Home
Login.
Artikelilmiahs
47979
Update
GABRIEL FELIX
NIM
Judul Artikel
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS KEGAGALAN JASA KONSTRUKSI YANG MENGAKIBATKAN BANGUNAN RUNTUH BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Study Putusan Nomor: 74/Pdt.Sus-BPSK/2024/PN Tpg).
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum terhadap konsumen atas kegagalan jasa konstruksi yang mengakibatkan bangunan runtuh berdasarkan undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Dalam pelaksanaan pengikatan perjanjian jual beli sering terjadi kesalah pahaman antara pelaku usaha dengan konsumen, pelaku usaha terkadang melanggar asas itikad baik pelaku usaha karena tidak melaksanakan klausula perjanjian yang sudah disepakati di awal, dalam kasus ini pelaku usaha telah secara sadar dan meyakinkan wanprestasi kepada konsumen, karena tidak pernah melakukan pemasangan pondasi dengan beton miring, dan hanya memberikan janji manis tanpa memberikan jawaban pasti kepada konsumen. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan sekunder yang dilakukan dengan studi kepustakaan. Data disajikan dalam bentuk uraian logis, sistematis, dan rasional kemudian dianalisis secara normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsumen pihak konsumen tidak mendapatkan perlindungan hukum, karena pelaku usaha hanya memberikan janji semata dan itupun hanya melalui pesan singkat aplikasi media sosial WhatsApp tanpa ada tindaklanjut yang berarti kepada pihak konsumen. Pelaku Usaha dalam penelitian ini tidak memberikan ganti rugi kepada konsumen karena secara sadar tidak membangun pondasi dengan batu miring yang dalam klausa perjanjian sudah dijelaskan, sehingga pelaku usaha telah terbukti melanggar hak konsumen Pasal 4 huruf h dan tanggung jawab pelaku usaha sebagaimana tercantum dalam Pasal 19 ayat (1), serta (2) Undang-Undang Perlindungan Konsumen
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to determine how the legal protection of consumers over the failure of construction services resulting in building collapse based on law number 8 of 1999 concerning consumer protection. In the implementation of the binding of the sale and purchase agreement, there is often a misunderstanding between business actors and consumers, business actors sometimes violate the principle of good faith of business actors because they do not implement the clauses of the agreement that have been agreed upon at the beginning, in this case the business actors have knowingly and convincingly defaulted to consumers, because they never installed the foundation with sloping concrete, and only gave sweet promises without giving definite answers to consumers. This research uses a normative juridical approach method with analytical descriptive research specifications. The data source used is secondary data consisting of primary and secondary legal materials conducted by literature study. The data is presented in the form of logical, systematic, and rational descriptions and then analyzed normatively qualitatively. The results showed that consumers did not get legal protection, because business actors only made promises and even then only through short messages on WhatsApp social media applications without any meaningful follow-up to consumers. Business actors in this study did not provide compensation to consumers because they consciously did not build a foundation with sloping stones which in the agreement clause had been explained, so that business actors have been proven to violate consumer rights Article 4 letter h and the responsibilities of business actors as stated in Article 19 paragraph (1), and (2) of the Consumer Protection Law.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save