Home
Login.
Artikelilmiahs
47373
Update
WINDU NUR AIFAH
NIM
Judul Artikel
Analisis Framing Pemberitaan Politik Dinasti Di Indonesia Dalam Pemilihan Presiden Tahun 2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Fenomena politik dinasti di Indonesia, terutama terkait pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden dalam Pemilihan Umum 2024 telah menjadi sorotan utama. Pencalonan Gibran memicu beragam opini publik dan pembahasan media pemberitaan online. Hal ini menimbulkan berbagai pembingkaian berita oleh media nasional maupun media internasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis framing untuk mengkaji bagaimana media nasional dan internasional membingkai isu politik dinasti pada pencalonan Gibran. Data primer diperoleh dari analisis teks pemberitaan di Kompas.com, CNN Indonesia, Tempo.co, SindoNews, New York Times, The Strait Times, Al Jazeera, dan ABC News, sedangkan data sekunder berasal dari buku dan artikel jurnal yang relevan. Analisis dilakukan dengan model framing Robert N. Entman, yang mencakup empat perangkat: Define Problem, Diagnose Causes, Make Moral Judgement, Treatment Recommendation. Penelitian ini menunjukkan pembingkaian media internasional lebih berani dalam mengkritik pencalonan Gibran sebagai ancaman terhadap prinsip demokrasi dengan narasi negatif, sementara media nasional cenderung menyoroti praktik politik dinasti dengan pendekatan yang lebih seimbang. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh kepentingan politik, latar belakang media, serta audiensi yang ditargetkan, yang pada akhirnya mempengaruhi persepsi publik dan diskursus politik baik didalam maupun luar negeri.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The phenomenon of dynasty politics in Indonesia, especially related to the nomination of Gibran Rakabuming Raka as a vice presidential candidate in the 2024 General Election, has become a major highlight. Gibran's nomination has triggered various public opinions and discussions in online news media. This has given rise to various news framings by national and international media. This study uses a qualitative method with a framing analysis approach to examine how national and international media frame the issue of dynasty politics in Gibran's nomination. Primary data was obtained from the analysis of news texts in Kompas.com, CNN Indonesia, Tempo.co, SindoNews, New York Times, The Strait Times, Al Jazeera, and ABC News, while secondary data came from relevant books and journal articles. The analysis was carried out using Robert N. Entman's framing model, which includes four devices: Define Problem, Diagnose Causes, Make Moral Judgement, Treatment Recommendation. This study shows that international media framing is bolder in criticizing Gibran's nomination as a threat to democratic principles with a negative narrative, while national media tends to highlight the practice of dynasty politics with a more balanced approach. These differences are influenced by political interests, media backgrounds, and targeted audiences, which ultimately influence public perception and political discourse both domestically and internationally.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save