Artikelilmiahs
Menampilkan 45.421-45.440 dari 48.755 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 45421 | 49405 | F1A021113 | STRATEGI PENGUSAHA HOME INDUSTRY DALAM MELAKUKAN PEMBERDAYAAN PEMUDA DI DESA PANUSUPAN KECAMATAN CILONGOK MELALUI TIKTOK | Perkembangan teknologi digital saat ini terlah berkembang pesat dan membuka peluang baru khususnya dalam pemberdayaan masyarakat, salah satunya adalam pemanfaatan media sosial TikTok. TikTok menjadi salah satu platform yang memiliki potensi untuk memberdayakan masyarakat melalui home industry. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan oleh pemilik home industry dalam memberdayakan pemuda desa khususnya pemuda yang tidak melanjutkan pendidikannya di Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajuan teknologi memunculkan dampak yang signifikan terhadap kemajuan pemuda desa. Pemilik home industry memberdayakan dengan memberikan latihan secara langsung, pemuda juga idberikan ruang partisipasi dalam proses produksi dan distribusi melalui TikTok. Strategi ini tidak hanya memberikan peluang kerja tetapi juga meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri, serta pemahaman teknologi pemuda desa. Strategi ini memberikan dampak terhadap kesejahteraan sosial dan ekonomi bagi pemuda yang tidak melanjutkan pendidikannya. Penelitian ini menegaskan bahwa TikTok dapat menjadi alat yang efektif dalam transformasi ekonomi dan sosial khususnya di wilayah pedesaan. . | The rapid development of digital technology today has opened up new opportunities, particularly in community empowerment, one of which is through the use of social media platform TikTok. TikTok has become one of the platforms with great potential to empower communities through home industries. This study aims to analyze the strategies used by home industry owners in empowering village youth, especially those who did not continue their formal education, in Panusupan Village, Cilongok Subdistrict. The research employed a descriptive qualitative method with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results show that technological advancement has had a significant impact on the progress of rural youth. Home industry owners empower youth by providing direct training and giving them the opportunity to participate in both the production and distribution processes through TikTok. This ` not only creates job opportunities but also enhances skills, confidence, and digital literacy among rural youth. Furthermore, it contributes to the social and economic well-being of those who did not pursue higher education. This study affirms that TikTok can be an effective tool for driving economic and social transformation, particularly in rural areas. | |
| 45422 | 49535 | I1D021028 | HUBUNGAN BODY IMAGE, INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL, DAN TINGKAT STRES DENGAN RISIKO GANGGUAN MAKAN PADA MAHASISWI | Latar Belakang: Gangguan makan merupakan gangguan psikologis terkait kebiasaan makan yang sering terjadi pada masa remaja hingga dewasa awal yang dapat dipicu oleh adanya ketidakpuasan terhadap tubuh akibat dari penggunaan media sosial yang adiktif serta stres yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan body image, intensitas penggunaan media sosial, dan tingkat stres dengan risiko gangguan makan pada mahasiswi. Metodologi: Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 111 mahasiswi menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk variabel body image, intensitas penggunaan media sosia, tingkat stres, dan gangguan makan adalah BSQ-16B, kuesioner intensitas penggunaan media sosial, PSS-10, dan EAT-26. Pada analisis univariat menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji kolmogorov smirnov. Pada analisis bivariat menggunakan uji chi-square untuk variabel body image dan intensitas penggunaan media sosial, serta uji fisher exact untuk variabel tingkat stres karena tidak memenuhi syarat uji chi-square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara body image (p=0,001), intensitas penggunaan media sosial (p=0,000) dengan risiko gangguan makan pada mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman. Namun tidak memiliki hubungan yang signifikan antara tingkat stres (p=0,187) dengan risiko gangguan makan pada mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman Kesimpulan: Terdapat hubungan antara hubungan antara body image dan intensitas penggunaan media sosial dengan risiko gangguan makan pada mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman. Namun tidak memiliki hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan risiko gangguan makan pada mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman | Background: Eating disorders are psychological disorders related to eating habits that often occur in adolescence and early adulthood. They can be triggered by body dissatisfaction resulting from addictive social media use and high stress. This study aims to determine the relationship between body image, intensity of social media use, and stress levels with the risk of eating disorders in female students. Methodology: This study used an analytical observational method with a cross-sectional approach. The number of samples was 111 female students and using a purposive sampling technique. The instruments used for the variables of body image, intensity of social media use, stress level, and eating disorders are BSQ-16B, social media use intensity questionnaire, PSS-10, and EAT-26. Univariate analysis used descriptive statistics and Kolmogorov-Smirnov test. Bivariate analysis used chi-square test for body image and intensity of social media use, and Fisher exact test for stress levels. Results: The results of this study indicated a relationship between body image (p=0.001) and intensity of social media use (p=0.000) and the risk of eating disorders in female college students at Jenderal Soedirman University. However, there was no significant relationship between stress levels (p=0.187) and the risk of eating disorders in female students at Jenderal Soedirman University. Conclusion: There was a relationship between body image and intensity of social media use and the risk of eating disorders in female students at Jenderal Soedirman University. However, there was no significant relationship between stress levels and the risk of eating disorders in female students at Jenderal Soedirman University. | |
| 45423 | 49536 | K1C021078 | STUDI PENDAHULUAN POTENSI PANAS BUMI DI WILAYAH GUNUNGAPI PAPANDAYAN, JAWA BARAT BERDASARKAN DATA ANOMALI GRAVITASI CITRA SATELIT | Pemanfaatan data gravitasi dari citra satelit memberikan kontribusi penting dalam pemetaan anomali gravitasi di permukaan bumi, yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan berkaitan dengan potensi panas bumi. Dalam studi pendahuluan ini, data anomali gravitasi digunakan untuk menelaah indikasi keberadaan sistem panas bumi di wilayah Gunungapi Papandayan, Jawa Barat. Tujuan utama penelitian adalah menyusun model 3D sebagai acuan dalam menginterpretasikan lapisan batuan bawah permukaan di area studi. Pengolahan data dimulai dengan digitasi peta Anomali Bouguer Lengkap (ABL), dilanjutkan dengan reduksi ke bidang datar serta pemisahan antara anomali gravitasi regional dan residual menggunakan metode upward continuation. Pemodelan inversi dilakukan dengan perangkat lunak Grablox 1.7, menghasilkan model geologi berdasarkan data anomali residual. Hasil model kemudian dianalisis dan divisualisasikan menggunakan software Bloxer 1.6e dan Voxler 4. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi densitas batuan yang cukup mencolok di Gunung Papandayan, dengan kisaran sebagai berikut: batuan magma (1,40 – 1,67 g/cm3), clay (1,67 – 1,95 g/cm3), tuf lapili dan batupasir tufan (1,95 – 2,22 g/cm3), breksi vulkanik muda (2,22 – 2,40 g/cm3), lava andesit (2,40 – 2,70 g/cm3), serta basalt labradorit (2,70 – 3,30 g/cm3). Variasi densitas ini mengindikasikan potensi panas bumi yang signifikan pada kedalaman hingga 2.000 meter di bawah permukaan. | The utilization of gravity data from satellite imagery plays a significant role in mapping gravity anomalies on the Earth's surface, which can be used to identify subsurface structures related to geothermal potential. In this preliminary study, gravity anomaly data are employed to examine indications of a geothermal system in the Papandayan Volcano area, West Java. The main objective of the research is to construct a 3D model as a reference for interpreting subsurface rock layers in the study area. The data processing begins with the digitization of the Complete Bouguer Anomaly (CBA) map, followed by reduction to a flat plane and the separation of regional and residual gravity anomalies using the upward continuation method. Inversion modeling is performed using Grablox 1.7 software to generate a geological model based on residual anomaly data. The model results are then analyzed and visualized using Bloxer 1.6e and Voxler 4 software. The analysis reveals significant variations in rock density in the Mount Papandayan area, with the following ranges: magma rock (1.40–1.67 g/cm3), clay (1.67–1.95 g/cm3), lapilli tuff and tuffaceous sandstone (1.95–2.22 g/cm3), young volcanic breccia (2.22–2.40 g/cm3), andesitic lava (2.40–2.70 g/cm3), and labradoritic basalt (2.70–3.30 g/cm3). These density variations indicate substantial geothermal potential at depths of up to 2,000 meters below the surface. | |
