Home
Login.
Artikelilmiahs
47995
Update
KISMO
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DAN LUAS LAHAN PETANI DENGAN MINAT PENGGUNAAN PUPUK KOMPOS KOTORAN KAMBING DI DESA MELUNG KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
judul. penelitian ini berjudul hubungan antara tingkat pendidikan dan luas lahan petani dengan minat penggunaan pupuk kompos kotoran kambing di desa melung kecamatan kedungbanteng kabupaten banyumas. Latar Belakang. Desa Melung merupakan desa pertanian, selama ini pertanian di Desa Melung menggunakan pupuk kimia yang mana penggunaan pupuk kimia secara terus menerus dalam jangka panjang akan merusak sifat fisik dari tanah yang dapat menyebabkan lahan sulit diolah. Pupuk kompos menjadi salah satu terobosan dalam bidang pertanian agar keberlanjutan pertanian di Desa Melung dapat terjaga. Oleh karena itu perlu diupayakan untuk meningkatkan minat dari petani untuk menggunakan pupuk kompos dari kotoran kambing tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dan luas lahan petani dengan minat penggunaan pupuk kompos dari kotoran kambing di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Materi dan Metode. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Penetapan sampel wilayah diambil secara purposive sampling. Analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu Analisis Deskriptif dan Analisis Rank Spearman. Pemilihan responden dilakukan secara sensus kepada petani di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng berjumlah 30 orang. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani di Desa Melung memiliki tingkat pendidikan pada kategori rendah, luas lahan petani pada kategori rendah dan minat petani terhadap penggunaan pupuk kompos pada kategori sedang. Berdasarkan hasil analisis korelasi Rank Spearman terdapat hubungan yang kuat antara tingkat pendidikan petani dengan minat menggunakan pupuk kompos (0,683) dan terdapat hubungan yang sangat lemah antara luas lahan petani dengan minat menggunakan pupuk kompos (0,051) di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Simpulan. Terdapat hubungan bersifat positif yang kuat antara tingkat pendidikan petani dengan minat peggunaan pupuk kompos dan terdapat hubungan bersifat positif namun sangat lemah antara luas lahan petani dengan minat peggunaan pupuk kompos di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Heading. This study is entitled the relationship between education level and land area of farmers with interest in using goat manure compost fertiliser in melung village, kedungbanteng subdistrict, banyumas district. Background. Melung Village is an agricultural village, so far the agriculture in Melung Village uses chemical fertilisers which the continuous use of chemical fertilisers in the long run will damage the physical properties of the soil which can cause the land to be difficult to cultivate. Compost fertiliser is one of the breakthroughs in agriculture so that the sustainability of agriculture in Melung Village can be maintained. Therefore, it is necessary to increase the interest of farmers to use compost fertiliser from goat manure. This study was conducted with the aim to determine the relationship between education level and land area of farmers with interest in using compost fertiliser from goat manure in Melung Village, Kedungbanteng Subdistrict, Banyumas Regency. Materials and Methods. The method used in this study was the survey method. The determination of the sample area was taken by purposive sampling. The analyses used in this study were Descriptive Analysis and Spearman Rank Analysis. The selection of respondents was carried out by census to farmers in Melung Village, Kedungbanteng District, totalling 30 people. Result. The results showed that farmers in Melung Village had a low level of education in the low category, the farmer's land area in the low category and farmers' interest in the use of compost fertiliser in the medium category. Based on the results of the Rank Spearman correlation analysis, there is a strong relationship between farmers' education level and interest in using compost fertiliser (0.683) and there is a very weak relationship between farmers' land area and interest in using compost fertiliser (0.051) in Melung Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency Conclusion. The conclusion of this study is that there is a strong positive relationship between farmers' education level and interest in using compost fertiliser and there is a positive but very weak relationship between farmers' land area and interest in using compost fertiliser in Melung Village, Kedungbanteng Subdistrict, Banyumas Regency.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save