Artikelilmiahs
Menampilkan 45.461-45.480 dari 48.755 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 45461 | 48818 | H1D021014 | PENGEMBANGAN SISTEM MANAJEMEN INKUBATOR BISNIS UMKM KECAMATAN PATIKRAJA BERBASIS WEBSITE | Di era digital, teknologi telah menjadi elemen penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pengelolaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM berperan penting dalam perekonomian nasional, namun pelaku UMKM di Kecamatan Patikraja masih menghadapi kesulitan dalam pemasaran akibat keterbatasan teknologi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem manajemen inkubator bisnis UMKM berbasis website menggunakan framework Laravel dan metode prototype. Sistem ini dirancang untuk memfasilitasi pelaku UMKM dalam memuat informasi produk, mengelola promosi, memperluas jangkauan pasar, mengatur pelatihan, serta mengatur visibilitas usaha secara online. Proses pengembangan meliputi pengumpulan kebutuhan, pembuatan prototipe, pengkodean, serta pengujian dengan metode blackbox testing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini berkontribusi dalam mempermudah mengatur promosi produk UMKM, mendukung pendampingan dan peningkatan kompetensi pelaku UMKM, serta pengujian menggunakan metode blackbox testing dengan teknik equivalence partitioning menunjukkan tingkat keberhasilan pengujian bernilai 100%. | In the digital era, technology has become an essential element of daily life, including in the management of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). MSMEs play a crucial role in the national economy; however, business actors in the Patikraja District still face challenges in marketing due to limited technological utilization. This study aims to develop a web based MSME business incubator management system using the Laravel framework and prototype method. The system is designed to assist MSME actors in presenting product information, managing promotions, expanding market reach, organizing training, and enchancing business visibility online. The development process includes requirements gathering, prototyping, coding, and testing using the black box testing method. The research results show that the system helps simplify MSME product promotion management, supports mentoring and competency improvement for MSME actors, and testing using the black-box method with equivalent partitioning technique shows a 100% success rate. | |
| 45462 | 48819 | H1D021063 | IMPLEMENTASI METODE FORWARD CHAINING DALAM SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT DEGENERATIF PADA MANULA BERBASIS WEBSITE | Penyakit degeneratif merupakan salah satu penyebab utama penurunan kualitas hidup pada manula. Deteksi dini sangat penting untuk meminimalkan dampak serius dari penyakit ini, namun keterbatasan akses terhadap layanan medis, khususnya di daerah terpencil, menjadi kendala utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pakar berbasis website yang dapat membantu proses diagnosis awal penyakit degeneratif pada manula secara otomatis menggunakan metode forward chaining. Sistem ini memanfaatkan data gejala dan penyakit yang telah dikonfirmasi oleh pakar medis dan mengimplementasikan aturan diagnosis berdasarkan logika AND dan OR dalam menangani variabilitas kombinasi gejala. Metode forward chaining diterapkan sebagai teknik inferensi untuk menelusuri data gejala yang diinput oleh pengguna hingga menemukan kesimpulan diagnosis yang sesuai. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sistem ini mampu memberikan diagnosis awal secara sistematis dan dapat diperbarui secara dinamis sesuai perkembangan pengetahuan medis. Sistem juga dapat menjadi alat bantu untuk skrining awal yang berguna bagi masyarakat umum maupun tenaga medis. | Degenerative diseases are one of the leading causes of decreased quality of life in the elderly. Early detection is crucial to minimize serious impacts, but limited access to medical services, especially in remote areas, remains a major obstacle. This study aims to develop a web-based expert system to assist the early diagnosis process of degenerative diseases in the elderly automatically using the forward chaining method. The system utilizes symptom and disease data validated by medical experts and applies diagnostic rules based on AND and OR logic to handle the variability of symptom combinations. The forward chaining method is implemented as an inference technique to trace user-input symptoms and reach a suitable diagnosis. The results indicate that the system can provide reasonably accurate early diagnoses and can be dynamically updated in line with advances in medical knowledge. The system can also serve as a screening tool for both the general public and medical professionals. | |
| 45463 | 48820 | H1D021018 | KLASTERISASI UMKM DI KABUPATEN BANYUMAS BERDASARKAN PRODUKTIVITAS MENGGUNAKAN K-MEDOIDS DENGAN APLIKASI BERBASIS WEBSITE | Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kabupaten Banyumas, pada tahun 2023 terdapat sekitar 89.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di wilayah Kabupaten Banyumas. Namun, data tersebut belum dikelompokkan secara sistematis sehingga perlu dilakukan klasterisasi untuk mendukung Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kabupaten Banyumas dalam merancang program pembinaan yang tepat sasaran. Oleh karena itu, diperlukan proses klasterisasi berbasis aplikasi website untuk mengelola volume data yang besar dan mengurangi risiko kesalahan akibat pengolahan manual. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan algoritma k-medoids dalam proses klasterisasi UMKM berdasarkan produktivitas, serta mengevaluasi kualitas klaster menggunakan metrik silhouette score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah klaster optimal adalah k = 3, dengan nilai silhouette score sebesar 0,6277. Klaster 0 terdiri dari 247 UMKM dikategorikan sebagai Fast Moving Enterprise. Klaster 1 terdiri dari 61.604 UMKM dikategorikan sebagai Livelihood Activities. Sementara itu, klaster 2 terdiri dari 1.116 UMKM dikategorikan sebagai Small Dynamic Enterprise. | Based on data from the Banyumas Regency Office of Manpower, Cooperatives, and SMEs, in 2023 there will be around 89,000 Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) spread across the Banyumas Regency area. However, the data has not been systematically grouped, so clustering is needed to support the Banyumas Regency Manpower, Cooperatives, and SMEs Office in designing targeted coaching programs. Therefore, a website application-based clustering process is needed to manage large volumes of data and reduce the risk of errors due to manual processing. This research aims to implement the k-medoids algorithm in the process of clustering MSMEs based on productivity, and evaluate the quality of the cluster using the silhouette score metric. The results show that the optimal number of clusters is k = 3, with a silhouette score of 0.6277. Cluster 0 consists of 247 MSMEs categorized as Fast Moving Enterprise. Cluster 1 consists of 61,604 MSMEs categorized as Livelihood Activities. Meanwhile, cluster 2 consists of 1,116 MSMEs categorized as Small Dynamic Enterprise. | |
