Home
Login.
Artikelilmiahs
48755
Update
GHEFIRA NURFATIMAH MUBARAK
NIM
Judul Artikel
Kualitas Gabah Dan Mutu Beras Galur Padi Green Super Rice (GSR) Unsoed Pada Budidaya Aerob dan Anaerob
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perubahan iklim seperti perubahan suhu, curah hujan yang bervariasi, kekeringan, dan berkurangnya sumber air berdampak pada kestabilan produksi padi. Sistem budidaya aerob mampu berpotensi untuk menangani masalah kekurangan air dan perubahan iklim yang terjadi. Green Super Rice (GSR) merupakan genotipe padi yang digunakan untuk budidaya tanaman padi pada lahan suboptimal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAKL) factorial yang terdiri dari 2 faktor. Perlakuan genotipe padi menggunakan 3 genotipe padi, yaitu VI= Green Super Rice (GSR) Unsoed, V2=Inpari 32, dan V3=Ciherang. Perlakuan kondisi tanah sistem budidaya dibagi menjadi 3 kondisi, yaitu K1=kondisi air tanah tergeneng (anaerob 1), K2=kondisi air tanah optimum/macak macak (anaerob 2), dan K3=kondisi air tanah kapasitas lapang (aerob). Variabel penelitian yang diamati dan diukur adalah warna gabah, persentase gabah isi, bobot 1.000 butir gabah, panjang gabah, lebar gabah, panjang beras, lebar beras, bentuk beras, rendemen beras giling, butir kepala, butir patah, butir menir, dan butir mengapur. Hasil penelitian genotipe padi dan kondisi air tanah berpengaruh nyata terhadap kualitas gabah dan mutu beras terhadap budidaya aerob dan anaerob. Genotipe padi galur GSR Unsoed memiliki perbedaan warna gabah dibandingkan varietas pembanding Inpari-32 dan Ciherang. Galur GSR Unsoed menunjukkan hasil kualitas gabah dan mutu beras terbaik dibandingkan varietas Inpari-32 dan Ciherang. Respon GSR Unsoed pada ketiga kondisi air memiliki perbedaan yang stabil, sehingga menunjukkan dapat beradaptasi pada lingkungan optimal maupun suboptimal, sedangkan varietas pembanding Inpari-32 dan Ciherang mengalami penurunan pada kondisi kapasitas lapang (aerob).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Climate change such as temperature changes, varying rainfall, drought, and reduced water sources have an impact on the stability of rice production. Aerobic cultivation systems have the potential to address the problems of water shortages and climate change. Green Super Rice (GSR) is a rice genotype used for rice cultivation on suboptimal land. This study used a factorial Randomized Block Design (RAKL) consisting of 2 factors. The treatment of rice genotypes used 3 rice genotypes, namely VI = Green 1 Super Rice (GSR) Unsoed, V2 = Inpari-32, and V3 = Ciherang. The treatment of soil conditions of the cultivation system is divided into 3 conditions, namely K1 = stagnant groundwater conditions (anaerobic 1), K2 = optimum groundwater conditions / macak macak (anaerobic 2), and K3 = field capacity groundwater conditions (aerobic). The observed and measured research variables were grain color, percentage of filled grain, weight of 1,000 grains of grain, grain length, grain width, rice length, rice width, rice shape, milled rice yield, head grains, broken grains, grits, and chalky grains. The results of the study showed that rice genotypes and groundwater conditions significantly affected grain quality and rice quality for aerobic and anaerobic cultivation. The GSR Unsoed line of rice genotypes had different grain colors compared to the comparison varieties Inpari-32 and Ciherang. The GSR Unsoed line showed the best grain quality and rice quality compared to the Inpari-32 and Ciherang varieties. The response of GSR Unsoed to the three water conditions had stable differences, thus indicating that it could adapt to both optimal and suboptimal environments, while the comparison varieties Inpari-32 and Ciherang experienced a decrease in field capacity conditions (aerobic).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save