| 45424 | 48782 | G1A021129 | Analisis Faktor Risiko Kejadian Skabies di Pondok Pesantren Anwarush Sholihin Banyumas | Latar Belakang: Skabies merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei. Penularan ini dapat terjadi karena kontak langsung seperti berjabat tangan, tidur bersama penderita skabies serta hubungan seksual dan tidak langsung melalui benda yang terkontaminasi seperti pakaian, handuk, sprei, serta selimut. Faktor risiko skabies diantaranya pengetahuan, kepadatan hunian, personal hygiene, dan sanitasi lingkungan. Pondok pesantren merupakan salah satu tempat skabies berkembang karena lingkungan yang padat, lembab, dan sanitasi yang buruk sehingga penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji faktor risiko yang ada di Pondok Pesantren Anwarush Sholihin. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang mempengaruhi kejadian skabies di Pondok Pesantren Anwarush Sholihin Banyumas. Metodologi: Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan case control. Data dikumpulkan dari 60 santri yang terdiri dari 30 santri yang mengalami skabies dan 30 santri tidak mengalami skabies. Data demografi dan faktor risiko tingkat pengetahuan, kepadatan hunian, personal hygiene, dan sanitasi lingkungan diambil melalui kuesioner, observasi langsung, serta diagnosis klinis oleh dokter. Data kemudian dianalisis menggunakan aplikasi SPSS. Faktor risiko pengetahuan, personal hygiene dan sanitasi lingkungan menggunakan Chi square serta kepadatan hunian menggunakan Fischer’s Exact. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,000; OR=9,75), personal hygiene (p<0,001; OR=13,143), dan sanitasi lingkungan (p<0,001; OR=1,500) dengan kejadian skabies. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kepadatan hunian dengan kejadian skabies (p=0,424). Kesimpulan: Rendahnya tingkat pengetahuan, personal hygiene yang buruk, serta sanitasi lingkungan yang kurang baik merupakan faktor-faktor yang berkontribusi signifikan terhadap kejadian skabies di pondok pesantren tersebut. Oleh karena itu, diperlukan intervensi pendidikan kesehatan dan peningkatan kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah penyebaran skabies di lingkungan pesantren. | Background: Scabies is a skin disease caused by Sarcoptes scabiei. Transmission can occur through direct contact, such as handshaking, sleeping with someone infected, or sexual contact, as well as indirect contact via contaminated items such as clothing, towels, bed sheets, and blankets. Risk factors for scabies include knowledge level, housing density, personal hygiene, and environmental sanitation. Islamic boarding schools are one of the environments where scabies can thrive due to crowded conditions, high humidity, and poor sanitation. Therefore, this study was conducted to examine the risk factors associated with scabies at Anwarush Sholihin Islamic Boarding School. Objective: This study aimed to identify the risk factors influencing the incidence of scabies at Anwarush Sholihin Islamic Boarding School in Banyumas. Methodology: The research design used was observational analytic with a case-control approach. Data were collected from 60 students, consisting of 30 who had scabies and 30 who did not. Demographic data and risk factors including knowledge level, housing density, personal hygiene, and environmental sanitation were obtained through questionnaires, direct observation, and clinical diagnosis by a physician. The data were then analyzed using SPSS software. Risk factors such as knowledge, personal hygiene, and environmental sanitation were analyzed using the Chi-square test, while housing density was analyzed using Fisher’s Exact test. Results: The results showed significant associations between scabies incidence and level of knowledge (p=0.000; OR=9.75), personal hygiene (p<0.001; OR=13.143), and environmental sanitation (p<0.001; OR=1.500). However, there was no significant relationship between housing density and scabies incidence (p=0.424). Conclusion: Low levels of knowledge, poor personal hygiene, and inadequate environmental sanitation are significant contributing factors to the incidence of scabies in the boarding school. Therefore, health education and improvements in personal and environmental hygiene are necessary to prevent the spread of scabies within such settings. | |
| 45425 | 48783 | G1B021019 | EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus) TERHADAP JUMLAH FIBROBLAS PADA PROSES PENYEMBUHAN ULKUS TRAUMATIKUS MUKOSA LABIAL INFERIOR (Studi In Vivo pada Tikus Wistar) | Latar belakang. Ulkus traumatikus merupakan luka yang mengalami peradangan pada mukosa rongga mulut yang ditandai dengan adanya kerusakan pada epitel mukosa yang dapat meluas hingga lamina propria. Alternatif bahan alam untuk mengatasi ulkus traumatikus salah satunya adalah daun nangka (Artocarpus heterophyllus). Daun nangka mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang dapat mempercepat penyembuhan luka. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian gel ekstrak daun nangka konsentrasi 5%, 10%, dan 15% terhadap jumlah fibroblas pada proses penyembuhan ulkus traumatikus mukosa labial inferior tikus Wistar pada hari ke-7. Metode. True experimental laboratoris in vivo dengan rancangan penelitian posttest-only control group design. Sampel diambil secara acak sebanyak 25 ekor tikus Wistar jantan, yang dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri atas kelompok perlakuan gel ekstrak etanol daun nangka konsentrasi 5% (P1), 10% (P2), dan 15% (P3), kontrol positif dengan aloclair gel, serta kontrol negatif dengan gel tanpa ekstrak. Pengamatan fibroblas dilakukan oleh 3 pengamat pada preparat histologi dengan pewarnaan HE pada perbesaran 400x pada 5 lapang pandang. Data jumlah fibroblas dilakukan analisis dengan menggunakan uji One-Way ANOVA dan uji Post-Hoc LSD. Hasil. Data jumlah fibroblas memiliki perbedaan signifikan (p<0,05) antara P1, P2, dan P3 dengan kelompok KN. Kelompok P3 menunjukan hasil tidak berbeda secara signifikan (p>0,05) dengan kelompok KP. Simpulan. Gel ekstrak etanol daun nangka konsentrasi 15% (P3) mempunyai efektivitas paling baik dalam mempengaruhi jumlah fibroblas. | Background. Traumatic ulcers are wounds that experience inflammation in the oral mucosa characterized by damage to the mucosal epithelium that can extend to the lamina propria. One alternative natural ingredient to treat traumatic ulcers is jackfruit leaves (Artocarpus heterophyllus). Jackfruit leaves contain secondary metabolites such as flavonoids, tannins, and saponins that can accelerate wound healing. Purpose. This study aims to determine the effect of administering jackfruit leaf extract gel at concentrations of 15%, 10%, and 5% on the number of fibroblasts in the healing process of traumatic ulcers of the inferior labial mucosa of Wistar rats on the 7th day. Method. True experimental laboratory in vivo with a posttest-only control group design. Samples were taken randomly as many as 25 male Wistar rats, which were divided into 5 groups consisting of a treatment group of ethanol extract gel of jackfruit leaves at concentrations of 5% (P1), 10% (P2), and 15% (P3), positive control with aloclair gel, and negative control with gel without extract. Fibroblast observation was conducted by 3 observers on histology preparations with HE staining at 400x magnification in 5 fields of view. Fibroblast count data were analyzed using the One-Way ANOVA test and the Post-Hoc LSD test. Results. Fibroblast count data had a significant difference (p<0.05) between P1, P2, and P3 with the KN group. The P3 group showed results that were not significantly different (p>0.05) from the KP group. Conclusion. Jackfruit leaf ethanol extract gel with a concentration of 15% (P3) had the best effectiveness in influencing the number of fibroblasts. | |
