Artikel Ilmiah : E1A021046 a.n. DINI LAELATUL NOVA
| NIM | E1A021046 |
|---|---|
| Namamhs | DINI LAELATUL NOVA |
| Judul Artikel | ETIOLOGI KRIMINAL DAN PEMBINAAN NARAPIDANA MUCIKARI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN (LAPAS) PEREMPUAN KELAS IIA SUNGGUMINASA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Perempuan merupakan kelompok rentan yang masih sering dipandang rendah dalam masyarakat, dan prostitusi sebagai kejahatan moral tidak terlepas dari peran mucikari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi keterlibatan perempuan dalam melakukan praktik mucikari yang telah dipidana melalui Putusan Nomor 338/Pid.Sus/2023/PN.Mks dan mengkaji program pembinaan yang diberikan kepada narapidana mucikari di Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa. Data diperoleh melalui pendekatan yuridis sosiologis dengan spesifikasi deskriptif-analitis, berdasarkan data primer dari hasil wawancara dan data sekunder dari hasil studi dokumen dan studi kepustakaan. Temuan menunjukkan bahwa pelaku dalam putusan tersebut terlibat dalam praktik mucikari karena faktor ekonomi, lingkungan, dan pergaulan. Faktor ekonomi menjadi faktor dominan, karena dorongan utama pelaku adalah memenuhi kebutuhan hidup. Keterlibatan perempuan dalam praktik mucikari dianalisis menggunakan Teori Asosiasi Differensial dan Teori Strain. Program pembinaan yang diberikan di Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa tidak memiliki kekhususan bagi narapidana mucikari, dan lebih menekankan pada pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan. Proses pembinaan dianalisis menggunakan Teori Resosialisasi Narapidana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterlibatan perempuan melakukan praktik mucikari tidak sepenuhnya merupakan pilihan pribadi, melainkan bentuk respons terhadap tekanan ekonomi dan sosial. Ketiadaan program pembinaan yang bersifat khusus mencerminkan belum diterapkannya pendekatan berbasis gender dan kondisi sosial ekonomi dalam pembinaan narapidana mucikari. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Women are a vulnerable group that is still often looked down upon in society, and prostitution as a moral crime is inseparable from the role of pimps. This study aims to determine the factors behind the involvement of women in the practice of pimping who have been convicted through Decision Number 338/Pid.Sus/2023/PN.Mks, and examine the coaching program provided to pimping inmates at Class IIA Sungguminasa Women's Prison. Data were obtained through a sociological juridical approach with descriptive-analytical specifications, based on primary data from interviews and secondary data from document studies and literature studies. The findings show that the perpetrators in the decision were involved in pimping practices due to economic, environmental and social factors. Economic factors are the dominant factor, because the main motivation of the perpetrators is to fulfill their needs. The involvement of women in pimping practices is analyzed using Differential Association Theory and Strain Theory. The coaching program provided at Class IIA Sungguminasa Women's Prison does not have specificity for pimping prisoners, and emphasizes more on personality development through religious activities. The coaching process is analyzed using the Prisoner Resocialization Theory. This research concludes that women's involvement in pimping practices is not entirely a personal choice, but rather a form of response to economic and social pressures. The absence of a special coaching program reflects the lack of implementation of a gender-based approach and socio-economic conditions in coaching pimp prisoners. |
| Kata kunci | mucikari, narapidana, pembinaan |
| Pembimbing 1 | Dr. Budiyono, S.H., M.Hum. |
| Pembimbing 2 | Dwiki Oktobrian, S.H., M.H. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 23 |
| Tgl. Entri | 2025-06-05 13:27:30.76097 |