| 45464 | 48821 | A1D021009 | PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI GALUR PADI GREEN SUPER RICE UNSOED PADA KONDISI AEROB DAN ANAEROB | Peningkatan produksi padi dapat diupayakan dengan teknik budidaya aerob dan pengembangan genotip padi unggul seperti GSR (Green Super Rice). Penelitian ini bertujuan mengetahui respon pertumbuhan dan produksi galur GSR Unsoed terhadap teknik budidaya aerob dan anaerob, dibandingkan varietas Ciherang dan Inpari-32. Penelitian dilaksanakan di Screen House Experimental Farm Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu genotip padi (GSR Unsoed, Inpari-32, dan Ciherang) dan ketersediaan air (aerob dan anaerob). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga genotip yang diuji menunjukkan respon yang berbeda terhadap teknik budidaya aerob dan anaerob pada beberapa variabel. Perlakuan kondisi anaerob pada GSR Unsoed dapat meningkatkan variabel tinggi tanaman (120,06), jumlah anakan total (40,66), jumlah anakan produktif (39,26), umur berbunga (95), panjang malai (27,83), jumlah gabah per malai (244,66), bobot gabah per rumpun (132,30), dan indeks panen (0,60). Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Inpari-32 dan Ciherang, namun pada variabel jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, dan indeks panen, varietas Ciherang lebih baik dibandingkan dengan GSR Unsoed. Sementara perlakuan aerob pada GSR Unsoed dapat meningkatkan variabel efisiensi pemanfaatan air saja (0,26). Nilai variabel tersebut lebih baik dibandingkan varietas Inpari-32 dan Ciherang. Interaksi antara teknik budidaya dengan genotip yang diuji hanya berpengaruh nyata pada variabel efisiensi pemanfaatan air, dengan kombinasi terbaik adalah G1K3 dan G3K3 (GSR Unsoed dan Ciherang pada kondisi aerob). | Increasing rice production can be pursued with aerobic cultivation techniques and the development of superior rice genotypes such as GSR (Green Super Rice). This study aims to determine the growth and production response of GSR Unsoed strains to aerobic and anaerobic cultivation techniques, compared to the Ciherang and Inpari-32 varieties.The research was carried out at the Screen House Experimental Farm, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. This study uses a factorial Complete Group Random Design (RAKL) consisting of 2 factors, namely rice genotype (GSR Unsoed, Inpari-32, and Ciherang) and water availability (aerobic and anaerobic). The results showed that the three genotypes tested showed different responses to aerobic and anaerobic cultivation techniques on several variables. Treatment of anaerobic conditions in GSR Unsoed can increase the variables of plant height ((120.06), total number of saplings (40.66), number of productive saplings (39.26), flowering age (95), panicle length (27.83), number of grains per panicle (244.66), weight of grain per clump (132.30), and harvest index (0.60). This value is higher than the Inpari-32 and Ciherang varieties, but in the variables of total number of saplings, number of productive saplings, and harvest index, the Ciherang variety is better than GSR Unsoed. Meanwhile, aerobic treatment in GSR Unsoed can increase the variable of water utilization efficiency only (0.26). The value of these variables is better than the Inpari-32 and Ciherang varieties. The interaction between cultivation techniques and the genotype tested only had a real effect on the variables of water utilization efficiency, with the best combination being G1K3 and G3K3 (GSR Unsoed and Ciherang under aerobic conditions). | |
| 45465 | 48822 | K1A021069 | Pengaruh Penambahan Legum pada Fermentasi Oncom terhadap Kandungan Senyawa Bioaktif dan Aktivitas Antioksidannya | Peningkatan produksi pangan berdampak pada meningkatnya limbah, salah satunya ampas tahu. Ampas tahu dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku oncom, produk fermentasi bergizi dan berharga terjangkau. Namun, oncom masih kurang diminati karena berasal dari limbah kedelai. Untuk meningkatkan minat masyarakat, dilakukan inovasi dengan menambahkan legum seperti lamtoro (Leucaena leucocephala) dan kacang hijau (Vigna radiata L) yang dikenal memiliki kandungan gizi tinggi dan sudah populer di masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan legum terhadap kandungan. senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan oncom. Oncom difermentasi dengan penambahan lamtoro dan kacang hijau masing-masing sebanyak 10% dan 30%, kemudian dianalisis berdasarkan parameter warna, kadar protein, flavonoid, fenolik, terpenoid, serta aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, FRAP, dan ABTS. Hasil menunjukkan bahwa penambahan legum mengubah warna oncom dan meningkatkan kadar protein, dengan nilai tertinggi sebesar 30,849% pada oncom kacang hijau. Kandungan senyawa bioaktif tertinggi ditemukan pada oncom. lamtoro 10%, yaitu flavonoid sebesar 7,638 mg QE/g, fenolik 13,774 mg GAE/g. dan terpenoid 155.8 mg UAE/g. Sampel ini juga menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi berdasarkan tiga metode uji, yakni DPPH (ICsa: 2,104 mg/mL), FRAP (39,773 mg Fe SO-E/g), dan ABTS (IC: 0,8 mg/ml.). Dapat disimpulkan bahwa penambahan lamtoro dan kacang hijau memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan oncom. | The increase in food production also leads to a rise in food waste, such as tofu dregs, which can be utilized as raw material for oncom. Oncom is a fermented product that is nutritious and affordable but remains less popular due to its origin from soybean by-products. To increase public interest, this study introduces the addition of legumes such as lamtoro (Leucaena leucocephala) and mung bean. (Vigna radiata L), which are widely consumed and nutritionally rich. This study aims to evaluate the effect of lamtoro and mung bean addition on the bioactive compound content and antioxidant activity of oncom. Oncom was fermented with 10% and 30% additions of each legume, then analyzed based on color, protein content, flavonoids, phenolics, terpenoids, and antioxidant activity using DPPH. FRAP, and ABTS methods. The results showed that legume addition altered oncom color and increased protein content, with the highest protein level (30.849%) found in mung bean-enriched oncom. The highest levels of bioactive compounds were observed in 10% lamtoro oncom: flavonoids (7.638 mg QE/g), phenolics (13.774 mg GAE/g), and terpenoids (155.8 mg UAE/g). This sample also exhibited the highest antioxidant activity across all three methods: DPPH (IC32.104 mg/mL), FRAP (39.773 mg FeSO4E/g), and ABTS (IC300.8 mg/mL). In conclusion, the addition of lamtoro and mung bean significantly enhanced the bioactive compound. content and antioxidant activity of oncom, suggesting potential for developing more nutritious and acceptable fermented food products. | |
| 45466 | 48823 | A1F021033 | PENGARUH JENIS BAHAN BAKU DAN KONSENTRASI STARTER TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA DAN SENSORI COCONUT AMINOS | Coconut aminos merupakan produk alternatif kecap kedelai yang umumnya terbuat dari nira melalui proses fermentasi moromi berupa fermentasi spontan. Diperlukan bahan baku mengandung gula pada proses fermentasi ini sebagai sumber energi untuk aktivitas mikroba. Terdapat potensi penggunaan bahan baku mengandung gula lainnya sebagai media fermentasi, seperti air kelapa muda dan larutan gula kelapa cetak. Mikroba yang seharusnya tumbuh pada fermentasi ini adalah bakteri asam laktat Tetragenococcus halophilus dan yeast Zygosaccharomyces rouxii. Fermentasi spontan menyebabkan jumlah dan jenis mikroba yang tumbuh sangat banyak dan sulit terkontrol, sehingga perlu penambahan starter untuk mengontrol jumlah dan jenis mikroba yang tumbuh. Penggunaan bahan baku selain nira dan penambahan starter dalam fermentasi moromi pada pembuatan coconut aminos ini belum pernah diteliti. Pengetahuan terkait pengaruh jenis bahan baku dan konsentrasi starter terhadap karakteristik kimia dan sensori coconut aminos diperlukan untuk memperoleh potensi bahan baku lain dan penambahan starter sebagai bentuk peningkatan efisiensi produksi coconut aminos. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh jenis bahan baku terhadap karakteristik kimia dan sensori coconut aminos, 2) mengetahui pengaruh konsentrasi starter terhadap karakteristik kimia dan sensori coconut aminos, 3) menentukan interaksi jenis bahan baku dan konsentrasi starter yang menghasilkan coconut aminos dengan karakteristik terbaik. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Agustus 2024 hingga Januari 2025. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor jenis bahan baku (nira kelapa, air kelapa muda, gula kelapa cetak) dan konsentrasi starter (0%, 5%, 10%, 15%). Variabel penelitian yang diamati meliputi total mikroba, pH, total padatan terlarut, kadar air, kadar gula reduksi, kadar gula total, kadar sukrosa, kadar protein terlarut, dan analisis sensori (hedonik). Analisis data fisikokimia dilakukan dengan metode Analysis of Variance (ANOVA), sedangkan analisis data sensori dengan metode Friedman conover. Uji lanjut berupa DMRT pada taraf kepercayaan 95%, serta penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan baku berpengaruh terhadap karakteristik kimia dan sensori coconut aminos, dengan jenis bahan baku gula kelapa cetak lebih unggul dari jenis bahan baku nira kelapa dan air kelapa muda. Perbedaan konsentrasi starter menyebabkan karakteristik kimia dan sensori coconut aminos yang berbeda, dengan konsentrasi starter 5% menghasilkan karakteristik yang lebih baik dari konsentrasi starter lainnya. Interaksi perlakuan jenis bahan baku gula kelapa cetak dengan konsentrasi starter 5% menghasilkan coconut aminos dengan karakteristik yang lebih baik. Aktivitas mikroba selama fermentasi moromi berperan penting dalam terbentuknya karakteristik kimia dan sensori coconut aminos. | Coconut aminos is an alternative to soy sauce product that is generally made from sap through the moromi fermentation process in the form of spontaneous fermentation. Raw materials containing sugar are needed in this fermentation process as an energy source for microbial activity. There is a potential to use other raw materials containing sugar as a fermentation medium, such as young coconut water and molded coconut sugar solution. The microbes that should grow in this fermentation are lactic acid bacteria Tetragenococcus halophilus and yeast Zygosaccharomyces rouxii. Spontaneous fermentation causes the number and types of microbes uncontrolled, so it is necessary to add a starter to control the growth of microbes. There is no research related to used raw materials other than coconut sap and the addition of starters in moromi fermentation in the manufactured of coconut aminos. Knowledge related to the effect of the type of raw material and starter concentration on the chemical and sensory characteristics of coconut aminos is needed to obtain the potential of other raw materials and the addition of starters as a form of increasing the efficiency of coconut aminos production. This study aims to: 1) determine the effect of raw material types on the chemical and sensory characteristics of coconut aminos, 2) determine the effect of starter concentration on the chemical and sensory characteristics of coconut aminos, 3) determine the interaction of raw material types and starter concentrations that produce coconut aminos with the best characteristics. The research was conducted at the Agricultural Technology Laboratory, Jenderal Soedirman University from August 2024 to January 2025. This research used an experimental method in the form of a Randomized Block Design with factors of raw material type (coconut sap, young coconut water, molded coconut sugar) and starter concentration (0%, 5%, 10%, 15%). The research variables observed included total microbes, pH, total soluble solids, water content, reducing sugar content, total sugar content, sucrose content, soluble protein content, and sensory analysis (hedonic). Physicochemical data were analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA) method, while sensory data were analyzed using Friedman conover method. Further test was DMRT at 95% confidence level, and determination of the best treatment using the effectiveness index method. The results showed that the type of raw material affected the chemical and sensory characteristics of coconut aminos, with the type of molded coconut sugar being superior to the type of coconut sap and young coconut water. Differences in starter concentrations caused different chemical and sensory characteristics of coconut aminos, with a starter concentration of 5% producing better characteristics than other starter concentrations. The interaction of the treatment of the type of molded coconut sugar with a starter concentration of 5% produced coconut aminos with better characteristics. Microbial activity during moromi fermentation plays an important role in the formation of chemical and sensory characteristics of coconut aminos. | |
| 45467 | 48824 | K1C021064 | ANALISIS BAHAYA GEMPABUMI DENGAN METODE PSHA DAN DSHA MENGGUNAKAN OPENQUAKE v3.18.0 (STUDI KASUS: GEMPABUMI CIANJUR 21 NOVEMBER 2022) | Gempabumi Cianjur pada 21 November 2022 merupakan salah satu kejadian seismik signifikan yang menyebabkan kerusakan cukup parah di wilayah terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bahaya gempabumi menggunakan metode Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) dan Deterministic Seismic Hazard Analysis (DSHA), serta memvalidasi hasilnya dengan peta kerusakan bangunan akibat gempabumi Cianjur 21 November 2022. Pemrosesan dilakukan menggunakan perangkat lunak OpenQuake v3.18.0. Hasil PSHA menghasilkan peta Peak Ground Acceleration (PGA) berbasis probabilistik dengan periode ulang 1000 dan 2500 tahun, di mana nilai PGA tertinggi berada di bagian selatan wilayah studi. Pada metode DSHA, skenario gempabumi dari segmen sesar A dan B dianalisis, dengan hasil menunjukkan bahwa sesar A memberikan kontribusi percepatan tanah yang lebih tinggi di bagian utara, sesuai dengan sebaran kerusakan bangunan terparah. Validasi dengan peta kerusakan menunjukkan bahwa pola PGA dari DSHA lebih representatif terhadap kondisi aktual di lapangan. PSHA memberikan estimasi jangka panjang yang berguna dalam perencanaan mitigasi, sedangkan DSHA menggambarkan skenario gempabumi terburuk yang mungkin terjadi. Integrasi kedua metode ini menghasilkan peta bahaya gempabumi yang lebih komprehensif dan dapat dijadikan dasar dalam upaya mitigasi dan penguatan infrastruktur di wilayah rawan gempabumi. | The Cianjur earthquake on November 21, 2022 was one of the significant seismic events that caused quite severe damage in the affected areas. This study aims to analyze earthquake hazards using the Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) and Deterministic Seismic Hazard Analysis (DSHA) methods, as well as validate the results with building damage maps. The modeling was done using OpenQuake v3.18.0 software. The PSHA results produced a probabilistic-based Peak Ground Acceleration (PGA) map with a re-period of 1000 and 2500 years, where the highest PGA values were in the southern part of the study area. In the DSHA method, the seismic scenarios of the A and B fault segments were analyzed, with results showing that the A fault contributed to higher ground acceleration in the northern part, corresponding to the distribution of the worst building damage. Validation with damage maps showed that the PGA pattern of DSHA was more representative of actual conditions on the ground. The PSHA provides long-term estimates that are useful in mitigation planning, while the DSHA describes the worst-case scenario that is likely to occur. The integration of these two methods results in a more comprehensive earthquake hazard map and can be used as a basis for mitigation and strengthening infrastructure in earthquake-prone areas. | |
| 45468 | 48825 | K1A021037 | Validasi Metode Analisis Logam Fe dan Cu pada Pelumas Bekas Pakai Menggunakan Inductively Coupled Plasma-Optical Emission Spectroscopy (ICP-OES) | Pelumas merupakan zat kimia, umumnya dalam bentuk cairan, yang diaplikasikan di antara dua benda yang bergerak untuk mengurangi gaya gesek. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode validasi dan menganalisis kadar logam Fe dan Cu dalam pelumas menggunakan ICP-OES. Parameter yang digunakan pada penelitian ini meliputi linearitas, presisi (repeatability dan reproducibility interday), akurasi (trueness), LOD, LOQ, IDL, rentang metode, dan selektivitas. Hasil pengujian validasi metode pada logam Fe dan Cu diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,9992 dan 0,9994. Uji repeatability menghasilkan nilai %RSD sebesar 1,02% dan 1,82% dengan nilai HORRAT sebesar 0,0948 dan 0,1697; reproducibility interday menghasilkan nilai Zscore sebesar 0,6644 dan 0,5641. Uji akurasi menghasilkan nilai trueness sebesar 99,49% dan 99,11%. Nilai LOD sebesar 0,1243 mg/kg dan 0,1346 mg/kg. Rentang metode dengan nilai batas bawah (LOQ) sebesar 0,4143 mg/kg dan 0,4486 mg/kg; nilai batas atas sebesar 89,6856 mg/kg dan 49,6362 mg/kg. Nilai IDL yang diperoleh sebesar 0,0046 mg/kg dan 0,0109 mg/kg. Pengujian selektivitas menunjukkan nilai recovery yang cukup baik dalam mendeteksi logam Fe dan Cu dengan tambahan interferensi cahaya logam Si. Hasil pengujian yang diperoleh dapat digunakan untuk penetapan kadar logam Fe dan Cu pada pelumas. | A lubricant is a chemical substance, generally in the form of a liquid, that is applied between two moving objects in order to reduce frictional forces. This study aims to develop a validation method and analyze the levels of Fe and Cu metals in lubricants using ICP-OES. Parameters used in this research include linearity, precision (repeatability and interday reproducibility), accuracy (trueness), LOD, LOQ, IDL, method range, and selectivity. The results of method validation testing on Fe and Cu metals obtained a coefficient of determination (R2) value of 0,9992 and 0,9994. The repeatability test resulted in %RSD values of 1.02% and 1.82% with HORRAT values of 0,0948 and 0,1697; interday reproducibility resulted in Zscore values of 0,6644 and 0,5641. The accuracy test resulted in trueness values of 99,49% and 99,11%. The LOD values were 0,1243 mg/kg and 0,1346 mg/kg. Method range with lower limit values (LOQ) of 0,4143 mg/kg and 0,4486 mg/kg; upper limit values of 89,6856 mg/kg and 49,6362 mg/kg. The IDL values obtained were 0.0046 mg/kg and 0.0109 mg/kg. Selectivity testing showed a fairly good recovery value in detecting Fe and Cu metals with the addition of Si metal light interference. The test results obtained can be used for the determination of Fe and Cu metal levels in lubricants. | |
| 45469 | 48826 | C1L021028 | Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Wordwall Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Negeri 5 Purwokerto | Penelitian ini membahas mengenai pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media wordwall terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA Negeri 5 Purwokerto. Permasalahan rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran Ekonomi menjadi dasar dilaksanakannya penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan Wordwall terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode quasi experimental design dengan desain nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI F4 SMA Negeri 5 Purwokerto yang mengambil mata pelajaran Ekonomi, berjumlah 108 siswa. Sampel dalam penelitian ini ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Jumlah sampel sebanyak 72 siswa yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen, masing-masing terdiri dari 36 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi tes pilihan ganda, wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji Mann-Whitney U-test untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan wordwal lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Implikasi dari penelitian ini adalah sekolah dapat mendorong guru untuk memilih model dan media pembelajaran yang menarik dan tidak monoton dalam rangka meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, seperti penggunaan model PBL berbantuan wordwall. Guru juga dapat mendorong partisipasi aktif siswa serta membantu mengembangkan keterampilan berpikir kritis dalam aspek FRISCO melalui penerapan model pembelajaran tersebut. Siswa dapat terdorong untuk berpartisipasi secara aktif dan memberikan kontribusi dalam proses pembelajaran melalui penggunaan model pembelajaran PBL berbantuan wordwall. | This study discusses the influence of the Problem Based Learning (PBL) learning model assisted by wordwall media on the critical thinking skills of SMA Negeri 5 Purwokerto students. The problem of low critical thinking skills of students in the subject of Economics is the basis for the implementation of this research. The purpose of this study is to analyze the effect of the application of the Problem Based Learning (PBL) learning model assisted by Wordwall on students' critical thinking skills. This type of research is a quantitative research that uses the quasi experimental design method with a nonequivalent control group design. The population in this studyis all students of grade XI F4 SMA Negeri 5 Purwokerto who took the subject of Economics, totaling 108 students. The sample in this study was determined through purposive sampling techniques based on certain criteria. The number of samples was 72 students which were divided into two groups, namely the control class and the experimental class, each consisting of 36 students. The data collection techniques in this study included multiple-choice tests, interviews, observations, questionnaires, and documentation. The hypothesis test in this study used the Mann-Whitney U-test to determine the difference in critical thinking skills between the two groups. The results showed that the critical thinking skills of students who used the Problem Based Learning model assisted by wordwall were higher than students who used the conventional learning model. The implication of this study is that schools can encourage teachers to choose interesting and non-monotonous learning models and media in order to improve students' critical thinking skills, such as the use of the wordwall-assisted PBL model. Teachers can also encourage students' active participation and help develop critical thinking skills in the FRISCO aspect through the application of the learning model. Students can be encouraged to actively participate and contribute to the learning process through the use of the wordwall-assisted PBL learning model. | |
| 45470 | 48827 | K1A021039 | FORMULASI DAN PRODUKSI PELET IKAN BERBASIS MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (Hermetia illucens) DARI BUMDES MAGGOT AGRO LUWUNG | Pakan ikan memegang peran vital dalam budidaya ikan sebagai sumber nutrisi dan energi. Salah satu sumber yang dapat digunakan untuk pakan ikan adalah maggot yang merupakan larva dari black soldier fly (BSF) dengan protein tinggi. Namun, sisa-sisa maggot di dasar kolam ikan menyebabkan kekeruhan kolam. Berdasarkan hal ini maka dilakukan penelitian formulasi pelet ikan menggunakan tepung maggot. Tujuan penelitian adalah menentukan formulasi pelet ikan berbasis maggot BSF dan mengevaluasi pengaruh formulasi pelet ikan dengan substitusi tepung maggot BSF yang berbeda dalam formulasi pelet ikan terhadap karakteristik kimia dan fisik. Formulasi pelet ikan terdiri dari 4 taraf yaitu tepung maggot 0% (PO), 20% (P20), 40% (P40), dan 60% (P60). Karakteristik kimia yang dianalisis meliputi kadar kitin maggot, kadar air, abu, protein, lemak, serat kasar, total karbohidrat, dan nilai kalori. Karakteristik fisik yang dianalisis meliputi stabilitas air, absorpsi air, daya apung menggunakan aerator dan tanpa aerator, ketahanan benturan, dan kecepatan tenggelam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi pelet ikan terbaik menggunakan 60% maggot (P60). Substitusi tepung maggot pada formulasi pelet ikan berpengaruh nyata (Sig. < 0,05) terhadap semua parameter kimia yang diuji. Formulasi terbaik mengandung 60% tepung maggot dengan kadar air 5,765%; kadar abu 9,089%; kadar protein 37,178%; kadar lemak 43,869%; serat kasar 7,469%; total karbohidrat 4,099%; dan nilai energi kalori 5000,29 kal/gram. Substitusi tepung maggot pada formulasi pelet ikan berpengaruh nyata (Sig. < 0,05) terhadap semua parameter fisik yang diuji. Formulasi terbaik mengandung 60% tepung maggot dengan stabailitas air sebesar 72,773%; absorbsi air sebesar 123,509%; daya apung menggunakan aerator dan tanpa aerator sebesar 86,667% dan 90,000%; ketahanan benturan sebesar 91,305%; serta kecepatan tenggelam sebesar 0,001 cm/s. Karakteristik fisik tersebut mengindikasikan bahwa pelet ikan dengan 60% tepung maggot pelet lebih sesuai untuk ikan dengan pola makan di permukaan atau tengah perairan (top feeder). Hasil penelitian diharapkan dapat memberi solusi dalam penyediaan pakan ikan protein tinggi secara berkelanjutan dengan menggunakan maggot. | Fish feed plays an important role in fish farming as a source of nutrients and energy. One source that can be used for fish feed is maggot, which is the larva of the Black Soldier