Artikel Ilmiah : C2A021012 a.n. MUCHAMAD HAMZAH FATHONI

Kembali Update Delete

NIMC2A021012
NamamhsMUCHAMAD HAMZAH FATHONI
Judul ArtikelPENGARUH VARIABEL EKONOMI TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2021 – 2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel ekonomi terhadap ketimpangan pendapatan di Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel terhadap 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah selama periode 2021–2024. Variabel dependen yang diteliti adalah ketimpangan pendapatan yang diukur dengan Gini Ratio, sementara variabel independen terdiri dari pendapatan per kapita, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Data yang digunakan bersumber dari Badan Pusat Statistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan per kapita berpengaruh positif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di Jawa Tengah. Semakin tinggi pendapatan per kapita suatu daerah, ketimpangan cenderung meningkat, yang konsisten dengan hipotesis Kuznets. Di sisi lain, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tidak berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di Jawa Tengah. Pendapatan per kapita, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) bersama-sama mempengaruhi ketimpangan pendapatan di Jawa Tengah.
Implikasi penelitian yang sejalan dengan hasil ini adalah merancang kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada pemerataan pendapatan. Hal ini termasuk meningkatkan serapan tenaga kerja untuk menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebagai langkah untuk menekan ketimpangan, serta menerapkan kebijakan upah minimum yang lebih kontekstual dan merata sesuai dengan struktur ekonomi lokal.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study analyzes the impact of economic variables on income inequality in Central Java. Using a quantitative approach, it employs panel data regression analysis of 35 districts and cities in Central Java from 2021 to 2024. The dependent variable is income inequality, measured by the Gini Ratio, while the independent variables include income per capita, the Open Unemployment Rate (TPT), and the District/City Minimum Wage (UMK). The data is sourced from the Central Bureau of Statistics.
The results indicate that per capita income has a significant positive effect on income inequality in Central Java. As per capita income in a region increases, income inequality also tends to rise, aligning with the Kuznets hypothesis. Conversely, the Open Unemployment Rate (TPT) and the District/Municipal Minimum Wage (UMK) do not significantly affect income inequality in the region. Together, per capita income, the open unemployment rate, and the minimum wage influence income inequality in Central Java.
The implication of this research is to design policies that are both growth-oriented and income-equitable. This includes increasing labor absorption to reduce the Open Unemployment Rate as a means of reducing inequality, as well as implementing a more contextual and equitable minimum wage policy that aligns with the structure of the local economy.
Kata kunciKetimpangan Pendapatan, Pendapatan Per kapita, Rasio Gini, Tingkat Pengangguran Terbuka, Upah Minimum Kabupaten/Kota
Pembimbing 1Prof. Dr. E. Suharno., S.E., M.Si.
Pembimbing 2Dr. Abdul Aziz Ahmad, S.E., M.Si.
Pembimbing 3Dr. Diah Setyorini Gunawan, S.E., M.Si.
Tahun2025
Jumlah Halaman19
Tgl. Entri2025-06-11 12:51:17.00448
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.