Home
Login.
Artikelilmiahs
46565
Update
ANGGITA NOVIA WIDIASARI
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN SISTEM PENGELOLAAN LAHAN KOPI ORGANIK DAN NON ORGANIK DENGAN SIFAT KIMIA TANAH DAN POPULASI MIKORIZA ARBUSKULAR
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Berbagai teknik budidaya tanaman kopi yang dilakukan oleh petani dengan berbagai penggunaan lahan meliputi organik dan non organik. Akibat dari perbedaan teknik budidaya tersebut berpotensi menyebabkan perbedaan jumlah populasi mikoriza dan sifat kimia tanah. Teknik budidaya kopi secara organik dapat memberikan pengaruh lebih baik terhadap kualitas tanah dan populasi mikoriza di dalam tanah dibandingkan dengan teknik budidaya secara non organik. Hal itu dikarenakan adanya tambahan bahan organik yang berpengaruh dalam perbaikan struktur tanah dan populasi mikoriza. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sistem pengelolaan lahan secara organik dan non organik terhadap sifat kimia tanah dan keberagaman mikoriza arbuskula pada tanah. Penelitian dilakukan menggunakan metode Purposive Sampling untuk menentukan sampel tanah tanaman kopi. Isolasi mikoriza arbuskular menggunakan metode tuang saring dan Sucrose Centrifugal Technique. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 7 jenis dari masing-masing lahan budidaya yaitu Glomus sp, Ambispora sp, Rizhopagus sp, Acaulospora sp, Claroideoglomus sp, Funneliformis sp, Dentisculata sp. Jumlah spora tertinggi pada penggunaan teknik budidaya organik sebanyak 73 g-1 tanah, sedangkan untuk jumlah spora pada teknik budidaya non organik sebanyak 51 g-1 tanah. Untuk hasil analisis kimia tanah pada lahan kopi organik nilai N, K tersedia, C-organik dan pH lebih tinggi. Sedangkan untuk nilai P tersedia pada lahan budidaya kopi non organik memiliki nilai lebih tinggi dibanding lahan budidaya kopi organik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Various coffee plant cultivation techniques carried out by farmers with various land uses include organic and non-organic. As a result of differences in cultivation techniques, it has the potential to cause differences in the number of mycorrhizal populations and soil chemical properties. Organic coffee cultivation techniques can have a better effect on soil quality and mycorrhizal populations in the soil compared to non-organic cultivation techniques. This is due to the addition of organic matter which has an effect in improving soil structure and mycorrhizal populations. This study aims to compare organic and non-organic land management systems on soil chemical properties and arbuscular mycorrhiza diversity in soil. The research was conducted using purposive sampling method to determine soil samples of coffee plants. Isolation of arbuscular mycorrhiza using the filter pour method and Sucrose Centrifugal Technique. The results of the study obtained as many as 7 species from each cultivation land, namely Glomus sp, Ambispora sp, Rizhopagus sp, Acaulospora sp, Claroideoglomus sp, Funneliformis sp, Dentisculata sp. The highest number of spores in the use of organic cultivation techniques was 73 g-1 soil, while the number of spores in non-organic cultivation techniques was 51 g-1 soil. For the results of soil chemical analysis on organic coffee land, the values of N, K available, C-organic and pH are higher. While for the value of available P in non-organic coffee cultivation land has a higher value than organic coffee cultivation land.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save