Fly (BSF) with high protein. However, the remains of maggot at the bottom of the fish pond cause turbidity of the pond. Based on this, research on the formulation of fish pellets using maggot flour was conducted. The objectives of the study were to determine the formulation of BSF maggot-based fish pellets, determine the effect of different BSF maggot flour substitutions in fish pellet formulations on chemical characteristics and physical characteristics. The fish pellet formulation consisted of 4 levels, namely 0% (PO), 20% (P20), 40% (P40), and 60% (P60) maggot flour. Chemical characteristics analyzed included maggot chitin content, moisture content, ash, protein, fat, crude fiber, total carbohydrate, and caloric value. The physical characteristics analyzed include water stability, water absorption, buoyancy using aerators and without aerators, impact resistance, and sinking speed. The results showed that the best fish pellet formulation used 60% maggot (P60). Substitution of maggot meal in fish pellet formulations had a significant effect (Sig. < 0,05) on all chemical parameters tested. The best formulation contained 60% maggot meal with moisture content 5,765%; ash content 9,089%; protein content 37.178%; fat content 43.869%; crude fiber 7,469%; carbohydrate content 4.099%; and calorific energy value 5000.29 Cal/gram. Substitution of maggot meal in fish pellet formulations had a significant effect (Sig. < 0,05) on all physical parameters tested. The best formulation contains 60% maggot meal with water stability of 72.773%; water absorption of 123.509%; buoyancy using aerator and without aerator of 86.667% and 90.000%; impact resistance 91.305%; and sinking speed of 0.001 cm/s. These physical characteristics indicate that fish pellets with 60% maggot meal pellets are more suitable for fish with a diet at the surface or middle of the water (top feeder). The results of the study are expected to provide solutions in the sustainable provision of high protein fish feed using maggot. | |
| 45471 | 48828 | C1L021040 | PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT BERBANTUAN MEDIA KAHOOT TERHADAP SELF CONFIDENCE DAN KEAKTIFAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS X SMA NEGERI 1 AJIBARANG | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya self confidence dan keaktifan peserta didik pada mata pelajaran ekonomi SMA Negeri 1 Ajibarang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pembelajaran kooperatif tipe team games tournament berbantuan media Kahoot terhadap self confidence dan keaktifan belajar. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental. Populasi penelitian ini peserta didik kelas X sebanyak 431 orang. Teknik sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh sampel 72 orang dari kelas X-9 dan X-11. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner, lembar observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) Tidak terdapat peningkatan self confidence antara peserta didik yang menerapkan model pembelajaran team games tournament berbantuan media Kahoot dengan peserta didik yang menerapkan model pembelajaran konvensional; (2) Terdapat peningkatan keaktifan belajar antara peserta didik yang menerapkan model pembelajaran team games tournament berbantuan media Kahoot dengan peserta didik yang menerapkan model pembelajaran konvensional; (3) Terdapat pengaruh positif model pembelajaran kooperatif tipe team games tournament berbantuan media Kahoot terhadap self confidence peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Ajibarang; (4) Terdapat pengaruh positif model pembelajaran kooperatif tipe team games tournament berbantuan media Kahoot terhadap keaktifan belajar peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Ajibarang. | This research is motivated by the lack of self-confidence and activeness of students in the economics subject of SMA Negeri 1 Ajibarang. The purpose of this study was to analyze the effect of cooperative learning type team games tournament assisted by Kahoot media on self-confidence and learning activeness. This study is a quasi-experimental study. The population of this study were 431 class X students. The sampling technique used purposive sampling and obtained a sample of 72 people from classes X-9 and X-11. The data collection techniques used were questionnaires, observation sheets, interviews, and documentation. Based on the results of the study, it can be concluded that (1) There was no increase in self-confidence between students who applied the team games tournament learning model assisted by Kahoot media and students who applied the conventional learning model; (2) There was an increase in learning activeness between students who applied the team games tournament learning model assisted by Kahoot media and students who applied the conventional learning model; (3) There was a positive influence of the cooperative learning model type team games tournament assisted by Kahoot media on the self-confidence of class X students of SMA Negeri 1 Ajibarang; (4) There is a positive influence of the cooperative learning model of the team games tournament type assisted by Kahoot media on the learning activity of class X students at SMA Negeri 1 Ajibarang. | |
| 45472 | 48829 | G1B021031 | Perbedaan Tinggi Kondilus Dan Ramus Antara Individu Yang Kehilangan Gigi Posterior Kurang Dari Tiga Dan Lebih Dari Tiga (Studi Pada Perbandingan Laki-laki Dan Perempuan Di Instalasi Radiologi RSGMP Universitas Jenderal Soedirman) | Latar Belakang. Kehilangan gigi terutama gigi posterior dapat menyebabkan ketidakseimbangan proses pengunyahan yang dapat memicu terjadinya perubahan sendi temporomandibular. Prevalensi kehilangan gigi di Indonesia adalah 21,2%. Perubahan sendi temporomandibular akibat kehilangan gigi dapat berupa penurunan volume kondilus dan ramus mandibula. Perubahan pada kondilus dan ramus mandibula dapat dilihat melalui radiografi panoramik. Perubahan morfologi sendi temporomandibular mayoritas terjadi pada kondisi kehilangan gigi posterior lebih dari tiga. Tujuan. Penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan tinggi kondilus dan ramus antara responden yang kehilangan gigi posterior kurang dari tiga dan lebih dari tiga. Metode. Penelitian ini adalah observational analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Pengambilan data melalui purposive sampling diambil dari instalasi radiologi RSGMP Unsoed sebanyak 120 sampel. Pengukuran tinggi kondilus dan tinggi ramus menggunakan software ImageJ dengan kalibrasi software Cliniview. Hasil. Pengukuran dianalisis menggunakan uji Independent T Test. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara tinggi kondilus dan tinggi ramus responden yang kehilangan gigi posterior kurang dari tiga dan lebih dari tiga pada laki-laki maupun perempuan (p<0,05). Simpulan. Penelitian ini adalah terdapat perbedaan tinggi kondilus dan tinggi ramus antara responden yang kehilangan gigi posterior kurang dari tiga dan lebih dari tiga. | Background. Tooth loss, especially posterior teeth, can cause an imbalance in the chewing process that can trigger changes in the temporomandibular joint. The prevalence of tooth loss in Indonesia is 21.2%. Changes in the temporomandibular joint due to tooth loss can be in the form of a decrease on he volume of the mandibular condyle and ramus. Changes in the mandibular condyle and ramus can be seen through panoramic radiography. Morphological changes in the temporomandibular joint mostly occur in conditions of posterior tooth loss of more than three. Purpose. This study aims to determine whether there was a difference in the height of the condyle and ramus between respondents who lost less than three and more than three posterior teeth. Methods. This type of research was observational analytics with a cross-sectional study design. Data collection through purposive sampling was taken from the radiology installation of RSGMP Unsoed with 120 total samples. Measurement of condyle height and ramus height using ImageJ software with Cliniview software calibration. Results. The measurement results were analyzed using the Independent T Test. The results showed a significant difference between the condyle height and ramus height of respondents who lost less than three and more than three posterior teeth in both men and women (p<0,05). Conclusions. There is a difference in condyle height and ramus height between respondents who lost less than three and more than three posterior teeth. | |
