| NIM | D1A020181 |
| Namamhs | FAHRU MUNIF ALHAZMI |
| Judul Artikel | ANALISIS PENGARUH SUHU DAN KELEMBAPAN UDARA TERHADAP PRODUKSI SUSU DAN JUMLAH SAPI SAKIT DI BETSUKAI MILK WORLD CO., LTD., BETSUKAI, HOKKAIDO, JEPANG |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Produksi susu dan kesehatan sapi merupakan faktor penting pada suatu industri peternakan sapi perah. Analisis data bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suhu rata-rata harian dan kelembapan udara terhadap produksi susu dan jumlah sapi sakit di Betsukai Milk World Co., Ltd., Hokkaido, Jepang, selama satu tahun (Mei 2023 – April 2024). Data diperoleh melalui pencatatan suhu, kelembapan, produksi susu, dan jumlah sapi sakit, yang dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa suhu dan kelembapan tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi susu (P-value>0.05), dengan koefisien determinasi (R2= 30,87%) dan jumlah sapi sakit (R2= 12,53%). Namun, produksi susu tertinggi tercatat pada musim semi dengan rata-rata 45,6 kg/ekor/hari, sementara jumlah sapi sakit meningkat pada musim panas dengan kelembapan tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya manajemen kandang, seperti ventilasi, pendinginan, dan pemberian pakan yang disesuaikan musim, dalam meminimalkan dampak lingkungan terhadap produktivitas sapi. Hasil ini dapat menjadi acuan untuk meningkatkan efisiensi peternakan sapi perah di wilayah beriklim sedang. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Milk production and cow health are important factors in the dairy farming industry. Data analysis aims to evaluate the effect of daily average temperature and humidity on milk production and the number of sick cows at Betsukai Milk World Co., Ltd., Hokkaido, Japan, for one year (May 2023 – April 2024). Data were obtained by recording temperature, humidity, milk production, and the number of sick cows, which were analyzed using multiple linear regression. The results showed that temperature and humidity had no significant effect on milk production (P-value>0.05), with a coefficient of determination (R2= 30.87%) and the number of sick cows (R2= 12.53%). However, the highest milk production was recorded in spring with an average of 45.6 kg/head/day, while the number of sick cows increased in summer with high humidity. These findings emphasize the importance of barn management, such as ventilation, cooling, and seasonally adjusted feeding, in minimizing environmental impacts on cow productivity. These results can be used as a reference to improve the efficiency of dairy farming in temperate regions. |
| Kata kunci | produksi susu, kelembapan udara, musim, sapi sakit, pemeliharaan, suhu |
| Pembimbing 1 | Ir. Novie Andri Setianto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng |
| Pembimbing 2 | Dr. Hermawan Setyo Widodo, S.Pt., M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 6 |
| Tgl. Entri | 2025-04-17 10:15:41.916341 |
|---|