002. Hasil tidak berbeda bermakna antarkelompok perlakuan muncul pada parameter piknosis dengan nilai p hitung 0,550. Kerusakan akut yang teramati pada tubulus proksimal berdasarkan skoring SQS menunjukan hasil bahwa kerusakan pada tubulus proksimal termasuk kedalam kategori kerusakan ringan dengan nilai skor SQS 1.
Abtrak (Bhs. Inggris)Sambiloto, brotowali, meniran and cinnamon has been widely used empirically by Indonesian society as hipoglicemic agent. Histopathological testing of the proximal tubules in wistar rats on the exposure of acute glucose is needed to determine the safety of plants extract when it consumed simultaneously.
There was 4 groups of wistar rats among others group of normal rats, the control group of hyperglycemia, the group of plants extract with low dose and high dose. The acute damage of proximal tubules in wistar rats was assessed by 2 interobserver which use scoring system 0-3 for parameters of acute damage such as albuminosa degeneration, vacuoles, loss of brush border and pyknosis. Semi-quantitative scoring (SQS) is also used for grade of acute damage in proximal tubule with score 0-5.
Result of observation showed that there are significant differences on the parameters of the vacuole, albuminosa degeneration and loss of brush border with p values respectively 0,000; 0.001; and 0.002 from calculated statistical of the Kruskal-Wallis test with p <0.05. The result of pyknosis showed that the treatment was not significantly different between groups with p value 0,550. The acute damage of proximal tubules include as mild damage in grade of SQS with score 1.
Kata kuncisambiloto, brotowali, meniran, kayu manis, tubulus proksimal
Pembimbing 1Dhadhang Wahyu Kurniawan, M.Sc, Apt
Pembimbing 2dr.Hidayat Sulistyo, Sp, PA., M.Si.,Med
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2016-02-24 14:17:13.173307
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.