| 45426 | 48784 | C1H020009 | Internal an External Factors on Purchase Intention Hyundai Ioniq 5 | Pengembangan kendaraan listrik di Indonesia semakin didukung oleh kebijakan pemerintah seperti insentif pajak, pengurangan bea impor, dan pembangunan infrastruktur pengisian daya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor internal (kebutuhan akan keunikan, persepsi harga, dan persepsi merek) dan faktor eksternal (kredibilitas merek, citra merek, dan komunikasi pemasaran) terhadap niat beli Hyundai Ioniq 5. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, data dikumpulkan dari 107 responden melalui kuesioner daring. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli. Implikasi penelitian ini bersifat teoretis dan praktis, terutama bagi perusahaan otomotif dalam merancang strategi pemasaran kendaraan listrik yang lebih efektif. | The development of electric vehicles in Indonesia has gained momentum through government initiatives such as tax incentives, reduced import duties, and infrastructure investment. This study aims to analyze the influence of internal factors (consumer need for uniqueness, price perception, and brand perception) and external factors (brand credibility, brand image, and marketing communication) on the purchase intention of the Hyundai Ioniq 5. A quantitative method with a survey approach was employed, collecting data from 107 respondents through an online questionnaire. The data were analyzed using multiple linear regression with SPSS. The results show that all six variables have a positive and significant effect on purchase intention. The findings offer both theoretical and practical implications, particularly for automotive companies seeking to develop more effective electric vehicle marketing strategies in Indonesia. | |
| 45427 | 48785 | G1B021025 | EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus) TERHADAP KEPADATAN KOLAGEN PADA PROSES PENYEMBUHAN ULKUS TRAUMATIKUS MUKOSA LABIAL INFERIOR (Studi In Vivo pada Tikus Wistar) | Latar belakang. Ulkus traumatikus merupakan lesi ulkus yang terbentuk akibat adanya trauma. Ulkus traumatikus yang terus dibiarkan dapat menjadi kronis dan mengganggu kenyamanan pasien. Bahan alternatif antiinflamasi untuk ulkus traumatikus yaitu daun nangka. Daun nangka memiliki beberapa kandungan fitokimia seperti flavonoid, tanin, dan saponin. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian gel ekstrak daun nangka (Artocarpus heterophyllus) terhadap kepadatan kolagen pada proses penyembuhan ulkus traumatikus rongga mulut tikus Wistar (Rattus norvegicus). Metode. Jenis penelitian ini adalah true experimental laboratoris in vivo dengan rancangan posttest-only with control group design. Sampel berjumlah 25 ekor tikus wistar jantan yang dibagi ke dalam 5 kelompok yaitu kelompok perlakuan yang diberikan gel ekstrak daun nangka dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% (P1, P2, dan P3), kelompok kontrol positif (KP) yang diberikan gel asam hialuronat, serta kelompok kontrol negatif (KN) yang diberikan gel tanpa ekstrak. Tikus dilakukan induksi panas menggunakan dental bone curette panas pada bagian mukosa labial inferior dan diberi perlakuan sesuai kelompok. Tikus diterminasi pada hari ke-7 dan diamati kepadatan kolagennya pada preparat dengan pewarnaan HE menggunakan mikroskop dengan perbesaran 400x pada 5 lapang pandang. Data kepadatan kolagen dianalisis menggunakan uji One-way ANOVA dan uji post hoc LSD. Hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) antara kelompok P1, P2, dan P3 dengan kelompok KN. Kelompok P3 menunjukkan hasil tidak berbeda signifikan (p>0,05) dengan kelompok KP. Simpulan. Gel ekstrak daun nangka 15% efektif mempengaruhi kepadatan kolagen yang sebanding dengan kontrol positif. | Background. Traumatic ulcers are ulcer lesions that occur due to trauma. Traumatic ulcers that are left untreated can become chronic and interfere with patient comfort. Alternative anti-inflammatory ingredients for traumatic ulcers are jackfruit leaves. Jackfruit leaves contain several phytochemicals such as flavonoids, tannins, and saponins. Purpose. This research aims to determine the effect of administering jackfruit leaf extract gel (Artocarpus heterophyllus) on collagen density in the healing process of traumatic ulcers in Wistar rats (Rattus norvegicus). Methods. This type of research is a true experimental laboratory in vivo with a posttest-only with control group design. The sample consisted of 25 male Wistar rats divided into 5 groups, namely the treatment group given jackfruit leaf extract gel with concentrations of 5%, 10%, and 15% (P1, P2, and P3), the positive control group (KP) given hyaluronic acid gel, and the negative control group (KN) given gel without extract. The rats were heat induced using a hot dental bone curette on the inferior labial mucosa and given treatment according to the group. The rats were terminated on the 7th day and their collagen density was observed on the HE-stained preparations using a microscope with 400x magnification in 5 fields of view. Collagen density data were analyzed using the One-way ANOVA test and the LSD post hoc test. Results. The results of this study showed that there was a significant difference (p <0,05) between groups P1, P2, and P3 and the KN group. Group P3 showed results that were not significantly different (p>0,05) from the KP group. Conclusions. The 15% jackfruit leaf extract gel effectively influences collagen density, which is equivalent to the positive control. | |
| 45428 | 48786 | A1D021088 | Stabilitas Parameter Genetik Karakter Agronomi pada Beberapa Varietas Padi di Kebumen dan Banjarnegara | Padi merupakan komoditas penting karena beras sebagai hasil utamanya menjadi makanan pokok di banyak negara. Tingginya permintaan beras menuntut peningkatan produksi padi yang dihadapkan pada tantangan kondisi iklim dan geografis yang kurang mendukung. Salah satu solusi adalah melalui pemuliaan tanaman untuk menemukan varietas padi unggul yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter genetik karakter agronomi yang paling stabil dari beberapa varietas padi pada ketinggian tempat berbeda dan membandingkan stabilitas parameter karakter agronomi antarlokasi. Penelitian dilakukan di dataran rendah (Kabupaten Kebumen) dan dataran tinggi (Kabupaten Banjarnegara), menggunakan delapan varietas padi yang mewakili berbagai umur panen. Rancangan penelitian menggunakan RAK faktorial dua faktor (genotipe dan lokasi) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien keragaman genetik, keragaman fenotipe, dan kemajuan genetik harapan merupakan parameter yang paling stabil di kedua lokasi meskipun nilai antar lokasi berbeda. Parameter genetik di Kebumen secara umum lebih tinggi dibandingkan Banjarnegara. Interaksi genotipe dan lingkungan secara signifikan memengaruhi tinggi tanaman, jumlah anakan total, dan anakan produktif. | Rice is an important commodity as its main product, rice grain, serves as a staple food in many countries. The high demand for rice requires increased rice production, which faces challenges due to unfavorable climatic and geographical conditions. One solution is through plant breeding to develop superior and adaptive rice varieties. This study aims to determine the most stable genetic parameters of agronomic traits from several rice varieties at different altitudes and to compare the stability of these parameters across locations. The research was conducted in lowland (Kebumen Regency) and highland (Banjarnegara Regency) areas, using eight rice varieties representing various maturity durations. The experimental design used a two-factor factorial randomized complete block design (RCBD) with three replications. The results showed that the genetic coefficient of variation, phenotypic coefficient of variation, and expected genetic gain were the most stable parameters in both locations, although their values varied between locations. In general, genetic parameter values were higher in Kebumen than in Banjarnegara. Significant genotype × environment interactions were impacted for plant height, total tillers, and productive tillers, indicating a dominant influence of environmental factors and differences in genetic expression between locations. | |
