Home
Login.
Artikelilmiahs
48143
Update
HIKMAT FAUZAN HANIP
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN ANTARA METODE PERSALINAN PERVAGINAM, PARITAS, DAN BIAYA PERAWATAN PADA PASIEN RETENSI URIN PASCA PERSALINAN RSUD MARGONO SOEKARJO TAHUN 2018-2023
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Retensi urin pasca persalinan (RUPP) merupakan kondisi ketidakmampuan berkemih yang sering terjadi setelah melahirkan, dengan prevalensi berkisar antara 1,7–17,9%. Faktor risiko seperti metode persalinan dan paritas diketahui berkontribusi signifikan terhadap kejadian RUPP, yang dapat meningkatkan biaya perawatan rumah sakit. Studi ini bertujuan menganalisis hubungan antara metode persalinan, paritas, dan biaya perawatan pada pasien RUPP di RSUD Margono Soekarjo. Tujuan: Untuk mengidentifikasi hubungan antara metode persalinan pervaginam dan paritas terhadap kejadian RUPP serta pengaruhnya terhadap biaya perawatan pasien di RSUD Margono Soekarjo pada tahun 2018-2023. Metodologi : Penelitian menggunakan desain case-control retrospektif dengan 62 kasus dan 62 kontrol yang disesuaikan berdasarkan usia dan metode persalinan. Data diambil dari rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis dilakukan menggunakan uji univariat dan bivariat dengan perangkat lunak SPSS versi 27. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa metode persalinan instrumen meningkatkan risiko RUPP hingga 6,391 kali dibandingkan persalinan spontan (p < 0,001; OR = 6,391; 95% CI: 2,873–14,219). Primipara juga memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan multipara (p < 0,001; OR = 5,168; 95% CI: 2,401-11,126). Rata-rata biaya perawatan pada pasien RUPP adalah Rp3.894.380,24, lebih tinggi dibandingkan kontrol(Rp3.789.959,68). Kesimpulan: Metode persalinan instrumen dan paritas primipara merupakan faktor risiko signifikan untuk kejadian RUPP, yang berdampak pada peningkatan biaya perawatan. Penelitian ini memberikan dasar bagi pengembangan kebijakan pencegahan dan pengelolaan RUPP untuk menurunkan morbiditas serta biaya perawatan. Kata Kunci: retensi urin pasca persalinan, metode persalinan, paritas, biaya perawatan
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Postpartum urinary retention (PUR) is a condition characterized by the inability to urinate after childbirth, with a prevalence ranging from 1.7% to 17.9%. Risk factors such as delivery method and parity are known to significantly contribute to the occurrence of PUR, which can lead to increased hospitalization costs. This study aims to analyze the relationship between delivery method, parity, and treatment costs in PUR patients at RSUD Margono Soekarjo. Objective: To identify the relationship between vaginal delivery method and parity with the incidence of PUR and its impact on treatment costs in patients at RSUD Margono Soekarjo from 2018 to 2023. Methodology: This study employed a retrospective case-control design with 62 cases and 62 controls matched by age and delivery method. Data were collected from medical records of patients meeting the inclusion and exclusion criteria. Analysis was conducted using univariate and bivariate tests with SPSS version 27 software. Results: The findings indicated that instrumental vaginal delivery increased the risk of PUR by 6.391 times compared to spontaneous delivery (p < 0.001; OR = 6.391; 95% CI: 2.873–14.219). Primiparity was also associated with a higher risk compared to multiparity (p < 0.001; OR = 5,168; 95% CI: 2,401-11,126). The average treatment cost for PUR patients was Rp3,894,380.24, which was higher than that of the control group (Rp3.789.959,68). Conclusion: Operative vaginal delivery and primiparity are significant risk factors for PUR, contributing to increased treatment costs. This study provides a foundation for developing preventive and management policies for PUR to reduce morbidity and healthcare expenses. Keywords: postpartum urinary retention, delivery method, parity, treatment cost
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save