| 45473 | 48830 | C1I021020 | THE EFFECT OF CORPORATE GOVERNANCE AND SUSTAINABILITY REPORTING ON FIRM PERFORMANCE IN SUSTAINABLE TOURISM: EVIDENCE FROM ASEAN REGION | Penelitian ini menganalisis pengaruh tata kelola perusahaan dan pelaporan keberlanjutan terhadap kinerja perusahaan pariwisata di ASEAN, khususnya Indonesia, Malaysia, dan Filipina pada 2021–2023. Variabel yang diteliti meliputi ukuran dewan direksi, dewan independen, komite audit, laporan keberlanjutan, serta ukuran perusahaan dan leverage sebagai variabel kontrol, dengan kerangka teori agency dan stakeholder. Metode kuantitatif digunakan dengan data sekunder dari laporan tahunan, sampel purposive sebanyak 156 perusahaan, dan analisis menggunakan Panel Estimated Generalized Least Squares (EGLS). Hasil menunjukkan ukuran dewan direksi dan leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja, sedangkan ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan. Dewan independen, komite audit, dan laporan keberlanjutan berpengaruh negatif atau positif namun tidak signifikan. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya konteks dalam tata kelola perusahaan pariwisata berkelanjutan, dengan rekomendasi menghindari pembesaran dewan yang berlebihan, memperkuat peran dewan independen, serta menyesuaikan pelaporan keberlanjutan dengan kapasitas sumber daya. Peningkatan kualitas tata kelola dan praktik keberlanjutan diyakini dapat meningkatkan transparansi, keandalan laporan keuangan, kepercayaan investor, dan kinerja jangka panjang perusahaan pariwisata di kawasan ASEAN. | This study examines the impact of corporate governance and sustainability reporting on firm performance in the sustainable tourism sector across Indonesia, Malaysia, and the Philippines from 2021 to 2023. Key variables include board size, independent board size, audit committee, sustainability reporting, firm size, and leverage, based on agency and stakeholder theories. Using quantitative analysis of secondary data from 156 purposively selected companies and Panel Estimated Generalized Least Squares (EGLS), results show that larger board size and higher leverage significantly reduce firm performance, while firm size positively affects it. Independent board size, audit committee, and sustainability reporting have no significant effect. The findings suggest that effective governance depends on context, recommending firms avoid merely increasing board or committee size to maintain efficiency. Instead, firms should enhance board composition, empower independent directors, and keep audit committees small and skilled. Sustainability reporting is important for transparency but should align with resource capacity and governance structure. Improving governance and sustainability practices can boost transparency, investor confidence, and long-term performance in ASEAN’s sustainable tourism industry. | |
| 45474 | 48831 | C1L021042 | PENGARUH PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA, GAYA BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA MAN SE-KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Kurikulum Merdeka, gaya belajar, dan motivasi belajar terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XI di MAN se-Kabupaten Banyumas. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 293 siswa yang dipilih secara acak dari total 1.093 siswa di MAN 1, MAN 2, dan MAN 3 Banyumas. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Skala ordinal pada kuesioner diubah menjadi skala interval dengan Metode Successive Interval (MSI) dan dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka, gaya belajar, dan motivasi belajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa. Semakin baik penerapan kurikulum, semakin sesuai gaya belajar, dan semakin tinggi motivasi siswa, maka semakin tinggi pula hasil belajar yang dicapai. Implikasi dari temuan ini menunjukkan pentingnya penerapan Kurikulum Merdeka yang konsisten, pelatihan guru, kebebasan dalam metode pembelajaran yang sesuai karakter siswa, serta program-program yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. | This study aims to analyze the effect of the implementation of the Independent Curriculum, learning styles, and learning motivation on the economics learning outcomes of class XI students at MAN throughout Banyumas Regency. Using a quantitative approach, this study involved 293 students who were randomly selected from a total of 1.093 students at MAN 1, MAN 2, and MAN 3 Banyumas. Data were collected through interviews, questionnaires, and documentation. The ordinal scale on the questionnaire was converted into an interval scale using the Successive Interval Method (MSI) and analyzed using SPSS. The results showed that the Independent Curriculum, learning styles, and learning motivation had a positive and significant effect on students' economics learning outcomes. The better the implementation of the curriculum, the more appropriate the learning style, and the higher the student motivation, the higher the learning outcomes achieved. The implications of these findings indicate the importance of consistent implementation of the Independent Curriculum, teacher training, freedom in learning methods that suit student character, and programs that can increase student learning motivation. | |
| 45475 | 48842 | C1L020044 | PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PREDICT, OBSERVE, EXPLAIN (POE) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR (Studi Kasus Kelas XII Mata Pelajaran Ekonomi SMA Negeri 1 Comal) | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan kepada siswa kelas XII SMA Negeri 1 Comal dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Predict, Observe, Explain (POE) di SMA Negeri 1 Comal. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII tahun ajaran 2024/2025 yang mendapatkan mata pelajaran ekonomi, yaitu sebanyak 5 kelas dan berjumlah 179 siswa. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 71 terdiri dari kelas XII 6 dan XII 7 dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan soal pretest dan posttest, kuesioner tertutup, penelitian menunjukkan: (1) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa dengan model POE dan konvensional. (2) Terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa dengan model POE dan konvensional. (3) Model POE berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. (4) Model POE berpengaruh positif terhadap hasil belajar ekonomi siswa di SMA Negeri 1 Comal. Implikasi pada penelitian ini yaitu: pendidik bisa menentukan model pembelajaran yang paling sesuai dengan kebutuhan peserta didik, seperti model POE, dengan model POE suasana pembelajaran dapat terasa lebih hidup karena peserta didik lebih terlibat dalam proses pembelajaran didalam kelas, pihak sekolah juga bisa mendukung dengan menyediakan sarana yang memadai agar dapat tercapai pengembangan dan hasil belajar peserta didik secara maksimal. | This research is a quantitative study conducted on 12th-grade students at SMA Negeri 1 Comal with the aim of understanding and analyzing the impact of the Predict, Observe, Explain (POE) learning model at SMA Negeri 1 Comal. The population taken in this study consists of all 12th-grade students for the 2024/2025 academic year who are enrolled in economics classes, totaling 5 classes and 179 students. The sample size taken in this study is 71, consisting of classes XII 6 and XII 7, using purposive sampling technique. The data collection techniques in this study used pretest and posttest questions, closed questionnaires.. The research results show: (1) There is a difference in critical thinking skills between students using the POE model and the conventional model. (2) There is a difference in learning outcomes between students using the POE model and the conventional model. (3) The POE model has a positive effect on students' critical thinking skills. (4) The POE model has a positive effect on students' economics learning outcomes at SMA Negeri 1 Comal. The implications of this research are: Educators can determine the most suitable teaching model for the needs of students, such as the POE model. With the POE model, the learning atmosphere can feel more vibrant because students are more engaged in the classroom learning process. The school can also support this by providing adequate facilities to achieve optimal development and learning outcomes for students. | |
