| NIM | F1A019012 |
| Namamhs | HERNIYATI |
| Judul Artikel | STRATEGI PENGELOLA DALAM MENGELOLA WISATA ALAM MAHA SKY BATU ANGKRUK KECAMATAN KEJAJAR, KABUPATEN WONOSOBO |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pariwisata berbasis alam semakin berkembang pesat, termasuk di Kabupaten Wonosobo yang memiliki kawasan wisata unggulan di Dataran Tinggi Dieng. Maha Sky Batu Angkruk merupakan salah satu destinasi wisata yang menawarkan pemandangan Gunung Prau dan Gunung Sindoro, serta ikon utama berupa jembatan kaca pertama di Wonosobo. Seiring dengan meningkatnya jumlah destinasi wisata serupa, pemilik Maha Sky Batu Angkruk perlu menerapkan strategi pengelolaan yang efektif agar tetap kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan dalam mengelola wisata ini dengan pendekatan Community Based Tourism (CBT) dan pemanfaatan modal sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan meliputi inovasi atraksi wisata, promosi digital melalui media sosial, kerja sama dengan komunitas lokal, serta pemanfaatan modal sosial dalam pengelolaan wisata. Selain itu, pengelola memanfaatkan jejaring sosial untuk meningkatkan daya saing dengan cara memperkuat hubungan dengan masyarakat sekitar dan komunitas wisata.Tantangan utama yang dihadapi adalah persaingan dengan wisata serupa serta ketergantungan pada cuaca, namun strategi inovasi dan keterlibatan masyarakat membantu mempertahankan popularitas Maha Sky Batu Angkruk sebagai destinasi wisata unggulan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Nature-based tourism is growing rapidly, including in Wonosobo Regency which has a leading tourist area in the Dieng Plateau. Maha Sky Batu Angkruk is one of the tourist destinations that offers views of Mount Prau and Mount Sindoro, as well as the main icon in the form of the first glass bridge in Wonosobo. Along with the increasing number of similar tourist destinations, the owner of Maha Sky Batu Angkruk needs to implement an effective management strategy to remain competitive. This study aims to analyze the strategies used in managing this tour with the Community-Based Tourism (CBT) approach and the utilization of social capital. The method used is descriptive qualitative with purposive sampling technique. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results of the study show that the strategies implemented include innovation in tourist attractions, digital promotion through social media, collaboration with local communities, and utilization of social capital in tourism management. In addition, managers utilize social networks to increase competitiveness by strengthening relationships with the surrounding community and tourism communities. The main challenges faced are competition with similar tours and dependence on the weather, but innovation strategies and community involvement help maintain the popularity of Maha Sky Batu Angkruk as a leading tourist destination. |
| Kata kunci | Strategi pengelolaan, Community Based Tourism, Modal sosial |
| Pembimbing 1 | Prof.Dr. Edy Suyanto M,Si |
| Pembimbing 2 | Drs. Nalfaridas Baharrudin, M,Hum |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | 2025-02-04 16:21:03.791298 |
|---|