Home
Login.
Artikelilmiahs
46467
Update
DINA RAHAYU
NIM
Judul Artikel
Aspek Biologi dan Status Konservasi Ikan Hiu Cucut (Rhizoprionodon oligolinnx, Springer 1964) yang Tertangkap Jaring Nelayan Di Pulau Karimunjawa
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Karimunjawa memiliki kekayaan laut yang beragam sesuai habitat ikan hiu cucut (Rhizoprionodon oligolinx). Spesies R. oligolinx sering dimanfaatkan nelayan sebagai tangkapan sampingan dalam jumlah yang besar. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis aspek biologi (pertumbuhan ikan, hubungan panjang berat, dan nisbah kelamin), analisis potensi lestari, serta mengetahui status konservasi lokal berdasarkan data MSY. Metode yang digunakan adalah metode survey pada bulan Maret sampai Mei 2024. Hasil penelitian menunjukkan ikan hiu cucut yang tertangkap di Pulau Karimunjawa memiliki aspek biologi pola pertumbuhan allometrik negatif (b= 1,2493) dan memiliki lebar asimtotik sebesar 51,5 cm serta nisbah kelamin didominasi betina sebesar 78%. Analisis potensi lestari berdasarkan CPUE didapatkan hasil terbesar pada bulan Juni 2024 sebesar 0,007146kg/trip dan terendah pada bulan November 2023 sampai Februari 2024 sebesar 0kg/trip. Status konservasi berdasarkan IUCN spesies R. oligolinx termasuk Near Threatened (NT), sedangkan pada CITES termasuk Apendik II. Analisis MSY menunjukan hasil tangkapan optimum (CMSY) 9kg/bulan dan upaya penangkapan optimum (FMSY) 12.468 trip. Hasil tangkapan tidak boleh lebih dari CMSY dan upaya penangkapan tidak boleh lebih dari FMSY agar potensi lestarinya tetap terjaga.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Karimunjawa have a marine resources ware diverse which is suitable for the habitat of Grey Sharpnose Shark (Rhizoprionodon oligolinx). R. oligolinx is often utilized by fishermen as bycatch in large numbers. This study aimed to analyze biological aspects consisting (fish growth, length-weight relationship, and sex ratio), analysis of sustainable potential, and understanding the local conservation status using MSY data. The method used was survey method from March to May 2024. The results showed that the Grey Sharpnose shark caught on Karimunjawa Island has biological aspects in a negative allometric growth pattern (b = 1.2493) and has an asymptotic width of 51.5 cm and a female-dominated sex ratio of 78%. The analysis of sustainable potential based on CPUE obtained the largest result in June 2024 at 0.007146kg/trip and the lowest in November 2023 to February 2024 at 0kg/trip. Conservation status based on IUCN species R. oligolinx including Near Threatened (NT), while in CITES including Appendix II. MSY analysis showed an optimum catch value (CMSY) of 9kg/month and an optimum fishing effort value (FMSY) of 12,468 trips. The catch should not be more than CMSY and the fishing effort should not be more than FMSY in order to maintain that sustainable potential.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save