| 45476 | 48832 | C1I021032 | THE IMPACT OF CARBON TAX IMPLEMENTATION AND GREEN FINANCE INITIATIVES ON THE PROFITABILITY OF MANUFACTURING COMPANIES LISTED ON THE IDX | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pajak karbon dan inisiatif green finance terhadap profitabilitas perusahaan, dengan objek penelitian pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2023. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling terhadap 131 perusahaan, menghasilkan 393 observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi data panel dengan model Common Effect Model (CEM) menggunakan software EViews 12. Penelitian ini berlandaskan teori legitimasi yang menyatakan bahwa perusahaan perlu menyesuaikan diri dengan ekspektasi sosial melalui penerapan kebijakan keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pajak karbon tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, dan (2) green finance juga tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan lingkungan belum mampu memberikan dampak langsung terhadap kinerja keuangan perusahaan, sehingga diperlukan strategi yang lebih adaptif dan insentif yang mendorong keberlanjutan tanpa menghambat profitabilitas. | This study aims to analyze the effect of carbon tax and green finance initiatives on corporate profitability, with the object of research in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period 2021-2023. The approach used is quantitative with secondary data obtained from annual reports and sustainability reports. The sample was selected using purposive sampling technique of 131 companies, resulting in 393 observations. The data analysis technique used is panel data regression with the Common Effect Model (CEM) model using EViews 12 software. This research is based on legitimacy theory which states that companies need to conform to social expectations through the implementation of sustainability policies. The results showed that: (1) carbon tax has no significant effect on profitability, and (2) green finance also has no significant effect on profitability. These findings indicate that environmental policies have not been able to have a direct impact on corporate financial performance, so that more adaptive strategies and incentives are needed that encourage sustainability without hampering profitability. | |
| 45477 | 48833 | A1D021186 | APLIKASI BIO P60 TERHADAP KESEHATAN BENIH CABAI RAWIT | Permintaan cabai rawit di Indonesia setiap tahun terus meningkat, hal ini menyebabkan petani terus-menerus melakukan produksi tanpa memperhatikan faktor yang mempengaruhi hasil produksi. Peningkatan produktivitas tanaman cabai rawit dapat dilakukan dengan menggunakan benih cabai rawit yang bersertifikat, unggul, dan sehat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Bio P60 terhadap kesehatan benih cabai rawit, dan daya kecambah cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 hingga Januari 2025. Jumlah benih cabai rawit yang digunakan 50 biji setiap cawan petri dengan 2 faktor yaitu konsentrasi dan lama perendaman dengan 4 kali ulangan. Metode yang digunakan menggunakan metode blotter test, kemudian dilakukan pindah tanam di rumah kaca. Variabel yang diamati yaitu identifikasi jamur patogen tular-benih, daya kecambah, kecepatan tumbuh, kejadian penyakit, panjang akar, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah, bobot kering, daya hidup. Hasil penelitian diperoleh pada fase perkecambahan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara variabel daya kecambah, kecepatan tumbuh, kejadian penyakit dan tinggi tanaman dibandingkan dengan kontrol. Daya kecambah menunjukkan peningkatan sebesar 40,47 %, kecepatan tumbuh meningkat 40,91 %, kejadian penyakit dapat ditekan sebanyak 86,67 %, dan panjang akar meningkat hingga 4,62 % dibandingkan dengan kontrol. Pada fase pertumbuhan, tidak berbeda signifikan variabel tinggi tanaman, bobot basah, bobot kering, dan daya hidup dibandingkan dengan perlakuan kontrol. | The demand for bird’s eye chili (Capsicum frutescens L.) in Indonesia has shown a consistent annual increase. This trend has led farmers to maintain continuous cultivation practices, often neglecting key factors that influence crop productivity. One potential strategy to improve productivity is the use of certified, high-quality, and disease-free seeds. This study aimed to investigate the effect of Bio P60 on seed health and germination performance of bird’s eye chili. The experiment was conducted from October 2024 to January 2025. A total of 50 seeds were placed in each Petri dish, subjected to two treatment factors: Bio P60 concentration and soaking duration, arranged in a factorial design with four replications. A blotter test was employed for seed health evaluation, followed by transplanting into a greenhouse for further growth observation. The parameters assessed included identification of seed-borne pathogenic fungi, germination percentage, germination speed, disease incidence, root length, plant height, leaf number, fresh weight, dry weight, and survival rate. Results during the germination phase indicated statistically significant differences in germination percentage, germination speed, disease incidence, and plant height between treatments and control. Germination percentage increased by 40.47 %, germination speed improved by 40.91 %, disease incidence was reduced by 86.67 %, and root length increased by 4.62 % compared to the control. In the growth phase, no significant differences were observed in plant height, fresh weight, dry weight, or survival rate relative to the control treatment. | |
| 45478 | 48835 | G1A021019 | HUBUNGAN ANTARA MASA KERJA DAN PENGGUNAAN APD TERHADAP KEJADIAN GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PETUGAS LAPANGAN UNIT PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang: Petugas lapangan pemadam kebakaran yang terpapar asap memiliki risiko mengalami gangguan fungsi paru. Penelitian terkait hubungan antara masa kerja dan penggunaan APD terhadap kejadian gangguan fungsi paru pada petugas lapangan damkar Kabupaten Banyumas sangat diperlukan karena belum pernah dilakukan sebelumnya. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara masa kerja dan penggunaan APD terhadap kejadian gangguan fungsi paru pada petugas lapangan di Unit Damkar Kabupaten Banyumas. Metodologi: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Dengan metode total sampling, diperoleh 61 responden petugas lapangan damkar. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil analisis bivariat terhadap kejadian gangguan fungsi paru menunjukkan nilai signifikansi 0,722 (variabel masa kerja) dan 0,354 (variabel penggunaan APD) yang dapat diartikan tidak terdapat hubungan antara masa kerja dan penggunaan APD terhadap kejadian gangguan fungsi paru pada petugas lapangan pemadam kebakaran. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara masa kerja dan penggunaan APD terhadap kejadian gangguan fungsi paru pada petugas lapangan di Unit Damkar Kabupaten Banyumas. | Background: Firefighters who are exposed to smoke have a risk of lung function impairment. Study related to the relationship between years of service and the use of PPE on the incidence of lung function impairment in Banyumas District firefighters is needed because it has never been done before. Objectives: This study aims to determine the relationship between years of service and the use of PPE on the incidence of lung function impairment in field officers of the Banyumas District Fire Fighting Unit.. Methods: An analytical observational study with a cross-sectional design. Using total sampling method, 61 respondents of firefighter field officers were obtained. Data analysis was performed using the Chi-Square test. Results: Bivariate analysis of the incidence of lung function disorders obtained a significance value of 0.722 (years of service) and 0.354 (use of PPE) indicating that there were no relationship between years of service and the use of PPE on the incidence of lung function impairment in firefighters. Conclusion: There were no relationship between the years of service and the use of PPE on the incidence of lung function impairment in field officers of the Banyumas District Fire Fighting Unit. | |