| 45429 | 48789 | G1B021006 | Aktivitas Fraksi dari Ekstrak Etanol Daun Saga (Abrus precatorius) Terhadap Degradasi Biofilm Bakteri Streptococcus sanguinis ATCC 10556 | Karies gigi merupakan kerusakan jaringan keras gigi akibat demineralisasi dari hasil metabolisme bakteri dalam biofilm. Streptococcus sanguinis merupakan flora normal yang dapat berubah menjadi patogen oportunistik pembentuk biofilm penyebab karies gigi. Tanaman saga (Abrus precatorius) dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri dan antibiofilm sehingga berpotensi dikembangkan sebagai penghambat pembentukan biofilm S. sanguinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fraksi n-heksan, etil asetat, dan residu dari ekstrak etanol daun saga terhadap degradasi biofilm bakteri S. sanguinis ATCC 10556. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental laboratoris secara in vitro dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Pada penelitian ini diujikan fraksi n-heksan, etil setat, dan residu dari ekstrak etanol daun saga dengan tiga konsentrasi 0,625%, 1,25%, dan 2,5% (b/v). Kontrol positif menggunakan Chlorhexidine gluconate 0,2% dan kontrol negatif menggunakan DMSO 1%. Degradasi biofilm diuji menggunakan metode microtiter plate assay dengan pewarnaan kristal violet 1% dan pembacaan densitas optik dilakukan dengan microplate reader (λ = 450 nm). Data dianalisis menggunakan uji One-way ANOVA dan Two-way ANOVA yang masing-masing dilanjutkan dengan uji Post hoc LSD. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh fraksi dari ekstrak etanol daun saga pada seluruh konsentrasi memiliki aktivitas dalam mendegradasi biofilm secara signifikan (p≤0,05) dibandingkan kontrol negatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dengan konsentrasi 2,5% merupakan fraksi yang memiliki aktivitas degradasi biofilm tertinggi dibandingkan dengan fraksi lainnya dan tidak memiliki perbedaan yang signifikan (p≥0,05) dengan kontrol positif. Simpulan penelitian ini adalah terdapat aktivitas fraksi n-heksan, etil asetat, dan residu dari ekstrak etanol daun saga terhadap degradasi biofilm S. sanguinis ATCC 10556. | Dental caries is damage to tooth hard tissue caused by demineralization from bacterial metabolism in biofilm. Streptococcus sanguinis is a normal floral that can turn into an opportunistic pathogen forming biofilm that contribute dental caries. The saga plant (Abrus precatorius) has reported antibacterial and antibiofilm activity making it a potential inhibitor of S. sanguinis biofilm. This study aimed to determine the effect of fractions from the ethanol extract of saga leaves on biofilm degradation of S. sanguinis ATCC 10556. This was true laboratory experimental research conducted in vitro with a post-test only control group design. Three fractions of the ethanol extract of saga leaves (n-hexane fraction, ethyl acetate fraction, and residue fraction) were tested at concentrations of 0.625%, 1.25%, and 2.5% (b/v). The positive control group used chlorhexidine gluconate 0.2% and the negative control group used DMSO 1%. Biofilm degradation was assessed using the microtiter plate assay method with 1% crystal violet staining and optical density was measured using a microplate reader (λ = 450 nm). The data were analyzed using One-way ANOVA and Two-way ANOVA followed by the Post-hoc LSD test. The results showed that all fractions at all concentrations significantly degraded biofilm compared to the negative control (p ≤ 0.05). The ethyl acetate fraction at 2.5% had the highest degradation activity and showed no significant difference from the positive control (p ≥ 0.05). The conclusion of this study is that fractions from the ethanol extract of saga leaves influence the degradation of S. sanguinis ATCC 10556 biofilm. | |
| 45430 | 48794 | G1B021005 | PENGARUH PEMBERIAN NANOPARTIKEL EKSTRAK BUNGA KECOMBRANG BERBASIS KARBOKSIMETIL KITOSAN TERHADAP DEGRADASI BIOFILM Porphyromonas gingivalis PENYEBAB PERIODONTITIS | Latar Belakang. Porphyromonas gingivalis merupakan bakteri yang banyak ditemukan pada pasien dengan periodontitis. Ekstrak bunga kecombrang diketahui memiliki aktivitas antibiofilm, yang efektivitasnya dapat ditingkatkan dengan formulasi nanopartikel berbasis polimer karboksimetil kitosan. Tujuan. Mengetahui pengaruh pemberian nanopartikel ekstrak bunga kecombrang berbasis karboksimetil kitosan terhadap degradasi biofilm P. gingivalis. Metode. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratoris in vitro. Sampel berupa biofilm P. gingivalis yang dibagi menjadi lima kelompok: tiga kelompok perlakuan nanopartikel ekstrak bunga kecombrang berbasis karboksimetil kitosan (konsentrasi 15 mg/mL, 25 mg/mL, dan 35 mg/mL), kelompok kontrol positif berupa chlorhexidine gluconate (CHX) 0,2%, dan kelompok kontrol sediaan berupa nanopartikel karboksimetil kitosan tanpa ekstrak. Uji degradasi biofilm menggunakan metode microtiter plate assay dengan pewarnaan kristal violet 1%, dan absorbansinya dibaca pada λ 450 nm. Data dianalisis dengan One-Way ANOVA dan Post-Hoc LSD. Hasil. Seluruh kelompok perlakuan nanopartikel ekstrak bunga kecombrang berbasis karboksimetil kitosan memiliki aktivitas yang lebih baik secara signifikan dibandingkan dengan nanopartikel karboksimetil kitosan tanpa ekstrak (p≤0,05). Aktivitas degradasi biofilm meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak. Konsentrasi paling tinggi dalam mendegadasi biofilm P. gingivalis adalah konsentrasi 35 mg/mL dan tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif CHX 0,2% (p>0,05). Simpulan. Terdapat pengaruh nanopartikel ekstrak bunga kecombrang berbasis karboksimetil kitosan terhadap degradasi biofilm P. gingivalis. | Background. Porphyromonas gingivalis is a bacterium commonly found in patients with periodontitis. Extracts from torch ginger flowers (Etlingera elatior) have demonstrated antibiofilm activity, which may be enhanced through formulation into carboxymethyl chitosan-based nanoparticles. Purpose. To evaluate the effect of carboxymethyl chitosan-based nanoparticles containing torch ginger flower extract on the degradation of P. gingivalis biofilm. Methods. This in vitro experimental laboratory study involved. The samples consisted of Porphyromonas gingivalis biofilms, which were divided into five groups:: three treatment groups receiving the nanoparticle formulation at concentrations of 15 mg/mL, 25 mg/mL, and 35 mg/mL; a positive control group treated with 0.2% chlorhexidine gluconate (CHX); and a formulation control group receiving carboxymethyl chitosan nanoparticles without extract. Biofilm degradation was assessed using the microtiter plate assay with 1% crystal violet staining, and absorbance was measured at 450 nm. Data were analyzed using One-Way ANOVA followed by Post-Hoc LSD tests. Results. All treatment groups showed significantly greater biofilm degradation than the formulation control (p ≤ 0.05). The degradation effect increased with extract concentration. The 35 mg/mL group demonstrated the highest biofilm degradation, showing no significant difference compared to 0.2% CHX (p > 0.05). Conclusion. Carboxymethyl chitosan-based nanoparticles containing torch ginger flower extract significantly enhance the degradation of P. gingivalis biofilm. | |
