Home
Login.
Artikelilmiahs
47984
Update
DELTA SHELI KURNIASIH
NIM
Judul Artikel
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KELUHAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA PETANI DI DESA SINGASARI KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Petani merupakan kelompok yang rentan mengalami LBP akibat aktivitas fisik seperti membungkuk, mengangkat beban, dan bekerja secara manual dalam waktu lama. Prevalensi tahunan LBP di kalangan petani mencapai 47,8% secara global, sementara di Indonesia angkanya mencapai 18%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keluhan LBP pada petani di Desa Singasari Metodologi: Desain pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dengan metode nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling, responden adalah 112 petani yang ada di Desa Singasari Kecamatan Karanglewas. Uji statistik pada penelitian ini menggunakan uji multivariat yaitu uji regresi logistik ganda. Hasil Penelitian: Hasil uji regresi logistik ganda menujukan bahwa terdapat pengaruh antara variabel posisi kerja (p= 0,000), jenis kelamin (p= 0,006), dan Indeks Massa Tubuh (IMT) (p= 0,021) terhadap keluhan LBP pada petani di Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas. Variabel yang tidak berpengaruh adalah usia (p= 0,742), masa kerja (p= 0,216), durasi kerja (p= 0,504), gerakan berulang (p= 0,380), kebiasaan merokok (p= 0,077) beban kerja fisik (p= 0,939) dan tingkat pendidikan (p= 0,679). Kesimpulan: Faktor yang paling berpengaruh terhadap keluhan LBP pada petani di Desa Singasari adalah posisi kerja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam upaya pencegahan LBP melalui perbaikan postur kerja, seperti menghindari posisi membungkuk dalam waktu lama dan menggunakan alat bantu pertanian ergonomis untuk mengurangi tekanan pada punggung.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Farmers are a vulnerable group to low back pain (LBP) due to physically demanding activities such as bending, lifting heavy loads, and performing manual labor for extended periods. The global annual prevalence of LBP among farmers is 47.8%, while in Indonesia, it is 18%. This study aims to analyze the factors influencing LBP complaints among farmers in Singasari Village. Methodology: This study used a quantitative method with a cross-sectional approach. The sampling technique was non-probability sampling with purposive sampling, involving 112 farmers in Singasari Village, Karanglewas District. The statistical analysis used was multivariate analysis with multiple logistic regression. Results: The results of the multiple logistic regression test show that work position (p= 0,000), sex (p= 0,006), and body mass index (BMI) (p= 0,021) significantly influences Low Back Pain (LBP) among farmers in Singasari Village, Karanglewas District. However, age (p= 0,742), working period (p=0,216), duration of work (p= 0,504), repetitive movements (p= 0,380), smoking habits (p= 0,077), physical workload (p= 0,939), and education level (p= 0,679) do not show a significant effect. Conclusion: The most influential factor in LBP complaints among farmers in Singasari Village is work position. The findings of this study are expected to serve as a basis for LBP prevention efforts by improving work postures, such as avoiding prolonged bending positions and utilizing ergonomic agricultural tools to reduce back strain.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save