| 45479 | 48834 | G1A021002 | PENGARUH LATIHAN AEROBIK BERBAGAI INTENSITAS TERHADAP TEKANAN DARAH PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL OBESITAS | Latar Belakang: Obesitas menjadi masalah kesehatan dunia, termasuk di Indonesia, yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi kontributor utama penyebab penyakit tidak menular, seperti hipertensi. Latihan aerobik direkomendasikan untuk mengatasi dan mencegah hipertensi. Latihan aerobik yang diberikan adalah treadmill yang memiliki kelebihan presisi pengontrolan intensitas dan volume latihan. Tujuan: Mengetahui pengaruh berbagai intensitas latihan aerobik dengan modalitas treadmill terhadap tekanan darah tikus putih (Rattus norvegicus) model obesitas. Metodologi: Penelitian dilakukan secara in vivo menggunakan desain eksperimental laboratorium murni dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pre-Post Test with Controlled Group Design. Terdapat 5 kelompok percobaan: 1) Kontrol sehat (K1); 2) kontrol sakit (K2); 3) Perlakuan I (P1) tikus obesitas dengan latihan arobik ringan; 4) Perlakuan II (P2) tikus obesitas dengan latihan aerobik sedang; dan 6) Perlakuan III (P3) tikus obesitas dengan latihan aerobik berat, dengan 6 ulangan. Pengukuran tekanan darah dilakukan secara non invasif menggunakan metode non invasif. Analisis data menggunakan uji T berpasangan untuk masing-masing kelompok dan menggunakan uji Kruskal-Wallis guna membandingkan perubahan antar kelompok. Hasil: Uji t berpasangan menunjukkan bahwa penurunan tekanan darah yang signifikan (p < 0,001) terjadi pada kelompok yang mendapatkan perlakuan latihan. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa variasi intensitas latihan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan tekanan darah antar kelompok (p <0,001). Kesimpulan: Latihan aerobik dengan modalitas treadmill berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada tikus putih model obesitas. Intensitas sedang hingga berat terbukti sebagai dosis latihan yang paling efektif karena menghasilkan penurunan tekanan darah paling besar dan mendekati nilai normal. | Background: Obesity remains a health problem, including in Indonesia, where its prevalence has been increasing. It is also the primary contributor to non-communicable diseases, including diabetes mellitus type 2, dyslipidemia, and cardiovascular disease, such as hypertension. Aerobic training has been recommended to cure or prevent hypertension. Among various modalities, treadmill-based aerobic exercise offers superior precision in controlling exercise intensity and volume. Objective: This study aimed to determine the effect of various intensities of aerobic exercise using a treadmill modality on the blood pressure of obese white rats (Rattus norvegicus). Methodology: The study was conducted in vivo using a true experimental laboratory design with a Completely Randomized Design (CRD) and a Pre-Post Test with Controlled Group Design. The subjects were divided into five groups: 1) healthy control (K1); 2) obese control (K2); 3) treatment I (P1), obese rats with low-intensity aerobic exercise; 4) treatment II (P2), moderate-intensity; and 5) treatment III (P3), high-intensity, with six replicates per group. Blood pressure was measured non-invasively before and after the intervention. Data were analyzed using paired t-tests within groups and the Kruskal-Wallis test for comparisons between groups. Results:The paired t-test shows that a significant decrease in blood pressure (p < 0.001) only occurs in the groups that receive exercise treatment. The Kruskal-Wallis test shows that the variation in exercise intensity gives a significant effect on blood pressure reduction between groups (p < 0.001). Conclusion: Aerobic exercise using treadmill modality gives a significant effect on blood pressure reduction in obese white rats (Rattus norvegicus). Moderate to high intensity was the most effective exercise dose which resulted in the greatest decrease in blood pressure and comes near the normal values. | |
| 45480 | 48843 | G1A021127 | HUBUNGAN BEBAN KERJA KUALITATIF DENGAN KEJADIAN NYERI BAHU PADA PETANI PADI DI DESA TAMBAKSARI KIDUL PUROKERTO | Latar Belakang: Nyeri bahu merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang umum dialami oleh petani akibat aktivitas fisik yang berat, posisi kerja yang tidak ergonomis, serta penggunaan alat bertani yang berisiko. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja kualitatif dengan keluhan nyeri bahu pada petani padi di Desa Tambaksari Kidul, Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Sampel sebanyak 50 petani laki-laki dipilih menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yaitu petani laki-laki dengan usia >40 tahun dan bekerja sebagai petani padi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner beban kerja, kuesioner SPADI (Shoulder Pain and Disability Index), serta pengukuran indeks massa tubuh dan riwayat trauma. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square dan regresi logistik metode backward. Hasil: Analisis univariat menunjukkan bahwa 62% responden mengalami nyeri bahu. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara beban kerja kualitatif dan nyeri bahu (p = 0,901). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa indeks massa tubuh (p = 0,029; OR = 5,26) dan riwayat trauma bahu (p = 0,008; OR = 12,67) memiliki hubungan signifikan dengan keluhan nyeri bahu. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja kualitatif dan keluhan nyeri bahu. Namun, indeks massa tubuh tinggi dan riwayat trauma menjadi faktor risiko signifikan terhadap kejadian nyeri bahu pada petani padi, sehingga penting dilakukan upaya preventif dan intervensi ergonomi. | Bacground: Shoulder pain is one of the most common musculoskeletal complaints experienced by farmers due to repetitive physical activity, awkward working posture, and poor ergonomic practices in traditional farming. Objective: This study aimed to analyze the relationship between qualitative workload and the incidence of shoulder pain among rice farmers in Tambaksari Kidul Village, Banyumas Regency. Methods: The study employed a cross-sectional quantitative approach. A total of 50 male farmers were selected using purposive sampling based on inclusion criteria, which included male farmers over 40 years old actively working as rice farmers. Data were collected using a qualitative workload questionnaire, the Shoulder Pain and Disability Index, and physical measurements including body mass index and trauma history. Data were analyzed using chi-square and logistic regression tests. Results: The findings show that 62% of respondents experience shoulder pain. There is no significant relationship between qualitative workload and shoulder pain (p = 0.901). However, farmers with high body mass index (p = 0.029; OR = 5.26) and a history of shoulder trauma (p = 0.008; OR = 12.67) are significantly more likely to report shoulder pain Conclusion: There is no statistically significant relationship between qualitative workload and shoulder pain among rice farmers. Nevertheless, high body mass index and a history of trauma are confirmed as significant risk factors for shoulder pain. Preventive measures and ergonomic interventions are needed to reduce the prevalence of shoulder complaints in farming populations. |