| 45431 | 48788 | G1B021033 | PENGARUH PEMBERIAN TOPIKAL GEL EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum) TERHADAP JUMLAH FIBROBLAS PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA INSISI GINGIVA (Studi In vivo hari ke-7 dan 14 pada Tikus Galur Wistar) | Luka insisi menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien. Terapi adjuvant yang sudah ada dapat menimbulkan efek samping. Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) memiliki zat aktif seperti gingerol, shogaol, flavonoid, dan saponin yang berperan dalam merangsang proliferasi fibroblas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian topikal gel ekstrak jahe merah terhadap jumlah fibroblas dalam proses penyembuhan luka tikus model insisi gingiva. Metode yang digunakan yaitu post-test only control group design. Sampel berjumlah 40 ekor tikus galur Wistar yang dipilih secara random. Sampel dibagi menjadi kelompok perlakuan gel ekstrak jahe merah konsentrasi 10%, 12,5%, 15%, kelompok kontrol sehat, dan kelompok kontrol negatif. Luka insisi dibuat pada gingiva anterior mandibula dan gel diaplikasikan sebanyak dua kali sehari selama 7 dan 14 hari. Jaringan dibuat menjadi preparat histologis dengan pewarnaan HE dan diamati menggunakan mikroskop cahaya. Data dianalisis menggunakan uji Two-way ANOVA dilanjutkan dengan analisis Post-Hoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata jumlah fibroblas yang signifikan (p<0,05) antara kelompok perlakuan dengan kontrol sehat dan kontrol negatif, jumlah fibroblas kelompok perlakuan pada hari ke-14 lebih tinggi dibandingkan hari ke-7, dan kelompok perlakuan 15% pada hari ke-14 menunjukkan rata-rata jumlah fibroblas tertinggi. Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian topikal gel ekstrak jahe merah mampu meningkatkan jumlah fibroblas dengan konsentrasi 15% sebagai konsentrasi dengan aktivitas paling baik. | Incision wounds can cause discomfort for patients. Existing adjuvant therapy can cause side effects. Red ginger (Zingiber officinale var. rubrum) has active substances such as gingerol, shogaol, flavonoids, and saponins wich play a role in stimulating fibroblast proliferation. The purpose of this study was to determine the effect of topical red ginger extract gel on the number of fibroblasts during the healing process of gingival incision wounds in rats. The research design used was a post-test only control group design. The sample was 40 Wistar strain rats, whoch were selected using a random sampling technique. The samples were divided into treatment groups receiving red ginger extract gel at concentrations of 10%, 12,5%, and 15%, healthy control groups, and negative control groups. Incision were made on the anterior mandibular gingiva and gel was applied topically twice daily for 7 and 14 days. Tissue samples processed into hitological slide using HE staining and observed under a microscope. Datas was analyzed using Two-way ANOVA followed by Post-Hoc LSD. The results showed a significant increase in number of fibroblasts (p<0.05) between treatment groups with healthy control and negative control. The number of fibroblasts in the treatment group on day 14 was higher than day 7, with the 15% treatment group on day 14 showing the highest number of fibroblasts. In conclusion, topical application of red ginger extract gel increases the number of fibroblasts, with 15% concentration showing the greatest activity. | |
| 45432 | 48791 | G1B021018 | Aktivitas Fraksi dari Ekstrak Etanol Daun Saga (Abrus precatorius) terhadap Degradasi Biofilm Bakteri Streptococcus mitis | Latar Belakang. Karies gigi merupakan penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita oleh masyarakat di dunia. Karies gigi ditandai dengan proses demineralisasi jaringan keras gigi yaitu enamel, dentin, dan sementum akibat asam yang dihasilkan oleh mikroorganisme. Salah satu mikroorganisme koloni primer yang berperan dalam pembentukan karies gigi adalah Streptococcus mitis. Daun saga (Abrus precatorius) terbukti memiliki aktivitas antibakteri dan antibiofilm sehingga berpotensi dikembangkan sebagai alternatif bahan alam untuk mencegah karies gigi. Tujuan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas fraksi dari ekstrak etanol daun saga terhadap degradasi biofilm bakteri Streptococcus mitis. Metode. Penelitian berupa eksperimental laboratoris secara in vitro menggunakan 3 jenis fraksi yaitu fraksi n-heksan, etil asetat, dan residu dengan 3 konsentrasi yaitu konsentrasi 0,625%, 1,25%, dan 2,5% (b/v). Penelitian ini menggunakan kontrol positif chlorhexidine gluconate 0,2% dan kontrol negatif dimethyl sulfoxide 1%. Degradasi biofilm diuji menggunakan metode microtiter plate assay dengan pewarnaan kristal violet 1% dan pembacaan menggunakan microplate reader pada λ : 450 nm. Data dianalisis menggunakan one-way ANOVA, two-way ANOVA, dan post-hoc LSD. Hasil. Hasil uji menunjukkan seluruh fraksi dan tingkatan konsentrasi mampu mendegradasi biofilm lebih baik secara bermakna (p≤0,05) dibandingkan kontrol negatif, kecuali kelompok fraksi n-heksan konsentrasi 2,5% (p>0,05). Hasil menunjukkan fraksi n-heksan dan etil asetat konsentrasi 0,625% paling efektif dalam mendegradasi biofilm Streptococcus mitis. Simpulan. Simpulan pada penelitian ini adalah terdapat aktivitas pada fraksi dari ekstrak etanol daun saga dalam mendegradasi biofilm bakteri Streptococcus mitis. | Background. Dental caries is a common oral disease affecting people worldwide. It is characterized by the demineralization of the hard tissues of the teeth, namely enamel, dentin, and cementum, caused by acids produced by microorganisms. One of the primary microbial colonies involved in the formation of dental caries is Streptococcus mitis. Saga leaves (Abrus precatorius) have been proven to possess antibacterial and antibiofilm activities, making them a potential natural alternative for preventing dental caries. Purpose. The aim of this study was to determine the effect of fractions from the ethanol extract of saga leaves on the degradation of Streptococcus mitis bacterial biofilm. Methods. This in vitro laboratory experimental study used three types of fractions: n-hexane, ethyl acetate, and residue, at three concentrations: 0.625%, 1.25%, and 2.5% (w/v). Positive control was 0.2% chlorhexidine gluconate, and negative control was 1% dimethyl sulfoxide. Biofilm degradation was tested using the microtiter plate assay method with 1% crystal violet staining and read by a microplate reader at λ : 450 nm. Data were analyzed using one-way ANOVA, two-way ANOVA, and post-hoc LSD tests. Results. The results showed that all fractions and concentration levels significantly (p ≤ 0.05) degraded the biofilm better than the negative control, except for the n-hexane fraction at 2.5% concentration (p > 0.05). The n-hexane and ethyl acetate fractions at 0.625% concentration were the most effective in degrading Streptococcus mitis biofilm. Conclusions. The conclusion of this study is that fractions from the ethanol extract of saga leaves have an effect on degrading the biofilm of Streptococcus mitis bacteria. | |
| 45433 | 48792 | A1D021015 | Diversity analysis of soil microbial communities in Inpari 32 rice fields following indigenous endophytic bacteria applications | Tantangan pertanian padi di Indonesia diperparah oleh degradasi lahan akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia, yang semakin diperparah oleh perubahan iklim. Penggunaan bakteri endofit dalam pertanian padi merupakan pendekatan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan yang dapat meningkatkan keanekaragaman mikroba dan produktivitas tanah. Penelitian ini menyelidiki pengaruh aplikasi bakteri endofit indigenus terhadap keanekaragaman mikroba tanah di lahan padi Inpari 32 (Oryza sativa L.). Penelitian ini meliputi aplikasi bakteri endofit indigenus pada tanaman padi, isolasi dan karakterisasi bakteri tanah setelah aplikasi, dan evaluasi keanekaragaman mikroba dengan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Uji hipersensitivitas dilakukan untuk menilai keamanan dan kompatibilitas tanaman dengan bakteri. Penelitian ini mengaplikasikan formula bakteri endofit secara merata pada permukaan bawah dan atas daun padi dengan menggunakan sprayer, dengan perlakuan yang diberikan sebanyak lima kali pada 56, 62, 67, 72, dan 77 hari setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tersebut meningkatkan keanekaragaman mikroba tanah, termasuk genera seperti Paenibacillus, Micrococcus, Methylobacterium, Streptomyces, Actinomyces, Acremonium, dan Penicillium. Indeks keragaman menunjukkan bahwa perlakuan dari: (i) Petanahan Kebumen; (ii) Karangwangkal Banyumas; (iii) Sumbang Banyumas, dan konsorsium; (iv) termasuk dalam kategori keragaman sedang. Uji hipersensitivitas menunjukkan bahwa isolat dengan kode C104 1 U2 menunjukkan gejala nekrosis yang mengindikasikan adanya patogenisitas, sedangkan isolat lainnya tidak menunjukkan gejala nekrosis yang menunjukkan bahwa isolat tersebut merupakan mikroba non-patogenik yang menguntungkan. Gejala nekrosis menunjukkan adanya mikroba patogen, sedangkan ketiadaan gejala nekrosis menunjukkan adanya mikroba yang menguntungkan. Penelitian ini memberikan landasan ilmiah untuk mengembangkan praktik pertanian inovatif untuk meningkatkan keanekaragaman mikroba dan ketahanan ekosistem dalam sistem budidaya padi. | The challenge of rice farming in Indonesia is