Home
Login.
Artikelilmiahs
46359
Update
ANNISA FATHYA
NIM
Judul Artikel
Upaya Konservasi Pari Manta Karang (Mobula Alfredi, Krefft 1868) melalui Pengamatan Respon Tingkah Laku terhadap Penyelam di Lokasi Wisata Laut Manta Sandy, Selat Dampier, Raja Ampat
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Wisata laut berbasis pari manta menjadi objek wisata populer yang terus berkembang secara global, termasuk di Indonesia. Raja Ampat, menjadi destinasi utama wisata berbasis pari manta, dengan Manta Sandy sebagai situs yang sering dikunjungi pari manta karang (Mobula alfredi) untuk membersihkan diri dari parasit dan menjadi situs favorit bagi penyelam. Penelitian ini bertujuan mengamati respon tingkah laku pari manta terhadap penyelam serta mengevaluasi pelaksanaan wisata melalui pengamatan kepatuhan terhadap kode etik wisata (CoC). Penelitian dilakukan selama 23 hari menggunakan kamera bawah air yang dipasang secara stasioner dengan durasi perekaman selama 4 jam dari pukul 08:00 – 12:00 WIT. Hasil menunjukkan respon yang paling umum terlihat adalah kinetik terarah (60%). Sementara itu, 40% respon pari manta berupa kinetik tidak terarah, taksis positif, dan taksis negatif. Sebagian besar perilaku penyelam (81%) adalah mengobservasi pasif, tidak menggangu pari manta serta taat dengan peraturan yang berlaku. Pelaksanaan kegiatan wisata Manta Sandy terlaksana sangat baik, dengan persentase kepatuhan 87% dan 13% masih terjadi pelanggaran. Sebagai kesimpulan, aktivitas wisata di Manta Sandy relatif tidak mengganggu perilaku pari manta di stasiun pembersihan. Namun, kemungkinan habituasi tidak dapat diabaikan. Selain itu, tingkat kepatuhan penyelam terhadap kode etik yang cukup tinggi menunjukkan bahwa kegiatan wisata di Manta Sandy berjalan baik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Manta ray-based marine tourism is a popular tourist attraction that has been grow globally, including in Indonesia. Raja Ampat is a major destination for manta ray-based tourism, with Manta Sandy being a site frequented by reef manta rays (Mobula alfredi) to cleanse themselves from parasites and become a favorite site for divers. This study aimed to observe the behavioral responses of manta rays toward divers and evaluate the implementation of tourism through observations of compliance with the tourism code of conduct (CoC). The study was conducted over 23 days using stationary underwater cameras with a recording duration of 4 hours from 08:00 - 12:00 WIT. Results showed that the most common response was kinetic directional (60%). Meanwhile, 40% of manta ray responses were kinetic non-directional, positive taxis, and negative taxis. Most of the divers' behavior (81%) was passive observation, not disturbing the manta rays and obeying the applicable regulations. The implementation of Manta Sandy tourism activities is very well implemented, with a compliance percentage of 87% and 13% still occurring violations. In conclusion, tourist activities at Manta Sandy are relatively non-disruptive to manta ray behavior at the cleaning station. However, the possibility of habituation cannot be ignored. In addition, the high level of diver compliance with the code of conduct suggests that tourist activities at Manta Sandy are working well
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save