| NIM | F1A021005 |
| Namamhs | DWI UTAMI STIYASIH |
| Judul Artikel | PEMBERDAYAAN DAN PENDAMPINGAN USAHA NASABAH PEREMPUAN BTPN SYARIAH (STUDI DI MOBILE MARKETING SYARIAH KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Syariah tidak hanya menawarkan produk pembiayaan usaha dalam skala mikro, tetapi juga menawarkan program pemberdayaan dan pendampingan usaha untuk nasabah perempuan. Tantangan dari faktor internal maupun eksternal sangat menghambat usaha nasabah dan membutuhkan solusi yang tepat untuk perbaikan usahanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses, hambatan, serta hasil dari program pemberdayaan dan pendampingan usaha yang dilakukan oleh pihak BTPN Syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dengan informan 3 orang yang bekerja sebagai community officer, branch manager, dan 2 orang nasabah aktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan dilakukan oleh community officer pada saat pertemuan rutin sentra (PRS), terdiri dari tujuh tahapan yang disusun secara sistematis. Hambatan yang ada dalam proses pemberdayaan dapat diatasi dengan bijak dan membawa hasil yang positif. Nasabah menjadi mampu untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, baik kebutuhan primer maupun sekunder. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Syariah not only offers micro-scale business financing products, but also offers business empowerment and mentoring programs for women customers. Challenges from internal and external factors greatly hamper customers' businesses and require appropriate solutions to improve their businesses. The purpose of this study is to find out the process, obstacles, and results of the business empowerment and mentoring program carried out by BTPN Syariah. This research uses descriptive qualitative method. The technique of determining informants using purposive sampling with informants 3 people who work as community officers, branch manager, and 2 active customers. The data collection techniques used in this research are observation, interview, and documentation. The results showed that the empowerment process was carried out by community officers during routine center meetings (PRS), consisting of seven stages arranged systematically. The obstacles that exist in the empowerment process can be overcome wisely and bring positive results. The customer becomes able to fulfill their life needs, both primary and secondary needs. |
| Kata kunci | BTPN Syariah, Community Officer, Nasabah, Pemberdayaan |
| Pembimbing 1 | Dr. Rili Windiasih, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Ankarlina Pandu Primadata, S.Sos. M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 20 |
| Tgl. Entri | 2025-02-04 15:50:43.844723 |
|---|