exacerbated by land degradation resulting from the use of chemical fertilizers and pesticides, which is further intensified by climate change. The use of endophytic bacteria in rice farming is an environmentally friendly and sustainable approach that increases microbial diversity and soil productivity. This study investigates the effects of indigenous endophytic bacterial applications on soil microbial diversity in Inpari 32 rice (Oryza sativa L.) fields. The study involved the application of indigenous endophytic bacteria to rice plants, the isolation and characterization of soil bacteria following application, and the evaluation of microbial diversity using the Shannon-Wiener diversity index. A hypersensitivity test was conducted to assess the safety and compatibility of the plant with bacteria. The study applied the endophytic bacterial formula evenly to the lower and upper surfaces of rice leaves using a sprayer, with treatments administered five times at 56, 62, 67, 72, and 77 days after planting. The results demonstrated that the treatment enhanced the diversity of soil microbial, including genera such as Paenibacillus, Micrococcus, Methylobacterium, Streptomyces, Actinomyces, Acremonium, and Penicillium. The diversity index indicated that treatments from: (i) Petanahan Kebumen; (ii) Karangwangkal Banyumas; (iii) Sumbang Banyumas, and the consortium; (iv) fell into the moderate diversity category. The hypersensitivity test revealed that the isolate coded C104 1 U2 exhibited necrosis symptoms, indicating pathogenicity, while the other isolates showed no necrosis symptoms, suggesting they were beneficial non-pathogenic microbial. Necrosis symptoms indicate the presence of pathogenic microbial, whereas their absence confirms the presence of beneficial microbial. This study provides a scientific foundation for developing innovative agricultural practices to enhance microbial diversity and ecosystem resilience in rice cultivation systems. | |
| 45434 | 48800 | G1B021030 | PENGARUH GEL KOMBINASI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) DAN PROPOLIS TERHADAP FIBROBLAS SERTA KEPADATAN KOLAGEN PADA TIKUS MODEL PERIODONTITIS | Periodontitis merupakan penyakit inflamasi yang menyebabkan kerusakan pada jaringan periodontal. Gold standart perawatan periodontitis adalah scalling and root planning (SRP). Daun kelor (Moringa oleifera Lam.) dan propolis mengandung senyawa fitokimia yang memiliki efek antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel kombinasi ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap jumlah fibroblas dan kepadatan kolagen pada proses penyembuhan periodontitis tikus Wistar hari ke-1, 3, dan 7. Penelitian true experimental laboratoris secara in vivo dengan posttest control group design. Sampel sebanyak 65 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok, terdiri dari perlakuan gel kombinasi ekstrak daun kelor dan propolis konsentrasi 15%+10% (P1), 20%+10% (P2), 25%+10% (P3), kontrol positif gel asam hialuronat 0,2% (KP), dan kontrol negatif gel tanpa ekstrak (KN) yang dilakukan pengamatan pada hari ke-1, 3, dan 7. Pengamatan dilakukan menggunakan Image J pada preparat histologi jaringan gingiva dengan pewarnaan hematoxylin eosin (HE) perbesaran 400x. Fibroblas dianalisis menggunakan Two-Way ANOVA dan Post Hoc LSD, sedangkan kepadatan kolagen dianalisis menggunakan Kruskall-Wallis dan Post Hoc Mann-Whitney. Hubungan fibroblas dan kepadatan kolagen dianalisis menggunakan Pearson Correlation. Jumlah fibroblas dan kepadatan kolagen terdapat perbedaan signifikan (p0,05) antara kelompok P1, P2, dan P3 dengan kelompok KN pada hari ke-1, 3, dan 7. Kelompok P1 dan P3 menunjukkan hasil yang tidak berbeda signifikan (p>0,05) dengan kelompok KP pada hari ke-3 dan ke-7. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna (p0,05) antara jumlah fibroblas dan kepadatan kolagen. Gel kombinasi ekstrak daun kelor dan propolis konsentrasi 20%+10% memiliki efektivitas paling baik dalam meningkatkan jumlah fibroblas dan kepadatan kolagen pada hari ke-1, 3, dan 7. | Periodontitis is an inflammatory disease affecting periodontal tissues. The gold standard treatment is scaling and root planing (SRP). Moringa leaf (Moringa oleifera Lam.) and propolis contain phytochemicals compounds with anti-inflammatory effects. This study aimed to examine the effect of a gel combination of Moringa leaf (Moringa oleifera Lam.) extract and propolis on fibroblast count and collagen density during the healing of periodontitis in Wistar rats on days 1, 3, and 7. A true experimental in vivo laboratory design with a posttest-only control group design, using 65 male Wistar rats divided into 5 groups. The groups consisted of treatment groups receiving a gel combination of moringa leaf extract and propolis at concentration 15%+10% (P1), 20%+10% (P2), 25%+10% (P3), a positive control group receiving 0.2% hyaluronic acid gel, and a negative control group receiving gel without any extract. Observations were conducted on days 1, 3, and 7. Fibroblast count and collagen density were evaluated using Image J on histological preparations of gingival tissue stained with hematoxylin-eosin (HE), observed at 400x magnification. Fibroblast data were analyzed using Two-Way ANOVA and Post Hoc LSD tests, while collagen density was analyzed using the Kruskal-Wallis test and Post Hoc Mann-Whitney test. The correlation between fibroblast count and collagen density was analyzed using Pearson Correlation. There were significant differences (p≤0.05) in fibroblast count and collagen density between groups P1, P2, and P3 compared to the negative control group on days 1, 3, and 7. Groups P1 and P3 showed no significant difference (p>0.05) compared to the positive control group on days 3 and 7. Correlation analysis showed a significant relationship (p≤0.05) between fibroblast count and collagen density. The combination gel of Moringa oleifera and propolis at a concentration of 20%+10% was the most effective in increasing fibroblast count and collagen density on days 1, 3, and 7. | |
| 45435 | 48805 | G1B021020 | Perbedaan Inklinasi dan Bentuk Eminensia Artikularis Berdasarkan Jenis Kelamin dan Jumlah Kehilangan Gigi Posterior Ditinjau dari Radiograf Panoramik (Studi pada Pasien di Instalasi Radiologi RSGMP Universitas Jenderal Soedirman) | Latar Belakang. Eminensia artikularis merupakan bagian penting dari sendi temporomandibular (TMJ) yang berperan dalam pergerakan mandibula. Kehilangan gigi posterior diduga berkaitan dengan perubahan inklinasi dan morfologi dari eminensia artikularis. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan inklinasi dan bentuk eminensia artikularis berdasarkan jenis kelamin dan jumlah kehilangan gigi posterior terhadap inklinasi dan bentuk eminensia artikularis melalui radiograf panoramik. Metode. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel terdiri dari 90 radiograf panoramik pasien yang diperoleh dari Instalasi Radiologi RSGMP Universitas Jenderal Soedirman, yang diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok berdasarkan jumlah kehilangan gigi posterior, yaitu tanpa kehilangan gigi (kelompok K), kehilangan kurang dari tiga gigi (kelompok P1), dan kehilangan tiga gigi atau lebih (kelompok P2). Inklinasi diukur menggunakan metode top-roof line dengan aplikasi ImageJ dan Cliniview, sedangkan bentuk morfologis dikategorikan sebagai flat, normal, atau steep. Data dianalisis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov untuk normalitas, Two-way ANOVA untuk analisis inklinasi, serta uji Chi-square untuk analisis bentuk. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan inklinasi dan bentuk yang signifikan berdasarkan jenis kelamin (p > 0,05). Namun, terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kehilangan gigi terhadap inklinasi (p < 0,001) dan bentuk eminensia artikularis (p < 0,05). Simpulan. