Artikel Ilmiah : I1A018101 a.n. SUKMA ANASTASIA AMELIA

Kembali Update Delete

NIMI1A018101
NamamhsSUKMA ANASTASIA AMELIA
Judul ArtikelGambaran Karakteristik Penderita TB-HIV Di Kabupaten Banyumas Tahun 2020-2023
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan dua penyakit infeksi menular yang saling memperburuk kondisi pasien bila terjadi secara bersamaan (koinfeksi). Koinfeksi TB-HIV menyebabkan peningkatan morbiditas dan mortalitas, serta menimbulkan tantangan dalam aspek diagnosis dan pengobatan.
Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data sekunder diambil dari SITB Dinas Kesehatan Banyumas untuk tahun 2020–2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 167 penderita TB-HIV. Analisis data dilakukan secara univariat.
Hasil Penelitian: Mayoritas penderita TB- HIV adalah laki-laki (76%) dengan usia rata-rata usia produktif (15–64 tahun). Pekerjaan terbanyak adalah sopir/buruh (19,2%), dan sebagian besar penderita berdomisili di wilayah Kabupaten Banyumas (58,7%). Lokasi penemuan kasus terbanyak ada di rumah sakit (86,8%), dan sebagian besar pasien memiliki riwayat pengobatan baru (91,6%). Mayoritas penderita memiliki hasil tes TB sebelum pengobatan adalah negatif (38,9%) terdiagnosis TB secara klinis(65,3%), dengan klasifikasi TB paru (86,8%) dan hasil akhir pengobatan menunjukkan sebagian besar pasien dinyatakan pengobatan lengkap (49,1%) serta lama pengobatannya masih banyak yang kurang dari 6 bulan. Sebagian kecil penderita juga memiliki penyakit penyerta berupa diabetes melitus (1,2%).
Kesimpulan: Karakteristik penderita TB-HIV di Kabupaten Banyumas didominasi oleh kelompok usia produktif, jenis kelamin laki-laki, dan pekerjaan informal. Hasil ini menjadi dasar penting untuk perumusan strategi pengendalian TB-HIV berbasis karakteristik lokal dan pendekatan lintas sektor.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Tuberculosis (TB) and Human Immunodeficiency Virus (HIV) are two communicable infectious diseases that can worsen a patient’s condition when they occur simultaneously (co-infection). TB-HIV co-infection increases morbidity and mortality and poses significant challenges in both diagnosis and treatment.
Methods: This study used a quantitative descriptive design with a case study approach. Secondary data were obtained from the Banyumas District Health Office's Tuberculosis Information System (SITB) for the period 2020–2023. The sampling technique employed was total sampling, with a total of 167 TB-HIV patients. Data were analyzed univariately.
Results: The majority of TB-HIV patients were male (76%), with most falling within the productive age group (15–64 years). The most common occupations among patients were drivers and laborers (19.2%), and the majority resided in Banyumas Regency (58.7%). Most cases were identified at hospitals (86.8%), and a large proportion of patients were classified as new cases (91.6%). Prior to treatment, a significant number of patients had negative TB test results (38.9%) and were diagnosed clinically (65.3%), with pulmonary TB being the predominant classification (86.8%). Treatment outcomes indicated that nearly half of the patients completed their therapy (49.1%), although many underwent treatment for less than six months. A small proportion of patients also had comorbidities, particularly diabetes mellitus (1.2%).
Conclusion: The characteristics of TB-HIV patients in Banyumas Regency are predominantly male, of productive age, and engaged in informal employment. These findings provide an important basis for formulating TB-HIV control strategies tailored to local characteristics and supported by cross-sectoral approaches.
Kata kunci Tuberkulosis, HIV, TB-HIV, Karakteristik, Banyumas
Pembimbing 1Sri Nurlaela
Pembimbing 2Devi Octaviana
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2025-05-27 13:57:10.855681
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.