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan inklinasi dan bentuk eminensia artikularis berdasarkan jumlah kehilangan gigi posterior, tetapi tidak ditemukan perbedaan yang signifikan berdasarkan jenis kelamin. | Background. The articular eminence is an important component of the temporomandibular joint (TMJ) that plays a role in mandibular movement. Posterior tooth loss is suspected to be associated with changes in the inclination and morphology of the articular eminence. Purpose. This study aimed to analyze the differences in the inclination and morphology of the articular eminence based on gender and the number of posterior teeth lost, using panoramic radiographs. Methods. This research was an analytical observational study with a cross-sectional approach. The sample consisted of 90 panoramic radiographs obtained from patients at the Radiology Department of the Dental and Oral Hospital, Universitas Jenderal Soedirman, and classified into three groups based on the number of missing posterior teeth: no tooth loss (group K), loss of fewer than three teeth (group P1), and loss of three or more teeth (group P2). Inclination was measured using the top-roof line method with ImageJ and Cliniview software, while morphological shape was categorized as flat, normal, or steep. Data were analyzed using the Kolmogorov-Smirnov test for normality, Two-way ANOVA for inclination analysis, and Chi-square test for morphology. Results. The results showed no significant differences in inclination and morphology based on gender (p > 0.05). However, there were significant differences in inclination (p < 0.001) and morphology (p < 0.05) among the tooth loss groups. Conclusions. It can be concluded that the inclination and morphology of the articular eminence vary based on the number of posterior teeth lost, but no significant differences were found based on gender. | |
| 45436 | 48795 | K1C021073 | PENERAPAN LEXICON TOOLS UNTUK ANALISIS MORFOLOGI BAHAN URANIUM MENGGUNAKAN SCANNING ELECTRON MICROSCOPY (SEM) UNTUK MENDUKUNG INVESTIGASI FORENSIK NUKLIR | Bahan bakar nuklir berbasis uranium adalah komponen penting dalam operasi reaktor nuklir, berperan dalam proses fisi yang menghasilkan energi. Beberapa tahun terakhir morfologi permukaan konsentrat bijih uranium telah dipelajari sebagai cara mengidentifikasi riwayat proses bahan nuklir yang tidak diketahui. Penelitian ini difokuskan dalam pengaplikasian lexicon tools untuk deskripsi hasil karakterisasi pengujian/analisis morfologi menggunakan instrumentasi analisis SEM. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap bahan memiliki karakteristik morfologi yang berbeda. Dimana permukaan halus suatu bahan material murni seperti U3O8, UO2 Cameco, pelet mentah (natural uranium), pelet sinter (natural uranium), dan pelet sinter diperkaya 2% menunjukkan sedikitnya pengaruh eksternal. Sedangkan retakan atau celah yang ditunjukkan seperti pada bahan bakar pelet sinter (natural uranium), dan pelet sinter diperkaya 2% terbentuk dari proses oksidasi. Selain itu, proses presipitasi, konversi, dan sintering memberikan pengaruh signifikan terhadap karakteristik morfologi uranium sebagai bahan bakar nuklir. | Uranium-based nuclear fuel is a critical component in the operation of nuclear reactors, playing a role in the fission process that produces energy. In recent years the surface morphology of uranium ore concentrates has been studied as a way of identifying the process history of unknown nuclear materials. This research is focused on the application of lexicon tools for the description of the results of characterization of test/morphological analysis using SEM analysis instrumentation. The results of the study show that each material has different morphological characteristics. Where the smooth surface of a pure material such as U3O8, UO2 Cameco, green pellets (natural uranium), sintered pellets (natural uranium), and sintered pellets enriched by 2% shows little external influence. Meanwhile, cracks or gaps are shown such as in sintered pellet fuel (natural uranium), and 2% enriched sintered pellets formed from the oxidation process. In addition, the processes of precipitation, conversion, and sintering exert a significant influence on the morphological characteristics of uranium as a nuclear fuel. | |
| 45437 | 48796 | G1A021056 | Pengaruh Intervensi Edukasi Program KIA terhadap Tanda Vital dan Skor SRQ-20 pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas. | Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi perhatian serius, dengan prevalensi yang tinggi, termasuk di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi edukasi Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) terhadap perubahan tanda vital dan skor SRQ-20 sebagai indikator kesehatan fisik dan mental ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Barat. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-post test dengan pendekatan kohort retrospektif terhadap 20 ibu hamil. Intervensi edukasi diberikan melalui sesi informasi mengenai kesehatan kehamilan, pengelolaan stres, dan pemantauan tanda vital. Parameter yang diukur meliputi tekanan darah, denyut nadi, laju pernapasan, dan skor SRQ-20 sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa intervensi edukasi secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik (p<0,001) dan skor SRQ-20 (p=0,029), sementara penurunan denyut nadi dan laju pernapasan tidak signifikan secara statistik. Temuan ini mendukung efektivitas intervensi edukasi program KIA dalam meningkatkan stabilitas fisiologis dan menurunkan gangguan mental ringan pada ibu hamil. Edukasi yang terstruktur dan terintegrasi dalam layanan kesehatan primer menjadi strategi penting dalam upaya menurunkan AKI dan meningkatkan kesejahteraan ibu selama masa kehamilan. | The Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia is still a serious concern, with a high prevalence, including in Banyumas Regency. This study aims to determine the effect of the Maternal and Child Health Program (MCH) education intervention on changes in vital signs and SRQ-20 scores as indicators of physical and mental health of pregnant women in the work area of Purwokerto Barat Community Health Center. The study used a quantitative pre-post test design with a retrospective cohort approach to 20 pregnant women. The education intervention was provided through information sessions on pregnancy health, stress management, and vital sign monitoring. The parameters measured included blood pressure, pulse rate, respiratory rate, and SRQ-20 scores before and after the intervention. The results of the analysis showed that the educational intervention significantly reduced systolic blood pressure (p<0.001) and SRQ-20 scores (p=0.029), while the decrease in heart rate and respiratory rate was not statistically significant. These findings support the effectiveness of the KIA program educational intervention in improving physiological stability and reducing mild mental disorders in pregnant women. Structured and integrated education in primary health services is an important strategy in efforts to reduce MMR and improve maternal welfare during pregnancy. | |
| 45438 | 48797 | G1B021028 | PENGARUH NANOPARTIKEL EKSTRAK BUNGA KECOMBRANG BERBASIS KARBOKSIMETIL KITOSAN TERHADAP DEGRADASI BIOFILM Fusobacterium nucleatum | Latar Belakang. Fusobacterium nucleatum merupakan bakteri anaerob fakultatif yang membantu perlekatan antara koloni bakteri awal dan akhir dalam pembentukan plak gigi melalui protein adhesi dan reseptor membran luarnya. Ekstrak bunga kecombrang memiliki aktivitas antibakteri dan antibiofilm, yang efektivitasnya diharapkan meningkat dengan sediaan nanopartikel. Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh nanopartikel ekstrak bunga kecombrang berbasis karboksimetil kitosan terhadap degradasi biofilm F. nucleatum. Metode. Penelitian berupa eksperimental laboratoris secara in vitro dengan posttest only control group design. Sampel pada penelitian ini adalah bakteri F. nucleatum yang membentukbiofilm. Penelitian dilakukan dengan mengujikan nanopartikel ekstrak bunga kecombrang berbasis karboksimetil kitosan konsentrasi 15 mg/mL, 25 mg/mL, dan 35 mg/mL, chlorhexidine gluconate 0,2% sebagai kontrol positif, dan nanopartikel karboksimetil kitosan 2 mg/mL sebagai kontrol sediaan terhadap degradasi biofilm F. nucleatum. Degradasi biofilm diuji dengan microtiter plate assay menggunakan pewarnaan kristal violet 1%, kemudian dibaca pada panjang gelombang 450 nm. Hasil persentase degradasi biofilm F. nucleatum dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan Post Hoc LSD. Hasil. Hasil menunjukkan nanopartikel ekstrak bunga kecombrang berbasis karboksimetil kitosan mampu mendegradasi biofilm F. nucleatum dengan persentase sebesar 72,32%, 86,89%, 92,54% serta memiliki aktivitas degradasi yang lebih baik secara signifikan (p<0,05) dibanding nanopartikel karboksimetil kitosan 2 mg/mL. Konsentrasi 35 mg/mLmenunjukkan aktivitas degradasi biofilm yang paling tinggi dan tidak memiliki perbedaan bermakna (p>0,05) dengan chlorhexidine gluconate 0,2%. Simpulan. Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh nanopartikel ekstrak bunga kecombrang berbasis karboksimetil kitosan terhadap degradasi biofilm F. nucleatum sehingga nanopartikel ekstrak bunga kecombrang berbasis karboksimetil kitosan berpotensi untuk dikembangkan sebagai pengganti alternatif chlorhexidine gluconate 0,2%. | Background. Fusobacterium nucleatum is a facultative anaerobic bacterium that facilitates the attachment between early and late bacterial colonies in dental plaque formation through its adhesin proteins and outer membrane receptors. Torch ginger flower extract exhibits antibacterial and antibiofilm properties, with its effectiveness expected to improve through nanoparticle formulation. Purpose This study aimed to evaluate the effect of extract nanoparticles based on carboxymethyl chitosan on F. nucleatum biofilm degradation. Methods. This in vitro study used a posttest-only control group design. The sample consisted of F. nucleatum bacteria that form biofilms. Nanoparticles were tested at concentrations of 15, 25, and 35 mg/mL, with 0.2% chlorhexidine gluconate as the positive control and 2 mg/mL carboxymethyl chitosan nanoparticles as the formulation control on F. nucleatum biofilm degradation. Biofilm degradation was assessed using the microtiter plate assay method with 1% crystal violet staining, and absorbance was measured at 450 nm. Data were analyzed using One-Way ANOVA and Post Hoc LSD test. Results.The results showed that the nanoparticles degraded F. nucleatum biofilm by 72.32%, 86.89%, and 92.54% at respective concentrations. All treatment groups showed significantly greater degradation (p<0.05) than the formulation control. The 35 mg/mL concentration showed the highest effect, with no significant difference (p>0.05) compared to 0.2% chlorhexidine gluconate. Conclusions. In conclusion, torch ginger flower extract nanoparticles based on carboxymethyl chitosan have a significant effect on F. nucleatum biofilm degradation and show potential as an alternative to 0.2% chlorhexidine gluconate. | |
| 45439 | 48798 | G1B021007 | UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL DAUN AWAR–AWAR (Ficus septica Burm. F.) TERHADAP Candida tropicalis PENYEBAB ORAL CANDIDIASIS SECARA IN VITRO | Oral Candidiasis merupakan infeksi pada rongga mulut yang disebabkan oleh Candida tropicalis, spesies non-Candida albicans Candida (NCAC) dengan virulensi paling tinggi. Pengobatan lini pertama untuk Oral candidiasis adalah nistatin, namun dapat menimbulkan efek samping. Salah satu alternatif pengobatan oral candidiasis yaitu menggunakan daun awar-awar (Ficus septica Burm. F.) karena mengandung senyawa aktif seperti saponin, tanin, flavonoid, dan triterpenoid yang berpotensi sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun awar-awar (Ficus septica Burm. F.) sebagai antijamur terhadap Candida tropicalis penyebab oral candidiasis. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian posttest-only control group design yang membandingkan kelompok perlakuan ekstrak etanol daun awar-awar (Ficus septica Burm. F.) konsentrasi 4%, 8%, 16%, dan 32% dengan kelompok kontrol positif nistatin dan kontrol negatif Dimethyl sulfoxide. Aktivitas antijamur diuji dengan metode microdilution broth untuk menentukan KHM dan metode spread plate untuk menentukan KBM. Perhitungan jumlah pertumbuhan koloni C. tropicalis dilakukan dengan menggunakan metode Total Plate Count (TPC) dan dilanjutkan dengan perhitungan persentase penghambatan. Analisis penelitian ini menunjukkan nilai KHM ekstrak daun awar-awar terdapat pada konsentrasi 32% dan nilai KBM ekstrak daun awar-awar berada pada konsentrasi 32% dengan persentase hambat sebesar 100%, terdapat perbedaan yang signifikan (p≤0,05) antar konsentrasi ekstrak etanol daun awar-awar. Simpulan dari penelitian ini yaitu ekstrak etanol daun awar-awar memiliki aktivitas antijamur terhadap C. tropicalis penyebab oral candidiasis dengan konsentrasi paling efektif ialah 32% dengan persentase hambat 100%. | Oral candidiasis is an infection in the oral cavity caused by Candida tropicalis, a non-Candida albicans (NCAC) species with the highest virulence. The first-line treatment for oral candidiasis is nystatin; however, it may cause side effects. One alternative treatment for oral candidiasis is the use of Ficus septica Burm. F. leaves, which contain active compounds such as saponins, tannins, flavonoids, and triterpenoids, all of which have potential antifungal properties. This study aims to evaluate the antifungal activity ethanol extract of awar-awar leaves to Candida tropicalis as the cause of Oral Candidiasis in vitro. This experimental laboratory study used a posttest-only control group design, comparing the treatment groups with ethanol extract of Ficus septica burm. F leaves at concentrations of 4%, 8%, 16%, and 32% with a positive control group (nystatin) and a negative control group (Dimethyl sulfoxide). Antifungal activity was tested using the microdilution broth method to determine the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and the spread plate method to determine the Minimum Bactericidal Concentration (MBC). Colony growth of C. tropicalis was measured using the Total Plate Count (TPC) method, followed by calculating the inhibition percentage. The analysis of this study showed that the MIC of Ficus septica Burm F leaf extract was at a concentration of 32%, and the MBC of the extract was also at a concentration of 32%, with a 100% inhibition percentage. Significant differences (p ≤ 0.05) were found between the concentrations of the ethanol extract of Ficus septica leaves.The conclusion of this study is that the ethanol extract of Ficus septica Burm. F leaves has antifungal activity in inhibiting the growth of C. tropicalis, the cause of oral candidiasis, with the most effective concentration being 32% with 100% inhibition. | |
| 45440 | 48799 | C1L021039 | Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Genially Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Kelas XI Di SMA Negeri 1 Patikraja | Penelitian bertujuan untuk menguji apakah model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media Genially berpengaruh terhadap hasil belajar dan motivasi belajar ekonomi kelas XI di SMA Negeri 1 Patikraja tahun ajaran 2024/2025. Penelitian dengan metode penelitian Quasi Eksperimental dengan desain Non Equivalent Control Group. Sampel terdiri dari 52 siswa yang dipilih dengan Purposive Sampling, terbagi dalam kelas eksperimen dan kontrol. Data Hasil Belajar siswa dikumpulkan melalui tes soal pilihan ganda berupa pretest dan posttest. Data Kuesioner Motivasi Belajar siswa dikumpulkan melalui angket. Lalu dianalisis dengan uji independent sample t-test dan uji regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan uji independent sample t-test, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media Genially menunjukkan perbedaan hasil belajar dan motivasi belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol juga menunjukkan pengaruh yang signifikan antara hasil belajar dan motivasi belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol. | The study aims to examine whether the Teams Games Tournament (TGT) cooperative learning model assisted by Genially media has an effect on the learning outcomes and learning motivation of 11th grade economics students at SMA Negeri 1 Patikraja in the 2024/2025 academic year. The study uses a quasi-experimental research method with a non-equivalent control group design. The sample consisted of 52 students selected using purposive sampling, divided into experimental and control classes. Student learning outcomes were collected through multiple-choice tests in the form of pre-tests and post-tests. Student learning motivation data were collected through questionnaires. The data were analyzed using the independent sample t-test and simple linear regression test. Based on the research results using the independent sample t-test, the application of the cooperative learning model of the Teams Games Tournament (TGT) type assisted by Genially media showed differences in learning outcomes and learning motivation between the experimental and control classes, as well as a significant influence between the learning outcomes and learning motivation of the experimental and control classes. |